What goes around comes around..

Menipu Angka-angka ..


blog angka

Angka2 di buku latihan Math Erika..

Tulisan pertama saya seputar liga baru kita kemarin tidaklah salah. Di situ terlihat kekuatan sebuah tim yang sangat mendominasi dalam banyak departemen di cabor ini. Bagaimana sebuah tim menjuarai turnamen 2015 dengan meyakinkan, sambil nampak memberi kepastian akan menjuarai liga 2015-2016. “Tim loe bakal juara liga tahun ini..” Bisik saya ke salah satu pengurusnya. Saya sangat yakin waktu itu dengan apa semua yang mereka punya. 

Kelar musim pertama IBL reborn, tim yg dimaksud gagal membawa pulang piala yang terakhir mereka bawa tahun 1992 silam. Ya Bapa Kala! (Ekspresi orang Ambon) Saya salaah, saya tertipuu dengan angka yang terpampang di kertas-kertas stats.

Begitulah angka-angka dan situasi kenyataanya. Entah kita yang memaksimalkan paparan angka yg ada atau sebaliknya. Kita akan tertipu kalau kurang cermat mensiasatinya. Berapa kali big man kita pegang bola (touch) di sebuah game, sisi mana PG lawan paling berbahaya tiga angkanya dan detil lainnya.

Pelita Jaya kalah 2-1 di final setelah memimpin 1-0 lebih dulu dari CLS. Berangkat dari dasar musim reguler lalu dua tim ini memang sangat tipis kekuatannya dari sisi angka di atas kertas. Rating serangan sama-sama di angka 100 dan rating penjagaan hanya terpaut sitik. PJ kemasukan lima angka lebih sedikit banding juara musim lalu. Siapa yang seharusnya juara menurut bisikan di paragraf paling atas?

Musim lalu okelah saya merasa tertipu, musim ini tidak boleh terulang lagi. kita semua harus bisa menentukan siapa yang akan (Kalau mau) menjadi juara. Angka mestinya ndak ngapusi.

Apakah Satria Muda Pertamina yang belum terkalahkan sampai seri 6 ini adalah tim yang paling gres bin jos serangannya? Nanti dulu, ternyata rating serangan dari tim kesayangan kota Bandung lah yang mengungguli lawan-lawannya.

Iya, siapa lagi kalau bukan Garuda Bandung. Tim ini sampai detik ini memainkan serangan yang sangat efektif dengan rating 104/game. Dua tim raksasa paling atas tahun lalu saja (PJ dan KNIGHTS) hanya membukukan rating serangan 100/game. Loh kok bisa? Bisa kok! Seperti ayam berkokok tanda pagi menjelang. Garuda memimpin rating serangan pertanda Bolabasket sangat penuh dengan dinamikanya.

Lalu apa hebatnya tim yang baru saja ditinggal pensiun oleh R.Gunawan. Satria Muda Pertamina saat ini memuncaki jajaran pertahanan tim paling atas. Penjagaannya tidak ada lawan, kuat sekali dengan rating 69 (Rangking dua CLS dengan 76). Artinya tiap lawan menyerang 100x mereka hanya kebobolan 69 angka saja.

Sampai sini saya masih merasa tertipu, ragu-ragu apa harus makan garpu? Apakah semua tim menangan harus mati-matian meningkatkan pertahanannya. Nanti dulu, bu..

Mas Eko Widodo pernah menulis di tahun 2015 lalu. JNE Bandung Utama berhasil meningkatkan pertahanannya secara nyata, catat beliau. Rangking tim itu pun sontak meningkat. Tapi apakah JBU tahun itu juara? Tidak juga. Artinya apa mas Eko?

Seolah beliau berkata, ” Kerja yang baik buat JNE Bandung Utama, sayang tim kalian minim materi pemain yang tahu menyerang. Yang tahu memasukan bola.”

Saya pikir juga, setelah melihat Kawhi Leonard dari Spur ngacak-ngacak Rockets di bawah satu menit perempat akhir (6.4.17), tim menangan harus punya pemain yang hebat dalam memasukan bola ke dalam keranjang.

Artinya supaya kita semua tidak tertipu lagi oleh angka-angka di catatan Liga, keseimbangan harus dimiliki sebuah tim. Jago bertahan tapi tak mampu melesakkan bola ke dalam keranjang, sama juga menipu. Atau juga sebaliknya seperti Garuda Bandung yang hari ini paling jago menyerang tapi sepuluh kali main hanya menang lima kali.

Nah menariknya, liga pro kita musim ini menggunakan 2 pemain asing. Artinya saat ini semua tim punya dua pemain yang lebih tahu memasukan bola. Dengan ini logikanya, Tim harus jualan sistem pertahanan yang bersaing. Karena sejak dahulu orang main basket ya menyerang. Bosan tertipu dengan angka-angka, kali ini mari kita satu liga yang menipu angka acak aduk pletak tus itu semua. Bagaimana, setuju?

Sampai sini mestinya sudah terbaca siapa juara tahun ini. Pelatih dan pemain bahu-membahu menipu dan mensiasati data. Ujungnya hanya antara tim tertipu atau tim menipu angka data tuk raih puncak kenikmatan. Tuh, dia lagi juaranya!

Dan ratusan lembar catatan stats liga berteriak, “TERTIPUUU!!!”

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s