What goes around comes around..

Bolabasket, Perubahan dan Usaha..


JNE Bandung Utama: Tim Baru..

Bolabasket hari ini dan 30 tahun lalu tidaklah berbeda banyak. Tetap menggunakan si kulit bundar, masih dengan target gawang yang tinggi di atas dan masih juga dimainkan beberapa pemain dalam satu tim. Tetapi lagi kalau kita lihat lebih detil, banyak juga segala printilan yang hari ini sangat berbeda dengan masa lampau. Dengan sedikit usaha, perubahan akan membuat kita menjadi lebih baik.

Perubahan sistem penambahan angka dari hanya 2 poin sampai sekarang sudah ada tembakan 3 angka dari jauh. dari jumpball hingga kepemilikan bola yang bergantian. masih banyak lagi perubahan yang terjadi di Bolabasket, tapi ini semua hanya membuat cabor ini menjadi lebih baik dan lebih memasyarakat di pelosok penjuru dunia.

Pemain

Perpindahan pemain sudah menjadi barang lazim di liga manapun. Di Bolabasket Indonesia ini semua adalah dinamikanya namun tidak akan seperti di Amerika misalnya. Dimana pemain kota A bisa saja dipindahkan ke kota B yang sangat terpencil dari keramaian atau dari keluarga si pemain. Di negara kita yang biasa terjadi adalah pemain dari kota jauh atau klub bawah pindah ke kota besar atau klub atas. Dan memang ini pengaturan di negara kita belum maksimal. Sepuluh tahun terakhir (atau lebih) hanya dua klub yang mampu menempati tahta juara musim? Dan kita semua membiarkan ini terjadi. Tidak berusaha mensikapi perubahannya.

Sebagai pemain ini mudah tapi berbahaya sangat. Kehidupan sosial disesuaikan sedikit dengan seksama dan dewasa. Jangan ketemu uang besar jadi berubah gaya hidup dan merusak segala yang sebelumnya baik. Kenali klub barunya, kenali pelatih barunya, kenali dengan rinci. Atau berhitung dari awal akan segala kemungkinan perubahannya kala pindah klub.

Jangan sampai dapat kulit durian untuk masa depan pemain. Jangan hanya memimpikan sebuah tahta juara dengan mengorbankan kebaikan yang lebih besar lagi. Apapun itu perubahannya bagi pemain, pemain yang sama itu juga yang harus mensiasatinya dan terus berpikir positif ke depan yang lebih baik. Dengan berusaha ini bisa dilakukan Di klub papan atas maupun di klub manapun. Siasati dengan usaha pada tiap perubahan yang akan datang tiap saat.

Pelatih

Di Indonesia sejauh ini belum ada perpindahan pelatih atau perubahan pelatih yang Jelas dan baik. Tidak akan dibahas detil di sini, tapi idenya adalah semua pelatih yang baru masuk di Klub barunya harus betul-betul mengerti perubahan dengan situasinya.

Hari ini saja masih ada pelatih yang musim lalu bekerja untuk sebuah klub tapi sekarang masih bingung akan pekerjaan dia musim depan. Sama seperti saya sebagai pelatih yang masih saja hidup dari musim ke musim. Ini tidak baik. Tapi untuk sementara waktu situasi yang berubah cepat ini tetap harus diwaspadai dan di siasati. Pelatih di tanah air tidak perlu ganti cabor atau sepenuhnya berhenti melatih. Banyak hal positif yang bisa dilakukan sambil menunggu kepastian pekerjaan atau tim yang akan kita latih musim depan.

Ketika pekerjaan di tim baru datang, sesuaikan semua usaha kita sampai detil ke sistem melatih kita. Sistem penjagaan dan sistem penyerangan tentu tidak akan sama seperti kala kita melatih klub sebelumnya. Ini semua dikaranakan materi pemain yang berubah dan tidak sama di tim baru. Semua ini tidak kita lihat sebagai sebuah masalah, malah ini akan membuat kita menjadi lebih baik lagi sebagai pelatih. perubahan justru membuat kita lebih kuat.

Pelatih: Terus beradaptasi..

Pada empat klub di 15 tahun saya melatih (Buls, Hangtuah, Satria Muda dan Bandung Utama), hanya klub terakhir saya saja yang belum meraih gelar juara. Tiga klub sebelumnya sudah mengecap tahta juara nasional. Artinya semua perubahan dan perpindahan dari klub ke klub hanya membuat saya menjadi lebih kuat dengan usaha. Bahkan saya di anugerahi pelatih terbaik 2015 setelah 2013 saya dipecat pada waktu yang buruk (Dua minggu sebelum liga bergulir) dan tidak punya pekerjaan di 2014. Mari mensikapi perubahan dengan terus berusaha.

Liga

Sejak liga dihuni klub Waringin Kencana, Multi Abadi dan angkatannya, liga dan penyelenggaranya selalu ada (puji Tuhan). Ketika bangsa ini dihantam dengan situasi krisis moneter pun, liga tetap ada. Mungkin tidak mewah, tapi sekali lagi liga tetap ada. Gonta-ganti penyelenggara, gonta-ganti nama atau judul liga. Tetap saja liga bergulir.

Hingga hari ini dimana kita semua masih menanti apakah akan bergulir lagi atau hanya menjadi janji dari sebuah kepengurusan Bolabasket Indonesia yang baru. Tetap saja harapan itu hadir di muka kita.

Harapan besar sebenarnya ada pada penyelenggara liga terakhir kita. Ho’oh, National Basketball League Indonesia membongkar dan merapihkan segala yang telah negara ini bikin sejak tahun jaman biyen. PT. DBL Indonesia selama 5 tahun terakhir asik utak dan atik liga nasional dengan segala aspek yang bisa meningkatkan Bolabasket paling wahid kita.

Lalu GEDUBRAK!!! Layaknya bermimpi dan terjatuh dari tempat tidur, pribadi saya terhentak dan bingung sebentar. Segala impian akan Bolabasket yang lebih baik yang sudah di depan mata tiba-tiba bersayap dan mengepakkannya pergi. PT. DBL Indonesia tidak akan memperpanjang kesepakatan mereka untuk menjadi pengelola liga dengan Perbasi.

Baik, setelah ribuan tahun berlalu akhirnya saya bisa menerima apa yang dilakukan mereka. Tidak mau memperpanjang? Okelah, nanti pasti akan ada yang melanjutkan atau bahkan akan ada yang merubah semua yang sudah kita semua lakukan di 5 tahun terakhir ke arah yang jauh lebih baik. Mereka pasti punya alasan yang sudah mereka hitung mantap hingga menjadi sebuah keputusan akhir. Apapun itu alasannya, patah satu tumbuh seribu istilah positifnya.

Saya belum mengerti, kenapa seseorang atau sebuah organisasi bisa meninggalkan (patah) apa yang sudah selama ini mereka lakukan baik dan bisa lebih baik lagi hanya untuk sebuah kemungkinan yang abu-abu sangat. Seolah melakukan pertahanan yang baik dengan “Deny” jagoan lawan di satu kesempatan tapi ketika jagoan yang sama minta bola di momen lain di sesi yang sama kita biarkan. Sama saja si bintang lawan itu bisa menerima bola dan menghancurkan pertahanan kita, bukan? Kenapa tidak dari awal saja kita beri dia bola? Kenapa tidak dari tahun pertama saja? Sesuatu yang pasti adalah sesuatu yang tidak kekal.

Hmm.. Sekali lagi perubahan akan kita lakukan sama-sama semua sebagai suatu komunitas Bolabasket Indonesia. Sabtu kemarin tanggal 20 Juni 2015 petinggi Bolabasket kita mengundang klub-klub tuk bahas liga kita kedepannya. Berharaplah, karena dalam harapan ada ketekunan. ketekunan yang sama inilah yang akan merubah kekuatan timnas kita ke depannya.

Timnas: Perubahan membawa prestasi???

Semua bagian dari Bolabasket Indonesia harus tetap tekun melakukan apa yang seharusnya mereka lakukan. Klub tekun membina, pelatih tekun melatih dan pemain tetap tekun berlatih sampai semua ini akan lebih terang pun kita semua akan terus tekun dan berharap akan sesuatu yang lebih baik. Antisipasi sedikit penyesuaian karena perubahan akan selalu tidak sama dan semua kebiasaan kita yang lama sangat mungkin tidak akan laku lagi sekarang. Sesuaikan sedikit usahanya dan songsong semua perubahan ini. Terimakasih untuk pemilik klub sebelumnya, pemain sebelumnya, pelatih sebelumnya dan terimakasih untuk liga sebelumnya. Berubah!!!

Kagok pisan euy..

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s