What goes around comes around..

Waktu Dan Pelajaran..


Belajar, tidak mesti cepat.. (pic: Inet)

Waktu tidak menunggu, waktu terbang saat kita bersenang, waktu itu, waktu ini. Tidak sedikit ungkapan tentang waktu dan kekuatannya. Sangat berkuasa menggulung segala hal dalam hidup kita dengan tren saat waktu itu bergulir. Waktu buruk dilipat dua menjadi waktu yang buruk dan buruk. Waktu yang baik dan menguntungkan dilipat atau dikalikan tiga akan menjadi waktu yang baik dan menguntungkan banget sangat. Hingga kita merubah tren baik atau buruk itulah saat waktu akan membawa perubahan untuk siapa saja. saya ulangi, untuk semua orang dan semua bidang!

Pagi ini ada beberapa pertandingan NBA yang membuat saya bingung harus nonton yang mana. Spurs vs Suns, Lakers vs Clippers atau yg lainnya. Tim-tim tersebut adalah beberapa dari tim andalan saya untuk belajar. Pusing menentukan dan kebetulan sedang ada koneksi internet di rumah Jakarta, baiknya saya berbagi lamunan kecut asem segar di sini. (Dan seorang teman pelatih yang selalu membawa helm dua buah, berteriak, “Let’s gooooo!!!”)

Waktu Pertandingan

Adalah waktu yang digunakan untuk bertanding. Dalam rentang waktu yang ditentukan dua tim bermain untuk mengumpulkan angka sebanyaknya hingga waktu habis. Berbagai model waktu pertandingan dalam sejarah Bolabasket sudah dipakai. FIBA dengan peraturannya yang dahulu memakai model 20 menit x2 sekarang berubah menjadi 10 menit x4. Liga profesional berhak mengatur model waktunya sendiri karena tidak terkait dengan FIBA (International Basketball Federation).

Waktu Penyerangan

Adalah waktu yang digunakan oleh sebuah tim untuk menyerang atau menembak. Dahulu FIBA menerapkan 30 detik untuk satu serangan atau kepemilikan bola. Sekarang mereka menerapkan 24 detik satu serangannya. Dahulu FIBA menerapkan waktu penyerangan kembali reset ke waktu penyerangan awal (30 atau 24). Sekarang mereka menerapkan waktu serang akan kembali hanya ke 14 detik saat bola menyentuh rim dan penyerang mendapatkannya kembali (Offensive Rebound). Kalau tim bertahan yang mendapatkan bola (Defensive Rebound) waktu serang akan kembali ke 24 detik.

Masih ada sekitar 180881 lebih atau segambreng duaratus gambreng lagi aturan permainan yang berhubungan dengan waktu. Dan semuanya itu sangat baik untuk kemajuan Bolabasket itu sendiri.

Waktu Belajar dan Mengajar

Adalah waktu yang kita pakai untuk memikirkan kemajuan bidang kita, melihat yang sudah lewat (Evaluasi) dan memastikan kedepannya untuk kebaikan. Saya pikir semua aturan waktu pada pertandingan Bolabasket pasti ada tujuan masing-masing. Kenapa FIBA menerapkan aturan waktu yang sekarang mereka pakai? Mengapa Bolabasket NCAA menerapkan 35 detik untuk waktu serang mereka? Baru -baru ini mereka mencoba menerapkan 30 detik waktu serang. Dan ini baru hanya sebuah percobaan atau eksperimen. Karena apa FIBA menerapkan saat offensive rebound waktu akan kembali ke hanya 14 detik?

Bertemu dengan beberapa teman (Indonesia) yang mengatur pertandingan dan membahasnya. Kita mengikuti FIBA terbaru (24 detik kembali ke 14 detik saat offensive rebound)  karena tahun lalu mengajarkan kita akan banyaknya pertandingan yang seru, ujarnya. Kita percepat pertandingan supaya pertandingan semakin seru dengan angka margin akhir yang tidak jauh, ungkapnya lagi. Karena kita juga bosan dengan juara liga yang itu-itu saja. Penonton ingin juara yang baru dan sebagainya, ucapnya lagi dengan tulus hati. Hmm..

Misalkan sebuah tim A yang rataan FG mereka hanya 35% bertanding dengan tim B yang rataan FG nya 45%. Dalam sebuah pertandingan itu masing-masing tim menembak sama-sama 100x. Sudah barang pasti tim B (45 masuk /100) akan memenangkan adu tembak lawan A (35 masuk /100). Dengan Shot clock yang dipercepat saat offensive rebound, yang terjadi adalah kedua tim akan menembak jauh lebih banyak usahanya daripada sebelum dipercepat. Dapat dihitung kalau waktu serang jadi lebih singkat (jumlah tembakan semakin banyak) tentu akan memperbesar margin perbedaan angka.

Suatu waktu lalu Jason Kidd seorang point guard NBA (pensiun) pernah mengusulkan bahwa shot clock harusnya hanya 20 detik. Kita tahu sampai hari ini NBA tetap menerapkan peraturan shot 24 detik dan kembali ke 24 detik saat offensive rebound. Pelajarannya adalah, (mungkin) NBA juga mau pertandingannya seru dan adanya juara baru terus. Dan mereka memperhatikan bagaimana hubungannya waktu, jumlah serangan dan kemungkinan menang. Dalam kurung kata “mungkin” barusan itu bukan karena saya tidak yakin, tapi karena saya bukan orang NBA. Saya orang Bandung..

Waktu dan pelajaran ini saya pikir juga berlaku buat tim mana saja, liga mana saja dan cabor apa saja. Tim baru atau liga baru yang mau naik maju akan diberi pelajaran oleh waktu. Tidak ada jalan pintas! Selama para ahli Quantum Mechanics belum menemukan mesin waktu. Saya mau belajar menggunakan waktu. Dia bisa menjadi teman, tapi jangan lupa kemampuan dia melalap siapa saja yang memandang waktu sebelah mata.

Sekarang pertanyaannya adalah, kenapa teman pelatih saya yang selalu naik motor sendirian tapi membawa helm dua buah? Satu dipakainya dan yang satu lagi untuuuk..

Iklan

3 responses

  1. mbing

    menarik kak, jadi pengen buka lagi stat sbelum 14 detik buat scnd chance…
    hahha

    14/01/2015 pukul 00:00

    • Buka, jangan ditutupi.. :mrgreen:

      28/01/2015 pukul 12:02

      • Anonim

        Can i get your email?

        10/09/2015 pukul 09:09

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s