What goes around comes around..

Defense: Tekan FG% Atau Batasi FGA Lawan?


Aspac vs Pelita Jaya..  (Fiba Livestats)

Aspac vs Pelita Jaya.. (Fiba Livestats)

Pagi tadi bangun langsung terdengar #thatPOWER (Will.i.am feat. Justin Bieber) diputar di radio. Belum sadar benar alias nyawa belum pada ngumpul, duduk bengong sambil minum kopi. Begitu kafein masuk ke sistem tubuh saya, segera terpikir apa yang membuat sebuah tim POWERfull? Defense? Mana yang lebih POWERfull? Mematikan FG% lawan atau kita membatasi FGA lawan? Hehe.. Pagi-pagi sudah melamun.

Indiana bisa bersaing di level atas NBA karena penjagaannya yang sangat baik. Buls walau dengan jagoannya sehat waktu itu (D.Rose) tetap terlihat POWERfull karena pertahanan. Spurs dan ini dan itu dan banyak lagi. Pertahanan yang baik. Yup, saya selalu percaya kalau pertahanan harus ditekankan agar supaya kemenangan bisa lebih dekat ke tim kita.

Pelita Jaya vs. Aspac (Fiba Lifestats)

Pelita Jaya vs. Aspac (Fiba Lifestats)

Pada pertandingan lanjutan NBL Indonesia (Solo), game terakhir semalam (ASP 72 – PJ 68) menunjukkannya. Baku tukar basket terjadi dari awal hingga akhir, serangan cepat dan tembakan jauh silih berganti hingga kita lupa siapa yang lebih banyak melakukan serangan, keberhasilan dan percobaannya.

Rating Pertahanan

Dari aspek ini kedua tim melakukan pertahanan yang tidak baik. Aspac defensive rating 0.88 atau memberi Pelita Jaya membuat 0.88 point pada tiap satu kali serangan.  Lebih buruk lagi Pelita Jaya rating 0.93 atau membiarkan Aspac menciptakan 0.93 angka pada tiap serangannya. Keduanya mendapatkan kesempatan (77x) menyerang yang sama dalam game ini.

Persentase Atau Usaha?

Rating pertahanan di atas sangat berhubungan dengan total angka yang diciptakan lawan. “Gamenya bagus kok, angkanya ketat seperti celana dalam, eh..!!! Apanya yang salah hingga ada yang harus kalah?” Ujar para Voices di kepala saya. Nah, pada game yang ketat seperti ini banyak hal kecil yang sering terlewat atau dianggab biasa saja bahkan baik-baik saja. Hingga akumulasi dan pemuncakan semua data baru kita cemberut.

Komentar.. (NBL Indonesia)

Komentar.. (NBL Indonesia)

Ada beberapa departemen yang ingin saya perhatikan di sini dan hubungannya dengan baik buruk pertahanan. Pertama adalah tinggi rendahnya % keberhasilan tim menembak (FG%) dan jumlah usahanya (FGA). 3FG% dan 3FGA, tinggi rendahnya FT% dan FTA lalu turn over.

FG Aspac  29-77 (38% saja) dan Pelita Jaya 26-64 (41%). Angka di sebelah ini menunjukan kalau PJ menembak lebih baik 3%. Tapi pada game ketat seperti ini apalah artinya lebih baik persentasenya kalau lawan membukukan usaha yang berhasil (made attempt) 3 kali bola masuk lebih banyak pada FGA yang jauh lebih banyak lagi. Dari sini angka Aspac sudah pasti lebih banyak, terlepas lawannya menembak lebih baik.

3FG Aspac 7-24 (29% saja) dan Pelita Jaya 7-16 (44%). Lagi-lagi tim yang bermarkas dekat rumah saya ini menembak lebih baik. Kali ini dari luar garis tiga angka. Ironi adalah Aspac (Yang markasnya jauh dari rumah saya.. HRAAAGH GAK PENTING!!!) melesakkan jumlah bola yang sama dari luar garis tiga angka. Tentu perolehan angka kedua tim dari 3 angka totalnya sama. Ini dicapai Aspac dari 3FGA yang jauh lebih banyak. Dibiarkan menembak?

Komentar.. (NBL Indonesia)

Komentar.. (NBL Indonesia)

FT Aspac 7-13 (54% saja) dan PJ 9-12 (75%). Betul, sekali lagi Pelita Jaya lebih baik menembaknya banding lawannya dari garis amal. Tetapi lagi, usaha tim yang markasnya.. HADEEEH! Aspac satu FTA lebih banyak. Disiplin menjaga bola, rotasi bantuan penjagaan saat ada tusukan ke dalam?

Dan si Monster yang di bawah tempat tidur saya pun angkat bertanya. “Dari mana segala usaha Aspac yang lebih banyak di atas itu datang? Bukankah kedua tim sama-sama menyerang 77 kali?”

TO Aspac yang hanya 9 banding Pelita Jaya yang 14 memberi keuntungan tersendiri dalam rangka yang sebenarnya membuat percobaan ASP lebih banyak. Dari TO PJ ini mereka mampu merubahnya menjadi 12 angka. Dibantu lagi dengan serangan cepatnya yang membukukan 16 angka. Belum lagi penambahan usaha dari Offensive Rebound Aspac yang 15 kali (PJ 7 saja). Disiplin pertahanan Aspac yang membuat PJ TO lebih banyak, atau? Pertahanan PJ yang lengah dalam melakukan box out tuk memetik def. rebound, atau?

Banyak hal lain yang pastinya juga menyumbang gegap gempitanya pertandingan semalam. Tetapi lagi pertahanan memang sangat harus diperhatikan. Membatalkan sebuah usaha menembak lawan juga sangat penting untuk dilakukan. Kasarnya kalau lawan tidak ada attempt-nya, tentunya tidak akan ada kemungkinan sebuah kulit bundar bisa masuk ke simpai.

Barang pasti persentase menembak yang rendah dari lawan juga menjadi parameter pertahanan yang baik. Namun sekali lagi banyak dari pelaku Bolabasket yang lupa bahwa sebuah usaha yang di gagalkan atau tidak jadi menembak merupakan hal yang tidak bisa dipandang sebelah mata dalam pertahanan. Redam usaha menembak lawan, dan persentase tembakan lawan akan mengurus dirinya sendiri. Batalkan!

Pada saat tertinggal 3 angka di ujung pertandingan, PJ meminta time out dan merancang sebuah inbound yang sangat sempurna dari bawah basket untuk si inbounder (Ari Chandra) menembak 3 angka di pojok kanan. Terbayang kalau usaha ini berhasil. Yah, namanya juga melamuun..

“Melamun markasnya dekat rum..” 

TAAANG!!!

(Kunci Inggris melayang..)

Iklan

11 responses

  1. kang siomay

    angkat gelas dulu kakak, sudah lama kita tidak mbaca kakak punya blog ini, utak atik mesin terus sepertinyaaa

    10/02/2014 pukul 15:24

  2. mbing

    salut aras analisanya.,,
    pas baca tulisan coach oki tenting “menggagalkan usaha menembak lawn” saya jadi teringat kata pelatih negara tetangga sebelah (yang sukses ikut world cup di spain besok), baru kemaren dis ngomong di lapangan dengan lantang “hands up and close out is not enough, you must challenge every shoots guys”
    hmmm

    10/02/2014 pukul 23:35

    • Bikin ini menjadi habit yg menjadi tantangan tersendiri..

      12/02/2014 pukul 01:07

  3. Anonim

    coach Ocky, saya mau tanya banyak perihal devensife rating…bisa dibantu kah? maturnuwun

    11/04/2014 pukul 09:27

  4. Anonim

    terimakasih atas waktunya Coach, adakah formula atau rumus sederhana tentang individual defensive stops?

    11/04/2014 pukul 10:42

  5. Anonim

    bagaimana rumus sederhana itu, Coach? boleh saya tahu..maturnuwun

    11/04/2014 pukul 11:16

    • Offensive Rating Individu yang pemain A jaga = Individu Defensive Rating pemain A

      11/04/2014 pukul 11:21

  6. Anonim

    “Bikin ini menjadi habit yg menjadi tantangan tersendiri..” quotes of the day ni coach.hehe

    24/09/2014 pukul 11:18

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s