What goes around comes around..

Satu Pertandingan – Banyak Pelajaran.. (2)


 

Betul, memang tidak semua orang akan lihat pertandingan dari kaca mata yang sama. Pagi kemarin saya menikmati Nets menjamu Raptors. Ini kan hanya sebuah pertandingan, tapi pelajaran yang bisa kita ambil darinya sangat banyak sekali. Dan itu semua terpampang jelas di depan mata kita penikmat Bolabasket. Potongan video hanya berdurasi 4:41 saja, tetapi bercerita banyak.

Tidak sedikit situasi sepanjang pertandingan ini yang bisa kita kupas. Kenapa begini dan kenapa begitu sering liwat mondar mandir di benak saya. Sampai pada ujung pertandingannya baru saya memutuskan kalau ini sebaiknya di-share di media ini. Ijinkan saya berbagi..

Time Out

Saat waktu tersisa 17.4 detik di qtr 4, angka 103-100 Nets memimpin, Coach Dwane Casey (Raptors) meminta time out yang sangat krusial bagi timnya.

dengan presisi ruang dan peran (Lihat siapa saja yang ada di dalam lapangan saat mereka butuh angka) yang sempurna dia merencanakan play yang sangat baik bagi timnya untuk mengambil 2 angka saja.

Seting Serangan Sempurna..

Mungkin juga niat set up-nya untuk 3 angka, tapi karena situasi dan waktu masih ada, 2 angka pun cukup untuk membuat timnya tetap di game ini.

John Salmon melakukan tusukan kedalam mencatatkan 2 angka untuk timnya, 103-102 sisa waktu 12 detik! Hebatnya lagi Coach Casey masih menyisakan satu 20 sec. time out untuk tim kalau-kalau masih dibutuhkan nantinya.

Sebaliknya kita semua juga akan penasaran apa yang pelatih kepala Nets bahas pada time out yang diminta oleh lawannya. Brooklyn bertahan tentunya sudah membahas apa yang kira-kira akan dilakukan oleh Raptors di posesi serang mereka. Hingga siapa pemain yang di dalam juga pastinya sudah mereka pertimbangkan untuk melakukan pertahanan yang terbaik yang Nets punya.

 

Sontak setelah kedudukan berubah menjadi 103-102 setelah Salmon lay up, Brooklyn meminta time out yang tinggal semata wayang.

Dalam keadaan memimpin dan waktu masih menyisakan 12 detik di pertandingan, ini sangat menentukan. Kalau kita ambil, inbound jadi maju lebih dekat ke ring lawan. Artinya waktu yang terbuang jadi sedikit, sementara kita mau membuang waktu.

Kalau kita tidak ambil, inbound akan dilakukan di bawah keranjang kita. Artinya kita punya kesempatan menghabiskan waktu beberapa detik atau akan menghabiskannya kalau lawan tidak berhasil melakukan sacrifice foul.

Kalau mereka sacrifice foul berhasil, kita dapat 2 tembakan bebas (Bonus situation). Kemungkinan ciptakan angka masih besar dari garis amal ini. Lalu Toronto pasti akan ambil lagi time out terakhir mereka. Kita gunakan itu untuk memaksimalkan rencana pertahanan kita.

Beberapa situasi lain mungkin berkembang berkenaan dengan ambil atau tidak ambilnya time out terakhir Brooklyn. Jadi memang situasi ini sebaiknya sudah terpikir matang sebelumnya.

Khususnya untuk time out terakhir kita, semua kemungkinan mesti kita informasikan ke pemain. Kita akan melakukan ini kalau situasinya begini, kalau situasinya begitu kita akan melakukan itu, misalnya.

Hingga situasi dimana Raptors mencetak angka dari TO Nets, tim tidak kebingungan mau melakukan apa. Bahkan dari bahasa tubuh beberapa pemain Nets mengharapkan timnya meminta time out yang sudah mereka tidak punya.

Perhatikan juga TOR menggantikan Novak dan memasukan Patterson pada time out yang diminta oleh Kid. Gerakan pergantian pemain ini nampaknya untuk tujuan pertahanan, karena Patterson lebih atletis banding Novak. Bonusnya malah berbuah angka terakhir Raptors dari Patterson.

Coaching Staff

Pelatih kepala hanya manusia, dia tidak bisa dan tidak mungkin mampu melihat segala situasi di pertandingan. Untuk ini jajaran pembantu pelatih sangat penting untuk dimiliki.

Coach Casey saat time out terakhir Nets, menggunakan kesempatan ini untuk membahas kemungkinan serangan yang akan dilakukan oleh lawannya. Dia serahkan disain pertahanan kepada staff-nya. Asisten pelatih inilah yang menggambarkan kemungkinan inbound play dari Brooklyn hingga semua tertutup untuk di intersep oleh Raptors.

 

 

Ada peluang untuk ciptakan 2 angka karena Paul berdiri bebas. Tetapi lagi memang mungkin Nets hanya mau menghabiskan waktu saja, jadi bola di arahkan ke belakang.

Intinya perlu hati yang besar dan rendah untuk mau menyerahkan disain pertahanan pada staff di saat seperti di pertandingan ini. Hal ini juga mestinya sudah sering disimulasikan di latihan. Terlebih lagi Coach Casey tahu betul siapa Coach Tom Sterner asistennya itu.

Ekspresi Pelatih di Pinggir Lapangan

Kita kenal di liga lokal kita banyak pelatih yang punya ekspresi yang banyak berbeda. Ada yang sepanjang pertandingan duduk manis saja tidak terlihat ada usaha untuk memimpin timnya yang sedang bermain. Ada yang berdiri terus sampai pertandingan habis. Ada yang meluap-luap kala situasi tertentu dan sebaliknya ada yang tenang kala situasi genting.

 

 

Seorang pengurus di salah satu tim yang pernah saya latih, suatu waktu bertanya pada saya. Dia tidak suka melihat saya diam tidak banyak ekspresinya. Hehe.. Mungkin dia salah lihat pertandingan kali ya. Dia juga bilang kalau saya diam itu saya lagi kosong (blank) pikirannya. Saya bilang ya karep mu wae, hehe..

Bebas mau berekspresi apa saja asal tidak berlebih dan masih sesuai dengan peraturan pertandingan. Tapi saya lebih senang kalau ada sesuatu yang baik terjadi, mikir untuk berikutnya. Kalau ada sesuatu yang buruk terjadi pada tim kita di pertandingan, juga mikir baiknya melakukan apa selanjutnya.

Pada pertandingan ini ekspresi senang dan susah silih berganti. Dan kita semua tahu di pertandingan ini siapa yang tersenyum terakhir.

 

Ayo semuanya bilang, kejuuuuuuuuuuu… *senyum

 

 

 

Iklan

5 responses

  1. dwi prasetiyono

    saya setuju dgn coach oki yang diam bukan berarti blank, lebih baik berfikir apa yang selajutnya harus dilakukan oleh tim, daripada kita marah2 ke pemain yang melakukan TO atau tidak menjalankan game plant ( level nbl ). kontribusi setiap level berbeda terhadap tim, klo se level nba pelatih mungkin hanya 10 % sisanya pemain yang melakukan eksekusi dilapangan.

    29/01/2014 pukul 12:17

  2. bbb

    coach mau tanya gaya permainan tim misalnya run n gun,in out game atau simple basket tu sbenar nya ada berapa macam coach?dan bagaimana cara menentukan gaya permaina yang cocok untuk tim yang sedang berkembang(belum punya khas main nya)?

    14/05/2014 pukul 10:40

    • Banyak macam, tapi yg lebih penting adalah menentukan gaya permainan yang paling tepat buat tim.

      Perhatikan keterampilan, kekuatan, postur tubuh atletis tidaknya dan basketball iq pemain dalam tim. Dari sini dapat menentukan model serangan dan pertahanan yg paling cocok..

      14/05/2014 pukul 19:36

      • bbb

        bs di sebutkan tidak coach apa saja macam2 nya?agar tim kami dapat menentukan mana yang cocok untuk kami coach?terima kasih.

        16/05/2014 pukul 07:13

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s