What goes around comes around..

Produksi, Produksi dan Produksi!!!


Pop berproduksi.. Pic: Inet

Seorang pemain penyerang Bolabasket masuk menusuk ke dalam dari sisi kanan.Rekan lainnya melakukan up screen untuk penembak lainnya di sayap dari sisi satunya. Seolah betul-betul ingin melesakkan bola melalui lay up, pemain yang dribble masuk tadi memberikan umpan untuk temannya yang sudah terbuka di pojok kiri. “SWOOSH!!!” Tembakan 3 angka dari kiri pojok hasil umpan dan kerjasama yang baik.

Halo semuanya, apa kabar? Seperti biasa saya memang agak lemot dalam melakukan update blog ini. Waktu berjalan tidak lamban dalam apapun yang kita lakukan. Dan dalam rentang waktu masing-masing kita tentunya sudah banyak hal yang terjadi. Entah itu baik atau buruk buat kita atau sekitar. Perubahan, tumbuh dan kembang memakan waktu.

Paragraf pembuka di atas adalah gambaran salah satu play yang saya suka. Tidak memaksakan sesuatu dan dilakukan dalam kerangka usaha sebuah tim. Masih banyak lagi play lain di penyerangan ataupun pada model pertahanan sebuah tim Bolabasket. Nanti kita kembali ke sini lagi.

Sementara ini 12 tim Bolabasket yang berpartisipasi, hmm.. Ralat, maksut saya tim-tim yang berkompetisi di liga Bolabasket Indonesia atau yang kita kenal dengan National Basketball League Indonesia (NBL Indonesia).

Pada hampir semua di banyak kesempatan wawancara usai pertandingan, menejer atau pelatih sering kita temukan mengungkapkan kalimat-kalimat berikut, (1.) “Para pemain bermain terlalu tegang hingga kami kesulitan melakukan tembakan yang baik!”, (2.) “Pemain kami bermain tidak sesuai seperti rencana permainan kami.” Atau.. (3.) “Fisik pemain kendor pada saat akhir pertandingan!” (Masih tetap 1,2 dan 3 tuh, Tem..)

Tiga model komentar dari pembina tim (menejer/pelatih) di atas sudah memperlihatkan hasil pekerjaan para pembinanya pada rentang waktu tertentu. Kesan komentar (1.) Menjelaskan bahwa pemain yang salah untuk terlalu tegang, sementara kami (pembina) tidak tegang, kok! Kalau saja para pemain tidak terlalu tegang, kemenangan sudah pasti kita ambil.

Kesan komentar (2.) Berkata bahwa pemain salah karena tidak menjalankan rencana super canggih tim yang sudah kami susun agar supaya kemenangan pasti datang menghampiri.

Kesan komentar (3.) menerangkan kalau persiapan fisik tim sudah maksimal, artinya kami pembinanya sudah melakukan rangkaian penguatan semua aspek fisik tapi memang pemainnya saja yang tidak kuat pada akhir pertandingan. andaikan pemain kuat sekuat program fisik kami, pasti menang terus!

Itu semua yang saya tangkap saat membaca atau melihat komentar-komentar seperti di atas. lalu saya pikir.. Tentang komentar (1.) Mungkin akan jauh lebih baik lagi kalau pembina berbagi cara agar tidak terlalu tegang saat menghadapi pertandingan (kalau memang pembinanya juga tidak terlalu tegang).

Lalu melatih dengan pembinaan mental yang cukup dan patut untuk jenis olahraga permainan seperti cabor Bolabasket ini. Hingga datang saat-saat genting yang menegangkan di pertandingan tidak akan mempengaruhi banyak pada penampilan para pemain. Tim perlu waktu lebih lagi untuk latihan mental atau memang latihan mental belum dilakukan.

Tentang komentar (2.) Sama baiknya kalau sudah dilakukan pembinaan mental agar supaya semua pemain dalam satu tim akan selalu pada satu pikiran dan tidak memiliki cara masing-masing di pertandingan. Menariknya lagi, apakah rencana super canggihnya sudah segaris atau setara dengan kemampuan dan keterampilan pemain dalam tim tersebut?

Sangat mungkin kalau pemain tidak bisa eksekusi rencana permainan kalau sebenarnya mereka kesulitan melakukannya. Kita mau pastikan semua rencana permainan tim sesuai dengan kemampuan, keterampilan dan juga karakter pemain.

Tentang komentar (3.) juga demikian, pada setiap musim atau pertandingan sudah barang pasti tim akan melakukan evaluasi penampilannya. Kalau sudah melewati evaluasi yang menyeluruh tentang kepastian kekurangan fisik para pemain, barulah dari sini bisa dilakukan modifikasi lain tuk memajukan atau meningkatkan penampilan fisik tim. Tetapi apakah kalau fisik tim paling super sudah pasti menjamin sukses sebuah tim Bolabasket?

Mengangkat ke permukaan tentang buruknya persentasi menembak tim malam itu, memuji pertahanan lawan atau memuji penampilan seorang individu dari tim lawan sangat baik dilakukan saat kita kalah. Ini menepis anggapan pembaca atau pemirsa bahwa pembina menyalahkan pemain.

 

Tapi saya bukan sedang melamunkan tentang komentar. Yang terbang melayang dalam benak saya adalah bahwa kenyataannya semua kejadian di dalam dan di luar pertandingan dari sebuah tim adalah produk dari si pembina.

Pemain terlihat emosi dalam banyak kesempatan di pertandingan, pemain bermain sendiri-sendiri tanpa kerjasama tim yang baik atau kemampuan menembak individu maupun kemampuan menembak overal tim yang baik.

Semuanya di atas adalah sekali lagi produk dari si pelatih dan organisasinya. Di atas juga saya singgung tentang rentang waktu tertentu. Produksi memerlukan waktu, mutlak. Minimal 3 bulan untuk latihan fisik dan lebih lagi untuk teknik dan kerja sama tim. Pada rentang waktu yang lebih panjang lagi sudah barang tentu kita akan menampilkan produksi dari sebuah karakter yang menangan di masyarakat kita.

Selama tim mau belajar dan diajarkan bagaimana bekerja sama satu dengan yang lainnya, semua play penyerangan maupun pertahanan akan dapat dieksekusi dengan baik. Saat bermasyarakat bukan menjadi masalah nantinya.

Beberapa waktu lalu saya menyaksikan bagaimana Lakers dihajar oleh Mavs. LA memang sedang buruk, tapi Dallas bermain penuh percaya diri. Tapi selanjutnya saya juga menyaksikan bagaimana MAV tidak berdaya dikepung serangan demi serangan dari San Antonio. Terbayang bagaimana solidnya Spurs sebagai sebuah produksi matang.

Bicara soal waktu? Cek produksi Gregg Popovich dan menejemen Spurs, berapa lama mereka mematangkan 3 pemain kuncinya. Cek karakter pemain kunci mereka sebagai suatu produksi. Lalu mereka meracik produksi role players, apik tenan! Pemain dan tim hanyalah sebuah produksi semata dari usaha pembinanya. Membina, membina dan membina!

Produksi, produksi dan produksi..

*Ngelamunlagi..

Iklan

5 responses

  1. mbing

    lama ga ngunjungi lapak ini, selalu menarik tentang apa yang ditulis coach, bagaimana kita pandai bermasyarakat dengan cara hidup berorganisasi dan menjalankan dinamika di dalamnya.

    02/02/2014 pukul 12:45

    • Piye kabare,

      Kalau ke Jakarta kabari ya, ngopilah kita. Hehe..

      02/02/2014 pukul 14:38

  2. mbing

    saya mah udah di jakarta coach, dapet kos di daerah jelambar, deket ma asaba, mes anak2 n kantor.,
    hehhe
    (telat kabar berita nih si coach..,)

    03/02/2014 pukul 01:22

  3. Taufik Shaleh

    Semua tentang proses.. Jadi teringat ketika porprov JaBar kemarin, team yang menjadi juara adalah team dengan proses yang matang, Kota Bandung !!
    Walaupun secara materi, tidak terlalu wah, tapi mereka menjalani proses latihan yang bagus, hampir 1 tahun berlatih 6 hari/minggu, sementara daerah lain baru mulai berlatih 3-4 bulan menjelnf penyelenggaraan, itupun hanya 2-3 kali per minggu.. Terbayang betapa solid team kota Bandung..
    and that is absolutely result of production, production and production..!! Ain’t that sir..? ;)

    08/12/2014 pukul 12:34

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s