What goes around comes around..

Mo Masu Got!!!


Follow Through Pic: Inet

Pasti ada kepentingan, keinginan, keperluan atau apa pun itu namanya di balik tindakan atau kegiatan siapapun. Seorang ayah berangkat pergi kerja pasti dilatar-belakangi dengan keperluan akan memenuhi kebutuhan anak-anak dan istrinya. Lalu sampai tempat kerja dia bisa membantu institusi dimana dia bekerja atau tidak membantu sama sekali tergantung apa yang mau dia capai.

Latihan pada cabang olahraga apa pun mestinya juga akan terkait tidak jauh dari apa yang ingin diraih pada waktunya.

Mau menjadi tim juara? Oke semua kita harus bersiap untuk bisa mencapai target tersebut. Bagaimana caranya? Latihan, sarana, prasarana, sumber daya manusia pendukung sampai anggaran dana untuk semua yang mau dicapai. Semua yang mau dicapai itu juga akan dipengaruhi oleh di level atau jenjang mana kita mencapainya, kapan?

Ambil contoh sebuah latihan menembak bebas di Bolabasket.  Misalkan sebuah tim punya rataan Free Throw hanya 60%. Di liga lokal mereka sudah yang terbaik dan bisa menjadi juaranya dengan rataan hanya segitu.

Pada saat tim itu akan bertanding melawan tim-tim dari liga luar negeri, sudah barang pasti angka rataan tersebut tidak akan membantu tim ini. Lalu apa yang harus dilakukan, tidak ada cara lain selain harus meningkatkan angka-angka yang biasanya bisa membawa sebuah tim juara di liga lokal. Yang biasanya field goal hanya 47% sudah banyak membawa kemenangan, ya sebaiknya meningkat pada persiapannya. Hingga ketika tim ini menghadapi lawan yang lebih kuat, mereka ada peluang untuk menang.

Lebih serius dari sisi pendekatan mental latihan! Yang kalau pada tekniknya harus diberi pembebanan yang lebih lagi untuk bisa bersaing dengan tim luar negeri tadi. Demikian juga pada fisik..

Sekali lagi dan akan saya ulang-ulang terus di Blog saya, apa yang kita lakukan sehari-hari ini apa yang mau dicapai? Dapat apa kita dengan durasi berjam-jam menghabisakan waktu dilapangan berpeluh lari-lari gak keruan. Tentukan dahulu apa yang mau dicapai di level mana, baru semua latihan mengarah ke target pada jenjang tertentu tersebut.

Semua pemain sebaiknya tidak melakukan latihan tembakan bebas sekenanya saja. Pertumbuhan tidak akan terjadi. Pengulangan latihan yang banyak pun belum tentu akan membantu!

Pada teknik tembakan bebas, kurangi gerakan-gerakan lain yang tidak perlu. Misalnya setelah follow through (Gerakan ekstensi penuh siku lurus dan tangan ditekuk habis) penembak langsung mundur kebelakang. Melangkah kesamping dan sebagainya sangat menentukan hasil dari sebuah tembakan bebas.

Yang sudah punya kebiasaan buruk mundur atau melangkah kesamping setelah tembakan bebas, rubah! Pada level lebih tinggi lagi dijamin sumbangan angka dari garis amal ini akan sangat-sangat minim. Dan kalau kita tetap melakukannya, dapat dipastikan kita sudah terbiasa untuk menang di kandang dan tidak mau maju menang di level yang lebih tinggi lagi.

“Tapi kan kalau tembakan bebas buruk kita tetap digaji kan?” Betul sekali, buruknya permainan kita ternyata tidak mempengaruhi pendapatan seorang pemain lokal pro kita. Ini sebabnya semua kembali ke judul tulisan ini. Mau dapat gaji besar, ketenaran sampai mau jadi raja kecil. Atau mau dapa pukul sampe masu got!?!?

Oma: “Ose biking apa baku pukul deng 4 orang sekaligus, mo kasi tunjuk jago?”

Opa: “Beta mo dapa peningkatan prestasi dari sisi angka-angka. Be pukul 4 orang la 5 orang masu got!”

Oma: “Heee.. la tu satu orang lai masu got sapaaa???”

Opa: “Opa!”

Oma: “#!@^&*$..”

Iklan

4 responses

  1. maap nih OOT tapi saya sudah liat review bos tentang karbu, saya jadi tertarik buat make koso 28 udah pasang malahan, diseting 35/108 kok mekanik udah bilang bakalan jebol mesin ya, butuh saran

    31/07/2013 pukul 23:12

  2. Hahaha.. Iya gpp mas Hakim, kemungkinan mekanik khawatir pembakaran terlalu miskin gas/bensin. Lanjut di https://ockytamtelahitu.wordpress.com/2010/01/07/jatuh-cinta-keihin-pwk28-sudco/ aja ya mas, hehe.. Makasih :)

    31/07/2013 pukul 23:38

  3. Intinya kita harus mengejar suasuatu yg jelas, bukan buram seperti ppada saat coachmemberikan arahan paa awal seasson “kita mau lebih bagus dari taun kemaren”
    Pertanyaannya adalah sebagus apa ? Emang kita kemaren kurangnya dimana ? Nah kan. . .
    Tappi kalo apa yg kita kejar jelas (angka2) pasti pemain n staff pelatih fokus meraihnya, bahkan tau tau kita udah melampaui apa yang dkatakan pelatih “bagus”
    Hehhe

    05/08/2013 pukul 17:47

  4. Didik Haryadi

    Bagaimana untuk pemain yang keadaannya non profesional apalagi untuk daerah yang kurang berkembang seperti daerah saya,banyak pemain yang sebetulnya menurut saya berpotensi tetapi dari fundamentalnya pertama diajarkan hanyauntuk senang terhadap olahraga bola basket,tetapi itu dibawa sampai mereka masuk dijenjang SMA yang berakibat banyak fundamental yang salah padahal itu sudah level SMA,ingin merubah tetapi sudah terjebak dalam sistem yang kuat dan jika merubah maka harus siap disingkirkan dari suatu komonitas…….

    07/08/2013 pukul 16:48

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s