What goes around comes around..

Nama Tuhan & Sistem Kontrol


Gambar

Berlari terengah-engah, pemain basket yang sudah tidak muda ini kegirangan berada di dalam lapangan basket.  Pada sebuah turnamen antar alumni dari SMA Jakarta, dia sangat berbahagia bermain (Dengan rasa sakit di lutut kanannya) kian kemari dalam lapangan. Rentang satu minggu dua game, saya bermain 40 menit penuh tanpa diganti.

Iya betul, pemain itu adalah saya yang beruntung masih ada kesempatan bermain basket di lapangan dan masih bisa menikmatinya tanpa halangan berarti.

Dari sini rasa syukur saya panjatkan ke Tuhan. Bolabasket selalu menjadi bagian penting dalam hidup saya. Bukan segalanya tetapi tidak bisa saya pungkiri kalau cabor ini betul-betul menarik hati sejak belia. Jadi ketika saya tetap bisa menikmati permainan ini sebagai pemain yang bermain, rasa nikmat itu benar-benar kental padat. Siapa lagi bagi saya yang bisa membuat rasa ini lekat sampai saat ini kalau bukan sang Pencipta. Berterima-kasih sangat..

Berolahraga itu menyehatkan, olahraga prestasi menjauhkan kita dari hal-hal yang negatif. Sudah bermain dapat kenikmatan karena “happy”, lalu dapat kesehatan dan jauh dari hal-hal buruk dunia. Semuanya buat kita dari yang di Atas! Lalu Tuhan yang kita percaya akan mendapatkan apanya?

“Kenapa sibuk mikirin Tuhan harus dapat sesuatu, Ky?” Melalui Direct Message di Twitter saya ditanya (Ini yang nanya seorang wanita cantik pedagang mobil sport).

Saya pikir segala sesuatu akan dan harus kembali pada entitas yang kita percaya sebagai Tuhan, betul? Hampir semua kepercayaan mengimani hal ini. Amal, sedekah dan banyak lagi yang bisa kita kembalikan padaNya sebelum kita kembali menghadap.

Meninggikan nama Tuhan kita! Menikmati bermain basket di lapangan juga menjadi hal yang disenangi Tuhan. Saat kita bermain sportif dan tidak curang atau aneh-aneh yang lainnya. Lebih lagi nama Tuhan yang kita percaya akan tambah wangi kalau kita bermain dengan baik. Para penonton yang datang akan berdecak kagum sambil bertanya: “Anak Tuhan Yesus itu gerejanya di mana ya?” Atau penonton satu lagi berpikir: “Hebat umat nabi Muhammad yang pake nomor punggung 7 itu!” Pujian dari semua yang menyaksikan pertandingan juga akan selalu datang untuk pemain penganut kepercayaan lainnya.

Penampilan kita dilapangan akan menunjukan karakter kita yang sesungguhnya. Dan Tuhan yang sama itu pula yang akan girang senang karena pembawaan karakter anak-anakNya yang positif baik dan benar.

Ini juga yang menjadi alasan kenapa kita bertanggung jawab menjaga badan kita supaya tetap pada kondisi prima. Menjaga kelakuan kita di dalam lapangan atau luar. Bukan karena kita takut Tuhan akan marah, tapi tentu tidak mau kalau kita kalah dalam “perlombaan” untuk lebih banyak memuji dan meninggikan nama Tuhan.

Buat pribadi, ini yang selalu menjadi sistem kontrol di lapangan dan juga di luar lapangan. Permainan tidak sportif dalam lapangan atau usaha curang bahkan korupsi di luar lapangan sungguh menjatuhkan nama Tuhan kita. Sadar bahwa masih jauh dari sempurna. Ya Tuhan Yesusku Aku hanya ingin berterima kasih..

MAIN BASKET ENAK GILA!!!

Iklan

2 responses

  1. andromeda

    nicely written coach, I totally agree with you coach ocky. our Lord Jesus gave this talent, this passion and this opportunity to play basketball for a reason. dare we say, our calling ? God Bless you coach

    14/03/2013 pukul 22:40

  2. Thanks Coach Andro and that the same Lord will always bless you too..

    15/03/2013 pukul 00:22

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s