What goes around comes around..

Usaha 100% + Cinta = Kenikmatan


Nikmat..      

Ini hujan gak tau kapan berhentinya, memang  beginilah nasib penyemplak roda dua. Bengong habis latihan sambil menunggu hujan reda, mulailah melamun jauh belasan tahun lalu.Di suatu masa saya lihat sebuah tim Basket Nasional sedang bermain Sepakbola. Entah apa rencana si pelatih, tapi yang jelas saya lihat saat itu semua pemain bermain dengan sepenuh hati dan sekuat tenaga. terlihat sekali mereka menikmati apa yang sedang mereka jalankan. Sampai saat itu saya berpikir kalau si pemain ini sebetulnya lebih pantas menjadi atlit nasional Sepakbola. Atau si pemain itu salah memilih cabang olahraga-nya, pikir saya lagi. Semua terlihat sangat bergembira, berlari menyerang dan kembali bertahan dengan suka cita. Sebuah kenikmatan..!!!

Melakukan sesuatu dengan sepenuh hati dan tanpa pamrih memang akan selalu mendatangkan hasil terbaik dari sebuah usaha. Berapa banyak dari kita yang menjadi saksi akan sebuah situasi yang sarat hubungan tentang hak dan kewajiban? Saya tidak lupa saat menjadi pemain, kalau gaji telat, bonus tidak kunjung cair atau makanan tidak enak di mess pasti satu tim uring-uringan. Sontak dan tidak pakai tunggu lama lagi, pasti ada barang yang pecah di mess!!! (Memang! Kami dulu sangat brutal..)

Entah itu para pemain memecahkan lampu depan mess atau memajang salah satu piala untuk dijadikan sasaran sambit batu. Pertama gabung saya ingat piala ada banyak terpajang di meja ruang tamu, saat  keluar dari tim itu tidak ada satu piala pun terpajang! Hehe.. Atau melakukan acara latihan dengan tidak serius dan sekadarnya saja. Intinya pasti ada sebuah penurunan usaha yang berhubungan dengan tanggung jawab kami sebagai pemain basket. Sudah barang tentu pada akhirnya akan menurunkan juga kemungkinan sebuah tim untuk bisa unjuk prestasi terbaiknya.

Lalu saya pikir, kenapa ada satu hal yang bisa membuat kita menurunkan semua usaha positif dimana semua usaha itu hanya akan membuat kita menjadi lebih baik? Kenapa harus ada satu hal yang bisa membuat kita kehilangan kenikmatan dalam melakukan apa yang kita cintai (Dan dibayar  dalam melakukannya!)???

Ketika duduk di bangku SMP, teringat bagaimana saya ingin dan berniat betul untuk bermain Bolabasket. Hingga saat itu tidak ada hujan atau panas model apapun yang bisa menghalangi saya untuk melakukan kegiatan saya hari itu (Sekarang semua tahu, kenapa kulit saya hitam). Segalanya itu dulu hanya karena saya sadar betul bagaimana saya menikmati cabor ini. Main basket enak gila!!!

“Tidak ada satu setan pun yang bisa mengganggu atau merenggut kenikmatan dia bermain”

Kembali ke jenjang berbayar atau “pro”. Segala situasi yang kurang menguntungkan dari sisi hak pemain (Mis: Gaji telat dsb.) sebaiknya tidak menjadi alasan untuk mengurangi segala yang wajib dilakukan si pemain bayaran dan teman-temannya. “Kenapa begitu, pak?” Tanya Mbok Inah pada saya (Gaji beliau kerap telat saya bayar, dunjreeeng..). Karena gaji yang telat akan selalu diusahakan untuk dibayar dan pada saat dibayar apakah nilai pembayaran akan tetap sepantasnya kalau di bulan berikutnya pemain ogah latihan atau Mbok Inah malas kerja? Toh bulan berikutnya akan keluar juga gajinya. Mungkin bulan berikut pantas dipangkas gajinya? Atau..?

Alangkah indahnya kalau kita hidup tidak terlalu pusing dengan segala hak dan kewajiban. Pastinya kita sudah di surga kalau bisa melakukan hal yang kita cintai tanpa memikirkan embel-embel uang. Muluk dan terlalu keluar dari kenyataan. Tetapi memang hanya ini yang saya lihat kala teman saya dulu bermain Sepakbola. Dia tenggelam dalam kenikmatan akan apa yang sedang dia lakukan. Saya yakin saat itu tidak ada satu setan pun yang bisa mengganggu atau merenggut kenikmatan dia bermain.

Berlatih, bermain atau berusaha tidak 100% untuk pemain, bekerja asal-asalan di kantor saat ada hal yang kurang-kurang tadi intinya tidak bijaksana untuk dilakukan. Pasti ada pendekatan lain yang bisa dilakukan sambil semua tetap komit/menikmati tugas di depan mata. Atau.. Memang kita semua salah cabor dan atau salah bidang pekerjaan. Seseorang berkacamata hitam dengan topi baret tiba-tiba muncul berteriak menggunakan megaphone merek toa, “Mana cintanyaaaaaa…???” Dan Tina Turner melantunkan tembang “What Love Got ToDo With It?” Lalu wajah Michael J. Fox terlintas pada film “For Love Or Money” Dan tidak terasa hujan pun sudah berhenti. Pulang ke rumah ditemani lagu Melly dan Ari “Apa Artinya Cinta”   *Jleb..

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s