What goes around comes around..

KOBE: Turunkan untuk menaikkan..


“I am still the best in scoring!” Pic: AP

Sehabis nonton pertandingan malam Natal antara Lakers vs. Knicks, semangat saya bangkit lagi untuk klub NBA kesayangan saya. Banyak hal yang mau dan akan saya tulis, hingga terdengar suara gemuruh petir yang memang belakangan ini sering meletup.

“DAAAAAAAADD…!!! Jangan nonton Basket terus doooong, bantuin aku packing sini..” Iya bener juga suara petir ini. Saya harus bersiap berberes koper untuk keluarga saya yang akan terbang ke Ambon dini hari nanti. Ribet sini ribut sana sebentar, selesai! Langit tenang, tidak ada suara gemuruh istri saya yang merecoki pikiran.

Sampai mana tadi? Oh ok, iya saya sangat bersemangat untuk Lakers dan Kobe Bryant-nya. Menang barusan ini membuat mereka menyamakan runutan kemenangan mereka musim ini dengan 5 kali berturut. Kobe 30+ point pada sembilan pertandingan terakhir. Sejak kembalinya Nash mereka menang 2 berturut. Penyebaran perolehan angka pada game barusan juga sangat menjanjikan. Kobe 34, Meta 20, Nash 16, Howard 14 dan Gasol 13.

Bicara atau memikirkan tentang perolehan angka, Kobe sampai hari ini menjadi pencetak terbanyak . Tapi Lakers baru saja kembali ke .500 menang kalah hari ini. Memang menang delapan kali dan kalah delapan kali bukan situasi yang mereka mau. Tapi lagi ini memang tren yang sangat positif.

Positif buat siapa? Buat LA Lakers sebagai satu tim atau? Mereka memilih pencapaian individu atau hasil maksimal buat sebuah tim? Sejauh ini maksimalnya Lakers masih (seperti biasanya) selalu ditopang oleh ular hitam ini. Tapi situasi individu 3 besar mereka bukan pada masa yang membuat hati nyaman.

Kobe dengan rentetan cidera yang tiap saat akan mungkin kembali lagi seiring dengan umur dia yang sudah tidak muda. Nash dengan kembalinya dari cidera dan umur. Dwight dengan kembalinya dari cidera.

Dan semua pemain dalam tim sedang belajar sistem yang dijalankan oleh pelatih baru mereka. Saya tahu sistem di Lakers harus betul-betul sebuah sistem yang padu dan dimengerti semua pemain (triangle, princeton, run & gun atau apalah itu). Sangat berbeda dengan sistem yang sangat mudah yang diterapkan tim sekota mereka (CP3 offence). Oops..

Jadi dengan semua fenomena yang sedang terjadi, dan kenyataan bahwa ini semua akan sia-sia kalau mereka tidak juara, alangkah asyiknya kalau saat ini Kobe Bryant menurunkan usaha scoringnya supaya semua pemain paham betul apa yang terbaik untuk mereka sebagai sebuah unit serangan.

Mungkinkah rataan angka dia diturunkan sampai 25/game saja (sekarang 29.9/game) atau malah lebih rendah lagi? Tapi dengan ini semua pemain akan meningkat dalam usaha dan keterlibatan mereka dalam tiap serangannya. Sebagai sebuah tim, Lakers akan bertumbuh pesat dan harus pesat. Sambil tak disadari ujung tombak dalam Bryant akan menjaga kondisinya hingga aman dari cidera. Sekali dayung dua tiga pulau terlampaui. Dan kalau semuanya lancar (sebuah harapan dari fans, hehe..), mereka masuk playoffs dan menjuarai semua ini. Hehe.. ;)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s