What goes around comes around..

Niat & Belajar Ngetik..


Niat mau cepat sampai tujuan? Pic: Inet

Kata orang kalau kita melakukan sesuatu pakai perasaan pasti hasilnya bagus. Hmm.. Sabtu kemarin perasaan hati saya lumayan lucu. Tidak selucu OVJ memang, tapi lucunya buat saya menggelitik. Pada hari yang hampir bersamaan dan sama, beberapa hal terjadi disekitar. Marah besar karena pemain baru diminta mengurus mobil mes yang bocor bannya. Erika dan Kenna, dua putri saya menjadi juara 1 dan 2 di EF Spelling Bee contest. Dapat hadiah ulang tahun sebuah alat yang saya perlu! Hampir baku pukul dengan supir taxi di jalan pulang.

Dan.. seribet-ribetnya tengah musim atau persiapan seri final tahun lalu, persiapan awal musim akan selalu memeras perhatian. Kekayaan jumlah pemain Satria Muda Britama sejatinya hanyalah semu belaka. Sepintas kita punya banyak pilihan pemain (Kurang lebih kira-kira ada 273 total pemain), nyatanya tim ini harus berkompetisi di dua liga. Jadi sampai detik ini kita belum final dalam menetapkan pemain mana yang akan bermain di mana. Kusut? Enggak lah, memang sudah jalannya.

Banyak jalan menuju Roma, tapi lagi semua jalan akan kurang berkesan kalau kita melakukannya tanpa kesungguhan dari hati yang paling dalam. “Coach, semua orang juga tahu akan hal itu!” Betul! Tapi kita semua perlu cek ulang kesungguhan kita hanya sebatas keinginan dalam hati saja atau memang sudah benar-benar kita jalankan dalam keseharian kita.

Kampungan, norak dan cemen atau apapun itu kata orang tentang merapihkan (sendal di mess) lingkungan kita, hal ini akan terus saya kejar. Setiap hari betul-betul ingin melihat pertumbuhannya. Lebih bersih, lebih rapih yang ujungnya adalah kesehatan tim fisik dan mental (disiplin). Merapihkan dan mengembalikan alat atau benda yang selesai dipakai di mess, kembalikan pada tempatnya. Wah, sepertinya semua anggota mess berlatar belakang anak orang kaya raya. Semuanya harus dilakukan oleh orang lain, bahkan mematikan televisi di ruang tengah saat selesai menonton. Bukan pemain yang nonton tv tapi tv yang nonton kursi, meja dan teman-temannya.

Masuk tahun kedua jadi kepala di tim nomer wahid negara ini saya berkaca. Wew ternyata rumah saya saja sendal berserakan berantakan tidak karuan posisinya. Saya pikir gimana pelatih bisa membuat timnya bertumbuh kalau dirinya sendiri saja berantakan. Lalu saya tanya pada cermin di dekat saya, “Gak apa-apa kali ya, min.. Diri sendiri berantakan tapi maunya orang lain rapih?” Setelah tertawa kecil lalu dia jawab, “Y4 ga 3is4 X yeee.. ItU nAm4nya lo G4 n14t!!!”

Niat, seberapa kita punya dalam diri kita? Iya kalau bidang yang kita dalami tidak melibatkan orang lain. Bayangkan kalau beberapa orang bekerja sama mencapai satu cita, satu orang kurang niat saja akan sangat berdampak kurang maksimal pada usahanya. Berupaya sepenuh hati untuk meningkatkan keterampilan individu agar tim bertambah kuat juga gambaran langsung dari niat. Seberapa bagus kemampuan menembak kita saat ini? Terus tingkatkan! Rebound individu? Ayo tambahkan lagi kemampuan individu tiap pemain dalam satu tim.

Semua kita juga tahu kalau kurang dari niat yang di atas ini disebutkan, artinya kita hanya numpang sukses saja. Itupun kalau sukses bisa hadir dalam ketidak niatan individu-individu dalam tim apapun. “4pa sih S3benerny3 n14t eLo1-1?” Tanya si cermin tadi.

“Gue sih niatnya supaya dibayarin aja kuliah gue, jadi begitu gue sarjana bisa langsung cari kerja dan hidup senang” Jawab seorang pemain dalam hatinya saat tidak disengaja baca tulisan ini. ” Lalu ada juga yang baca terus mikir.. “Gue liat peluang besar nih mumpung liga lagi semangat, gue jualan sesuatu deh!” Hehe.. Masih banyak lagi kemungkinan niat yang ada dari semua yang dekat dengan cabang olahraga Bolabasket. Tapi, hey! Dalam cabang olahraga apaun atau bahkan dibidang apapun, semua niat harus bertanggung jawab.

Bertanggung jawab atau kalau kata ibu saya, “Menjadi mahluk sosial kita harus bertenggang rasa terhadap yang lainnya!” Ketika memutuskan supaya anak-anak saya ikut spelling contest misalnya. Niatnya bukan supaya juara dan membanggakan orang tua. Tapi lebih kepada memberikan bekal pendidikan dan pengalaman pada Erika dan Kenna. Lalu supaya kelak mereka bisa berguna buat orang lain dan masyarakat. Lebih banyak lagi manusia yang akan berbahagia di masa depan.

Atau saat sebuah taxi hendak masuk mengisi jalur tengah simpang tiga saat jalur dia macet parah tapi jalur saya lancar jaya. Saya beri isyarat dengan tangan supaya dia jangan maju dulu, taxi itu tetap maju mengisi tengah jalan dan tersangkut terhenti oleh macet parah itu. Alhasil semua kendaraan dibelakang saya yang seharusnya lancar jaya jadi ikut menunggu siksa macet. Taxi ini berniat cepat sampai tujuan tanpa memikirkan kendaraan lain dari jalur yang seharusnya tidak macet Menjadi macet karena dia. Keributan kecil pun terjadi, hehe..

 “7rUs N14t eLo1-1 nUl1$ ini 4pa???” Teriak siapa lagi kalau bukan si cermin. Hehe.. Sebenarnya saya lagi niat belajar ngetik aja!
Iklan

3 responses

  1. Anonim

    sudah lama juga tidak ada tulisannya… semangat coach!

    10/10/2012 pukul 12:12

  2. FU nya masih dipelihara mas? ayo selingin pake tulisan tentang motor nya dong :D

    04/07/2013 pukul 02:42

  3. Halo mas, apa kabar? Sekarang sudah lepas entah kemana si FU, hehe.. piara 2 tak sekarang :malu:

    10/07/2013 pukul 01:24

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s