What goes around comes around..

NBL Indonesia: Musim Berikutnya, Belajar Terbang..


Berlari hingga terbang tinggi.. Pic:NBL

Rasanya baru kemarin saya sedikit nyerocos tentang musim perdana liga kita. Buka mata, tutup mata tak terasa kita sudah menyelesaikan musim kali kedua. Ada pernyataan yang sangat kuat dari musim pertama liga kita ini, tahun lalu. Liga tidak main-main dalam memajukan semua yang terlibat di dalamnya! Dari penonton, pemain, pelatih, wasit, petugas meja hingga pemilik klub yang duduk di bangku penonton pun harus di ajari aturan. Sederhana, kalau mau maju ya kita semua harus pegang kuat peraturan. Tidak lupa tentunya evaluasi peraturan.

Semua diatur bagus di liga tercinta ini, bertingkah, berlaku dan berpakaian dan ini dan itu. Gambaran ini betul-betul mengajak dan menyatakan bahwa semua kita harus lebih serius lagi dalam memajukan liga dan yang ujungnya memajukan Bolabasket tanah air. Asli keren dan memang belum pernah ada liga yang secanggih ini di negara yang menentukan kebijakan BBM saja riweh suwariweh!

Penonton

Entah karena memang kelompok pecinta Bolabasket Indonesia dari kalangan yang terpelajar atau memang nuansa disiplin liga. Secara umum penonton NBL Indonesia tahun ini terbilang ramai. Bahkan kalau saya tidak salah tahun ini rekor jumlah penonton lebih dari satu kali terpecahkan. Terima kasih juga untuk venue di Jogja yang kapasitas penontonnya memang mumpuni.

Rusuh atau tawuran? hmm.. seingat saya tidak ada. Penonton liga kita damai dan heboh menyoraki, menyemangati tim yang main bagus! Iya, karena beberapa kota tempat seri dilaksanakan memang tidak punya tim NBL. Jadi memang mereka juga resmi mencari sesuatu yang cantik di lapangan Basket. Permainan tim yang apik, aksi individu yang fantastis mereka elu-elukan. Tidak ada juga penonton yang rusuh karena kepemimpinan wasit atau tidak ada yang gebukin wasit (Kalau ini saya tahu sebabnya: Karena saya bukan penonton!!!). Banyak tim kuat yang kalah dari tim kurang kuat, kurang seru apa, coba? Buat penonton hal ini pasti Seruuu.. Bravo penonton! Musim besok lebih ramai lagi ya datang ke lapangan nonton NBL Indonesia. Ajak adik, kakak, ibu, bapak, pacar, nenek, kakek. Amir juga diajak aja gak apa-apa kok..

Bagus reaksi, Well!

Petugas Meja

Melihat jalan di depan dan juga membaca semua panel yang ada di dashboard mobil. Mungkin ini secercah gambaran apa yang harus dilakukan semua orang yang duduk di belakang meja official pertandingan. Ada yang menjalankan dan mematikan game clock dan shot clock, ada yang bertugas menghentikan pertandingan apa bila ada permintaan time out atau ada apa pun yang memerlukan pertandingan dihentikan.Di negara (dengan kebijakan BBM riweh) kita ini, cabor Bolabasket bukan hal yang baru seperti Tarung Derajat misalnya. Jadi sudah tercipta tuntutan semua orang bahwa petugas yang di meja mengerti jalannya pertandingan.

Kapan misalnya kira-kira para pelatih akan meminta time out.Saat sebuah tim bermain berantakan dan kemasukan berulang kali, meja sudah harus mengerti bahwa sebentar lagi akan ada pelatih yang minta waktu itu. Dan ini sangat penting sampai di tiap kepemilikan bola. Tidak bisa menunggu nanti di bola mati berikutnya.Lalu kalau wasit peluitnya berbunyi, kenapa ada beberapa detik molor baru berhenti waktunya? Pikir saya ada dua kemungkinan, bisa saja memang alat yang bermasalah atau memang petugas meja melamun. Hanya menonton pertandingan dengan aksi-aksinya hingga lupa tugasnya. Tugas-tugas semua orang di meja itu di komandoi oleh orang yang duduk paling tengah meja. Inspektur pertandingan kalau nda salah namanya.

Hehe.. Saya kasihan dengan kerja IP ini, saya ingat hanya satu-dua orang saja yang bertugas. Sementara IP ini sepanjang game kerjanya fokus berfikir. Dua game terakhir di tiap harinya sudah pasti rusuh punya otaknya. Mungkin apa tidak mungkin kalau IP panggil wasit membahas sesuatu call yang bisa dirubah saat pertandingan. Kita tahu di Bolabasket ada call wasit yang bisa dirubah.


Wasit

Apabila tim unggulan dikalahkan oleh tim yang lebih lemah, pastinya game-nya seru dan penonton heboh, terhibur atau apalah nama rasa itu. Namun sebuah game yang di katakan seru seperti model ini juga tidak bisa dijadikan tolak ukur atau parameter maju atau bertumbuhnya liga kita. Malah kalau memang rataan satu musimnya tetap saja si tim unggulan di atas tim non unggulan itu, ada arti yang lain.

Pengadil-pengadil kita di lapangan inilah salah satunya yang perlu kita teliti lebih lanjut kepemimpinannya. Maksudnya mereka-mereka ini dipersalahkan? Belum tentu! Masih ada ini dan itu yang mutlak harus diplototin diperhatikan. Yang pasti kalau memang terbukti atau nyata terlihat mereka buruk atau bias, tim unggulan akan sangat dirugikan. Tinggal sudut pandang masing-masing kita saja yang melihat ini bagus atau tidak buat pertumbuhan liga. Di bawah ini dari tulisan saya sebelumnya tentang wasit:

“Pendeknya wasit kita masih lebih bagus dari wasit Asia lainnya. Hanya saja ini semua harus ditingkatkan lagi dan lebih lagi. Walau teman-teman wasit juga sering jadi lawakan beberapa pelatih dari samping lapangan, saya harap ketegasannya bisa ditingkatkan. Tidak usah pusing sama senior-senioran di kampus atau di Bolabasket Indonesia. kalau wasit masuk rumah sakit apa mereka pada pusing? Wasit pusing nonton video setiap habis game saja buat evaluasi..”

Saya bodoh sekali kalau mau menjadi musuh wasit atau jadi sisi buruk liga. Tapi sepanjang saya berkecimpung di Bolabasket (23 tahun), Performa wasit terburuk adalah pada musim yang baru lewat. Untuk ini saya yakin seyakin matahari warnanya bukan hitam, pembinaan wasit akan harus lebih ditingkatkan. Terutama dalam hal mental, bagaimana setiap call mereka, mereka sangat yakin itu selalu benar??? Saya pikir wasit paling tegas pun akan punya kerendahan hati dalam berpikir, bahwa semua manusia bisa saja salah. Sisi teknik menempatkan diri mencari sudut untuk melihat situasi yang berlangsung di lapangan? Fisik yang prima untuk berlari kesana dan kesini demi sudut (angle) penglihatan? Fisik yang mumpuni untuk pengambilan keputusan saat ujung pertandingan?

Lagi, atau karena fisik yang kurang mumpuni hingga wasit menjadi emosional. Dua kali pelatih kepala SMB dikenakan technical foul. Dan dua call itu semua diambil mereka (dua wasit yang berbeda) saat tidak melihat ke arah si pelatih tersebut. Artinya pasti ada sesuatu yang diucap (makian atau kata yang kasar) hingga wasit mendengar dan balik badan memberi tanda “T”. Saya tidak pernah mengucapkan kata yang tidak pantas buat mereka. Buat siapa pun..

Pada suatu kesempatan saya tanya, “Kenapa saya kamu beri call tersebut?” Spontan beliau jawab, “Gesture, coach..!”. Oke sampai sini saya jadi tahu kalau wasit-wasit tersebut punya mata di belakang kepalanya. Cukup, saya tidak akan memikirkannya lebih jauh. Tapi penasaran (qiqiqiq.. ceqiqiqan sedih mikirin Amir), pas pulang ke hotel saya lihat video. Apa betul bahasa tubuh pelatih itu seperti yang dikeluhkan? Saya pikir mereka lelah dan emosi.

Pelatih

Kata sebelum kalimat ini sudah menunjukan tugas orang-orang pinggiran ini (pinggir lapangan). Melatih supaya para pemain jadi terlatih! Kaget dan betul-betul tidak percaya atas apa yang saya lihat pada game terakhir SMB seri satu di Bandung. Masalah pelatih melatih timnya dengan metode atau sistem apa pun itu bukan perhatian saya. Tapi kalau pelatih di Indonesia jelas-jelas melatih bagaimana cara screen yang bisa melukai lawan, terutama saat bermain lawan tim SM Britama, apa pun itu alasannya saya tidak akan terima. Terlepas hal itu sangat memalukan profesi, SMB sepanjang musim sudah kekurangan pemain karena cidera.

Menariknya video tentang itu dibahas di pertemuan Pelatih dengan Wasit pada seri berikutnya. Tapi malah tidak ada apa pun yang membuat semua keburukan ini akan menjadi baik. Lebih parah lagi  pada pertemuan itu terlihat kita (para pelatih) tidak mau diatur! (berharap pertemuan itu ada CCTV!)

Alhasil kejadian berulang, pada semi final seri Championship. Dengan kata-kata yang lantang dan dengan bahasa tubuh yang jelas terlihat semua orang, pelatih melatih pemainnya yang mungkin memang sudah terlatih sebelumnya di latihan untuk melemparkan sikut ke pemain lawan. Sekali lagi apa pun itu alasannya saya tidak bisa terima.

Dari tahun lalu saya pikir kita semua sudah lebih serius dengan adanya NBL indonesia yang keren ini. Iya, kalau saya bilang keren itu artinya keren! Bukan “KEREEEN”, bukan! Tulus hati saya bilang ini penyelenggaraan liga paling baik sepanjang sejarah Bolabasket di negara (BBM HRAAAGH!) ini. Titik!

Artinya ya dari tahun lalu kita semua harus betul-betul lebih serius dalam pekerjaan kita dengan tanggung jawabnya. Dimana logikanya kita mengajarkan pemain untuk berbuat jahat terhadap lawan. Tim lawan di Olahraga bukanlah musuh yang harus dibinasakan, bukan? Tanpa tim lawan kita tidak akan berarti apa-apa, toh? (Mo maing Basket deng pohon manggustang, ka apa ini? Sampe sini be su mo gila sa!). Liga yang sudah berlari kencang ini kalau kita para pelatih sama-sama berniat untuk maju, tidak lah butuh waktu lama untuk bisa terbang.

Ada sedikit hal yang rusuh saya tuangkan diatas ini semua. Tapi jangan pernah lupa kalau prestasi positif liga NBL Indonesia musim ke dua ini banyak aja kalau tidak banyak suangat. Tidak akan pernah lupa bagaimana Liga membuka game pertamanya di Bandung. Kebetulan SM Britama yang main, wah! Iya itu tadi.. WAH! Keren aja pembukaannya. Penutupannya di Jogja! membuat banyak bulu-bulu halus di badan saya terusik merinding, ding, ding.. Puji Tuhan awal musim dan akhir musim semua penyelenggaraan kompetisi berjalan baik. Dan hanya Tuhan yang bisa bikin seri awal musim di Bandung SM Britama swept semua game. Hanya Dia, Entitas yang sama yang membuat seri Championship di Jogja SM Britama tak terkalahkan. Manis, begitu manis..


Iklan

One response

  1. nc

    sadap.. selamat.

    15/05/2012 pukul 11:43

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s