What goes around comes around..

Wasit Adalah..


Jadi wasit itu tidak mudah.. Pic: Inet

Siapa manusia ini yang mau dicaci dan dimaki penonton, mereka tetap berlari kesana kemari sesuai format jumlah wasit dan luas lapangan basket. Hanya nama atau sebutan wasit yang mereka sandang dan dipandang. Sebelah mata? Bisa saja..

Kadang kita lupa bahwa tidak semua orang mau dan mampu menjadi wasit Bolabasket. Alhasil, terawang saya dari sepuluh tahun di kepelatihan Bolabasket, korps ini dipandang sekedarnya. Kita pasti tidak ingat seberapa penting mereka di cabor ini. Buat sebagian orang malah mereka sebetulnya sangat penting dalam hidupnya. Namun memang kerap korps yang bukan troops ini terinjak dan terabaikan.

Tiga orang yang berbaju abu-abu di lapangan ini mungkin saja sangat dekat dengan keseharian kita. Siapa Mas-Mas itu? Bisa saja dia duduk disebelah kita saat ibadah di Gereja, bernyanyi memuji Tuhan bersama. Mungkin mereka miskin dan kurang mampu, bisa juga mereka orang kaya dan sangat mampu. Kemarin pernah saya berjumpa dijalan dengan seorang wasit yang menunggangi Kawasaki Ninja 250 R. (Gak penting ditulis nih mestinya..)

Juga saya tahu ada banyak dari mereka yang lulusan universitas Olahraga. Guru Olahraga atau Dosen, hey.. mereka bisa saja tetangga sebelah rumah kita. Mereka juga manusia biasa seperti kita semua. Bedanya hanya mereka tiap hari  dan tiap jam baca buku peraturan!

Banyak sekali pekerjaan di dunia yang bisa mereka lakukan untuk apa pun itu alasannya. Hehe, tetap saja mereka berlari mondar-mandir kenyot peluit di lapangan Basket. Kenapa mereka mau lakukan itu semua? Dikejar orang untuk mau dipukul, bahkan babak belur di aniaya digebukin sampai masuk ICU.

Jangan-jangan memang mereka bodoh-bodoh? Tidak juga, mereka hampir semuanya sarjana yang sudah menyelesaikan pendidikan mahasiswanya. Mereka tolol? Huh, bandingkan dengan saya yang lulusan SMU sahaja! Tepis jauh topik bodoh, tolol, bego dan turunannya.  Pelatihan wasit yang kontinyu yang harus dipikirkan lebih pintar lagi.

Jajaran wasit di Indonesia sudah melalui pemilihan, pelatihan, tes dan diberi lisensi. Hal ini juga yang membuat wasit-wasit kita dipandang di luar negeri. Mereka kerap diberi tanggung jawab memimpin partai-partai penting di even-even Asia.

Jujur kalau lagi tanding di luar negeri, saya muak sangat dengan wasit sono noh. Pelatih Tim Nasional kita saja pernah membanting bangku di sebuah pertandingan di Malaysia karena kesal oleh wasit negara luar. Untuk hal ini saat itu saya sangat setuju pelatih kepala membanting bangku, “Ini bangku satu lagi Mas, lempar saja ketengah lapangan, sekalian ini pisau belati lempar ke jidadnya!!!” Ujar saya di mimpi malam itu. Serius, sampai terbawa mimpi!

Pendeknya wasit kita masih lebih bagus dari wasit Asia lainnya. Hanya saja ini semua harus ditingkatkan lagi dan lebih lagi. Walau teman-teman wasit juga sering jadi lawakan beberapa pelatih dari samping lapangan, saya harap ketegasannya bisa ditingkatkan. Tidak usah pusing sama senior-senioran di kampus atau di Bolabasket Indonesia. kalau wasit masuk rumah sakit apa mereka pada pusing? Wasit pusing nonton video setiap habis game saja buat evaluasi..

Hati saya berjalan bersama kalian yang mau berkorban demi olahraga yang kita cintai ini. Cinta? Memang apa lagi namanya yang kalau sudah dimaki dan dilecehkan sampai wajah bonyok tapi masih mau sibuk dengan basket kalau bukan cinta? Siapa manusia ini yang berjalan bersama manusia biasa lainnya? Dosen, pengusaha, guru, miskin, kaya – kalian bagian penting buat cabor Basket. Mereka mau meningkatkan prestasi profesinya seiring para pelatih mau sama-sama maju dan memajukan Bolabasket. Tuhan memberkati manusia ini..

Iklan

9 responses

  1. marthin kana

    Setuju sekali dengan apa yang ditulis oleh coach Ocky. Semua kembali lagi kepada pribadi masing-masing dalam menghargai setiap pekerjaan yang mereka tekuni. Untuk cabor basket sendiri, wasit sudah ditempa dengan ilmu dan fisik. Selama lebih dari 1 jam 30 menit berada di dalam lapangan untuk focus dan mengatur fisik sendiri, mengamati 24 pemain yang bermain bergantian untuk 2 team. Semua ini tidaklah mudah bagi seseorang untuk menjalaninya. Manusia tidaklah sempurna, kesempurnaan hanya milik Tuhan. Tetapi bagaimana caranya, setiap manusia bisa menghargai manusia lain, jangan diliat dari pekerjaannya tetapi dari tanggung jawab pekerjaan yang dilakukannya.
    Maaf kalo komentar saya tidak berkenan…

    God bless basketball Indonesia

    Marthin Kana
    Ref ID #221

    13/11/2011 pukul 09:39

  2. Mantap Ref..! :D

    14/11/2011 pukul 10:29

  3. Zuna

    Miris sekaligus tragis coach…
    Krn setau saya pekerjaan sbg seorang wasit itu cuma sbg sampingan saja, banyak wasit yg mempunyai pekerjaan utama. Mereka mw menjadi wasit krn kecintaannya pd cabor ini.
    Bukan bermaksud “mata duitan” tapi, apakah pantas dgn gaji tertentu (dilarang membongkar rahasia dapur orang lain) orang2 bisa memaki2 dan menghina apalagi memukuli seorang wasit???
    SIALAN…!!!
    Parah bgt tuh manusia, sampe setegaa itu.

    Jujur saya katakan, wasit memang terlihat gagah dgn seragamnya dan pluit yg mengantung di lehernya. (Sampe skrg saya ingin tukaran kostum dgn wasit pada saat pertandingan berakhir, seperti di sepakbola) hehehehhe.. Ngarep bgt.

    Singkat kata, sesuai dgn judul tulisan ini. Jika diperbolehkan saya medefenisikan arti wasit adalah.. Wakil Tuhan di lapangan pertandingan. Mungkin sedikit berlebihan, tapi buat saya, wasit itu sama dgn Hakim di pengadilan yg berhak menentukan benar/salah perbuatan seseorang.

    Tinggal bagaimana kita memanusiakan pihak2 yg menjadi perangkat pertandingan dan yg bukan perangkat pertandingan (Penonton, bisa lbh sadis dr pada pelatih dan pemain)

    GBU Indonesia Basketball

    17/12/2011 pukul 13:47

  4. Anonim

    Bagaimana Tindakan Kita yang Bijak jika Dicurangi Wasit Habis2an, karena berat sebelah

    24/12/2011 pukul 09:15

    • Zuna

      Klo saya lebih mengajak wasit tersebut berdiskusi baik pada saat break quarter atau sehabis pertandingan. Klo saya ngotot bahwasannya wasit salah apalagi marah2 pada saat game berlangsung, sama sekali ga ngeefek malah jadinya satu tim jd emosian semua. Resikonya pemain jadi ngebuat stupid foul yg ga perlu sama sekali. Begitu juga dgn coaching staff.
      Walaupun dgn diskusi tadi ga ngefek secara langsung sama wasit tapi seengga2nya, mudah2an doi kedepannya bisa lbh bagus. Siapa tau wasit td mimpin game kita lagi.
      Intinya kita sama2 mengembangkan cabor ini, sama2 belajar…

      18/01/2012 pukul 13:46

    • Lapor Pengda atau pengkot beserta bukti video mungkin yang paling pas dilakukan setelah pertandingan. Selama pertandingan ya banyak berdoa diberi kesabaran. Siapa yang bisa lawan wasit saat pertandingan berjalan?

      05/04/2012 pukul 23:09

  5. Ping-balik: NBL Indonesia: Musim Berikutnya, Belajar Terbang.. « [[1,5 x 10 pangkat satu]]

  6. Ping-balik: Technical Foul Adalah.. | [[1,5 x 10 pangkat satu]]

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s