What goes around comes around..

Hormati Cabang Olahraganya..


Pelatih, pemain dan penonton menghormati pertandingan.. Pic: Anna

Kurang lebih 7 tahun lalu saya ingat sebuah kejadian di pertandingan. Pelatih tim lawan kami berujar lantang dari pinggir lapangan. “Pukul saja, biar saya yang tanggung jawab!!!” Sambil memukul-mukul dadanya sendiri, oknum pelatih itu berkali-kali meneriakkan kata-kata itu. Rasa-rasa mo gila sa!

Membalas Kebaikan Bolabasket

Bolabasket memberi banyak nikmat dan pelajaran berharga bagi banyak orang yang terlibat di dalamnya. Hingga di suatu masa, tidak wajib tapi tidak juga berlebihan kalau orang-orang seperti saya akan membalas kebaikan cabor ini. Sharing pengalaman kepada para pemain muda, memasyarakatkan Bolabasket lebih lagi. Atau bahkan dengan meningkatkan prestasi Bolabasket Nasional.

Beberapa kalimat sebelum ini adalah gambaran dari bagaimana kita boleh membalas kebaikan cabor ini pada kita.Bayangkan saja, (termasuk penulis..) berapa banyak manusia yang hidup dari berada di sekitar cabang olahraga ini.

Jadi pemain, pelatih, pemilik bahkan sampai tukang sapu lapangan basket berhutang budi pada Bolabasket. Hutang ini tidak harus secara ekonomi kita bayar, karena memang hutang ini tidak selalu berdasarkan uang. Tetapi secara positif meningkatkan segala yang berada seputar cabang ini yang jadi hutang kita.

Yang Kita Tuai Adalah yang Kita Tabur

Pra musim NBL di malang kemarin saya terkejut dengan adanya kejadian 7 tahun lampau di atas. Tidak persis sama kejadiannya tapi nuansa negatifnya plek-plek sama. Tidak ada rasa hormat pada cabor yang menyendoki nasi ke perut lewat mulut. Via mulut yang sama kata-kata tidak hormat terhadap wasit digelontor! Dengan tulum (Balik) yang menerima nasi dari Basket itu masih dibumbui dengan gestur gerakan tubuh seolah hendak melempar wasit dengan sepatunya.

Penonton lebih dewasa menertawai tiap kejadian di lapangan.. Pic: IABA82

Penonton tertawa (Icon badut ngakak), baiklah.. Penonton adalah penonton, kedepannya penggemar yang hadir dilapangan sepatutnya tahu itu tidak lucu. Tapi Inspektur pertandingan tertawa geli melihat hal itu??? Saya hampiri meja pertandingan dan bilang.. “Sudah puaskah anda melihat Bolabasket nomer wahid negeri ini jadi dagelan? Tidak ada hukuman bahkan teguran?” Tidak menghormati pertandingan dan tidak menghormati lawan tanding. lalu dengan bangganya kita bisa bilang ini semua adalah Sport? Sportifitas? PROOOOT! Dilegalkan dengan tawa dari meja pertandingan..

Belum hilang sedih/patah hati atas kejadian itu, esoknya hal yang (esensinya) sama terjadi lagi. “Kalau fouling sekalian saja hajar yang keras!!!” Kembali diucapkan oleh pelatih lawan saya (tim yang berbeda). Dan pihak meja pertandingan, wasit mendengar kalimat tersebut. lalu..? Seperti tahun lawas itu, tidak terjadi apa-apa..

Junjung tinggi apa yang bisa kita pertahankan dan bisa kita kontrol. Bangunan sisi hormat pada cabor ini harus menjadi prioritas kita. Karena apa? Bagaimana kita akan diberi Permata (emas, perak..) dari cabang ini, kalau kita dari dulu hingga masa sekarang saja tidak menaruh rasa hormat pada cabornya.

Ps:

Minggu kemarin di sebuah turnamen antar alumni SMA, sebuah tim walk out karena dikenakan sanksi dari tindakan mereka yang melanggar aturan. Helloooo.. Beberapa bulan lalu kita tahu ada wasit yang dipukuli sampai masuk UGD. Mata beloooo..

Iklan

8 responses

  1. rico charles

    itu yg namanya pelaku olah raga tp tidak mengerti arti sportifitas,sportifitas hanya merupakan simbol aja…

    17/10/2011 pukul 07:16

  2. ada 2 hal dari posting ini yang perlu dikomentari :

    1). Soal menghormati cabor. kalau caranya kayak gitu jangan di cabor ini dong, mending cobain di cabor beladiri kek, biar tau siapa yang lebih jago kalo mau “main kasar”

    2). Pernyataan “Rasa-rasa mo gila sa! ” , bang pake bahasa apa nih. gua bingung. hehehe

    Nice article !

    22/10/2011 pukul 15:54

    • Cek kelas anda, bung.. Semuanya pasti berbahasa yang sama. Ahaeeeeee…..

      (Thanks)

      24/10/2011 pukul 11:07

  3. Anonim

    siapa nama pelatihnya itu, dan dari tim mana kaloh boleh saya tau yang myuruh pukul saja

    24/10/2011 pukul 09:45

    • Arin, kejadiannya sudah lama sekali dan si oknum pelatih juga tidak terlihat masih aktif di perbasketan nasional.

      Ps: Anonymous tapi mau tahu nama pelatihnya?

      24/10/2011 pukul 11:09

      • mungkin si pelatih itu, udah pindah cabor ke beladiri (lebih cocok kale). kalo iya, it’s good for him

        26/10/2011 pukul 05:10

      • ..and good for Basketball :D

        26/10/2011 pukul 08:54

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s