What goes around comes around..

Bakat Pemain dan Jumlah Latihan


Hanya berbeda bakat? Pic: Internet

Ketika seorang pemain baru masuk ke klub Basket IM. Texmaco (Kobatama 2000), dia bingung. Mengapa pada sebuah latihan hanya duduk di awal latihan “scrimmage” 5 – 5 satu lapangan penuh? Tidak menjadi lima pertama pada latihan itu. “Pasti hanya karena menjaga perasaan pemain lama dalam tim itu”, pikirnya. Dia tahu bahwa si pelatih saat itu tahu kalau dia lebih baik (berbakat) dari pemain lama klub tsb. Bahwa pemain lama Indonesia Muda saat itu sudah berlatih lebih lama dan sudah bersiap lebih awal. Mungkin ini yang pelatih itu pikir hingga menjaga keadilan di timnya. Adil atau cerdas?

Di sebuah tim yang profesional (Dimana uang terlibat seputarnya), masuk keluarnya seorang pemain sudah menjadi hal yang sangat – sangat wajar. Tim bertumbuh karena sebuah perencanaan dan juga bertumbuh maju karena masuk keluarnya pemain. Keniscayaan di sebuah cabang olahraga beregu!!!

Dengan ini diatas, menarik sekali kalau kita mau adil untuk pertumbuhan. Menjaga perasaan (Kalau memang betul alasannya menjaga perasaan.) pemain lama atau segera membangun tumbuh tim kita? Sesegera mungkin siram dan beri pupuk untuk pertumbuhan, pikir saya. 

 “Tim bertumbuh karena sebuah perencanaan dan juga bertumbuh maju karena masuk keluarnya pemain. Keniscayaan di sebuah cabang olahraga beregu!!!”

Karena bakat tidak bisa bohong, hanya bisa dihancurkan dengan kebiasaan buruk dalam dan luar lapangan. Malas latihan dan berkecimpung dalam hal – hal yang negatif menjadi penghancurnya.

Bakat

Gary Payton tidak punya dribble cross over gila seperti kebanyakan guard di NBA, atau dia juga tidak bergerak seindah Kobe Bryant. mungkin sesuatu di anatomy badannya yang membuat dia terbatas untuk melakukan seperti yang bintang lain lakukan. Sungguh, lay up nya saja terlihat kaku! Tapi saya yakin dia tidak berlatih seperti pemain pro biasanya. Dia harus berlatih lebih lagi dari pemain bintang lainnya untuk mencapai prestasi puncaknya. Jam latihan dia harus berlipat ganda, mutlak..

Pemain ini sudah memaksimalkan bakatnya dengan segala usahanya, latihan, defence nya, mengerti game nya, kepemimpinan yang maksimal dsb. Puncaknya pun harus terhenti hanya tampil di final 1996 dan kalah oleh tim yang lebih berbakat (Buls & Mike). Kalau saja Payton punya bakat gerak seperti Jordan, Kobe dll, saya yakin dia sudah menjuarai liga beberapa kali. (Maaf James, saya tidak anggap anda pantas juara NBA)

Bakat itu tidak semua orang punya pada tiap bidangnya. Dan bakat kadang tidak berbanding lurus dengan kecintaan orang terhadap sesuatu. Hehe.. Saya kenal ada orang yang betul-betul tidak berbakat tapi sangat cinta dan rutin bermain basket. Catatan: Kasus ini harap perhatikan faktor keselamatannya saat bermain Basket. Minim bakat gerak sangat rentan dan akrab dengan cidera. (Betul Bung! Yang beta maksud itu ale, ahaaaeeee..)

“Betul dengan usaha maksimal kita bisa meraih apa pun yang kita mau, tapi sekali lagi bakat tidak bohong!” 

Tapi kalau bakat di depan mata, buat apa kita sia-siakan? Kita perlu lebih lagi mengambangkan bakat tsb. Pemain baru dengan bakat lebih dan pantas menjadi starter, jadilah dia seorang starter. Karena bakat bagus yang terlihat bisa saja hanya baru 50% dari potensi penuhnya. Bolabasket kita masih jauh tertinggal, biarkan waktu menjadi teman kita. Olah sesegera mungkin raga yang terpantau baik. Betul dengan usaha maksimal kita bisa meraih apa pun yang kita mau, tapi sekali lagi bakat tidak bohong! Kalau pemain lawan lebih berbakat dan kita berlatih sama maksimalnya? Bakat tetap mempunya sisi runcingnya.

Jumlah latihan 

Pada cabor Bolabasket kita biasanya menghabiskan 3 jam minimal tiap harinya. Perbedaan bakat pada pemain-pemain di sebuah regu pasti ada, bukan?. Lalu kalau pemain yang pas-pasan di tim berlatih sama banyaknya dengan yang lebih berbakat, kapan majunya dia? Saat dia maju, pemain berbakat lebih sudah jauh diatas dia. Para pelatih juga bertanggung jawab untuk ini. Yang kurang berbakat latihan 3 jam sehari, yang berbakat latihan juga 3 jam sehari? Helooo..

Di tahun 1989 Pelita jaya berlatih pagi dan sore 2 jam tiap latihannya. Kala itu saingan saya di tim ada Jony Heri, Nano Soekarma, Aprijadi dan Ompung Raja. Umur biologis tidak terlalu saya pikirkan, tapi umur latihan mereka sangat jauh diatas. Tidak ada jalan lain selain menambah segala usaha untuk bisa bersaing secepat idealnya waktu. Jumlah jam latihan saya tambah sendiri menjadi 5 jam sehari. Dan sisa waktu dalam sehari dipakai habis untuk memikirkan cara bermain di posisi point guard. Pendidikan dan percintaan (Monyet) saat itu terbengkalai. Kartu hasil studi tiap semester irit sangat angkanya. Pacaran berantem terus bawaannya. (Halle Berry, Jessica Biel maafkan aku ya. Kita jadi sering ribut saat itu.) Sadarnya saya sekarang cara lampau ini juga kurang bagus deh!

“Tidak ada jalan lain selain menambah segala usaha untuk bisa bersaing secepat idealnya waktu.”

Nama-nama yang saya sebut saingan itu bakatnya diatas saya semua. Dan kalau seorang pemain mau komit dan betul-betul menikmati bersaing positif di regunya. Banyak sekali modifikasi yang bisa dilakukan daripada semata mengikuti latihan resmi tim. Mau menunggu kesempatan, sampai kapan? Buat sesuatu terjadi, tunjukan ke pelatihnya!

Kurangnya informasi saat itu tentang periodisasi latihan dan istirahatnya membuat kita betul-betul berlatih di ujung resiko cidera. Hingga terkilir menjadi langganannya. Saat ini dengan banyaknya info olahraga mestinya acara tambahan diluar jam latihan resmi tim bisa dibuat lebih cantik lagi dan jauh dari cidera. Komunikasikan dengan pelatih kepalanya.

Oke, sekarang silahkan cari alasan untuk tidak melakukan latihan tambahannya selain malas dan tidak tahu diri. Puas dengan apa yang kita punya sekarang sebagai pemain? Kalau pemain pro tiap bulan terima uang dan segala fasilitasnya, cukup? Tidak perlu jenius untuk melihat bakat dan kebutuhan latihan tambahan di regu Basket. Titik apa koma? Gary payton pasti bilang.. ” Titik lah!”

 

Iklan

10 responses

  1. Anonim

    “Kartu hasil studi tiap semester irit sangat angkanya. Pacaran berantem terus bawaannya. (Halle Berry, Jessica Biel maafkan aku ya. Kita jadi sering ribut saat itu.)”

    “Titik apa koma? Gary payton pasti bilang.. ” Titik lah!””

    Gua suka dua ini coach lol

    Nice article…

    Cheerss….

    03/10/2011 pukul 15:03

  2. Anonim

    james…masih belum pantas coach?

    17/01/2013 pukul 08:39

  3. Saat tulisan ini dibuat.. James tidak punya kwalitas pemimpin, tidak berani eksekusi akhir game dsb.

    Sekarang semua hal tsb. Komplit dia miliki. Bukan karena dia sudah juara, tapi karena dia memang sudah menjawab semua keraguan orang2.

    Di perjalanan dia juara bahkan dia jauh lebih tenang, dewasa dan sangat coachable. Bandingkan dgn Wade yg di suatu saat menunjukan bahwa dia tidak mau dengar ucapan pelatihnya.

    Dia pantas juara..

    17/01/2013 pukul 09:07

  4. Sescar

    Nice artikel coach.
    Kalo belajar basket ada kata terlambat gak? Hahaha

    06/08/2013 pukul 08:37

    • Sebagai pemain, pelatih, penikmat dll. Tidak ada kata terlambat.. Hanya saja kalau untuk pemain yang serius ke jenjang paling atas tetap harus diperhatikan umur dan kondisi fisik.

      Thanks ya,

      06/08/2013 pukul 08:43

      • Sescar

        Maksudnya umur dan kondisi fisik? Jadi kepo coach, maap yaa

        06/08/2013 pukul 09:07

  5. Misalkan baru mau mulai berlatih pada umur yang tidak muda. Pertama pemain ini harus cek dulu kesehatan umum badannya. Apakah laik untuk cabor bolabasket yang membutuhkan kondisi fisik yang prima. Belum lagi benturan badan yang kerap akan terjadi.

    Tapi kalau kondisi badan dia ternyata sangat mumpuni, silahkan saja abaikan masalah umur tadi. Karena biasanya kondisi badan manusia akan menurun seiring dengan bertambahnya umur.

    06/08/2013 pukul 09:12

    • Sescar

      Bener juga yaa coach, mantep deh :D Tuhan memberkati

      06/08/2013 pukul 09:26

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s