What goes around comes around..

NBL Indonesia, PERDANA!!!


Pembukaan final (Foto: nblindonesia.com)

Kelar ABL (Asean Basketball League), sleseeeb… Langsung gabung dengan Tim SMB (NBL) sebagai asisten pelatih. Musim liganya sudah setengah jalan baru saya gabung penuh dengan Tim ini. Iya, Tim SMB (ABL) yang saya pegang sudah kandas tanpa karam.

Jadi inilah saya nemplok di Tim Satria Muda Britama NBL Indonesia. Bolabasket Indonesia. Tahun 80-an dengan Gabatamanya dan berikutnya dengan Kobatama dan terus ke IBL. Jaman Liga Bolabasket Utama (Gabatama) saya masih sebagai penikmat sambil belajar lay up dan shooting. Kobatama saya ikutan berkompetisi sebentar (11 tahun). IBL (Indonesian Basketball League) dimulai saya sudah melatih.

Semua liga-liga tersebut dari kaca mata saya sangat datar dari banyak hal. Semuanya membangun dan meletakkan dasar-dasar. Tapi sisi permainan, atmosfir Bolabasket, pelatihan dan lainnya datar saja (Kalau gak datar banget). Puluhan tahun ya gitu-gitu bae! (cat: Kecuali jaman pemain asing 1994-1997)

Pelatih saya saat itu pernah bilang, “Lihat itu pelatih Indonesia, hanya duduk saja menunggu sesuatu terjadi di pertandingan!”. Ketika saya perhatikan ternyata memang benar adanya. Hampir semua pelatih saat lampau hanya berdiri (bersemangat) saat Timnya melakukan run yang tidak disengaja. Lalu duduk manis lagi saat Timnya bermain buruk, tanpa ada instruksi lanjutan. Hehe.. Bisa saja saya salah lihat saat itu. Umur saya baru 18 tahun tapi maunya melihat banyak hal, hehe..

Demikian dari sisi pelatihan, lain lagi dari sisi penyelenggaraan. Bjfnkreife fppo feiqzepghp t875 Bwaaah!!! Susah menjelaskannya.. Saya sadar semuanya berusaha menjadi lebih baik dari yang mereka bisa. Tapi kok kelihatan tidak ada tujuan yang jelas dan berkesinambungan atau berlanjut.

Bisa dari penyelenggara, bisa juga semua itu dari induk organisasi Bolabasket kita yang agak kurang bergairah saat itu. (Saat itu loh ya, Gus..)

Suatu kesempatan setelah SMB (ABL) bermain di Singapura, saya ditelpon supaya langsung terbang ke Solo. Saat itu SMB (NBL) akan bermain lawan Aspac (pertemuan pertama kita kalah!). Pasti seru nih pertemuan kedua ini, pikir saya. Duduk di bench bekerja bahu-membahu dengan pelatih kepala (Roring) dan staf lainnya sangat menyenangkan.

Eeng.. Hmm.. Itu tidak terjadi! Saya tidak bisa duduk di bench kalau tidak berpakaian sesuai peraturan NBL Indonesia. Wew, berpikir mau beli jas dan sepatu kinclong dulu sore itu. Batal juga, waktu tidak memungkinkan. Silahkan duduk di bangku penonton.

Salah satu yang paling berbeda adalah adanya peraturan berpakaian. Tidak tanggung-tanggung, harus pakai Jas! Salah? Sama sekali tidak salah, terlepas semua orang kepanasan karenanya. “Sampai ada fashion police-nya!” ujar si Anu.

Sisi marketing, sisi penyelenggaraan dan sisi prestasi semuanya berbenah. Pelatihan berbenah apanya??? Wah, jangan menyangkal deh! Semua kita sekarang sedang menikmati keran informasi yang dibuka sekencang2nya oleh penyelenggara Liga nomer wahid negara ini. Belum mulai liga kedua NBL Indonesia kita sudah dikunjungi banyak manusia-manusia basket manca negara. Dari pemain NBA sampai pelatih-pelatihnya diboyong ke depan hidung kita.Seolah disuapin informasi tentang pembinaan, saya kegirangan manja.

Satria Muda Juara Perdana NBL Indonesia (Foto: nblindonesia.com)

Sistem pertandingan yang ada memancing banyak pihak untuk berkata, “Siapapun juaranya bukan juara sejati tahun perdana ini!” Hehe.. Logika seputar itu sangat mengena dengan format final sistem gugur. Well.. dalam satu pohon tidak semua buah pasti baik sempurna. Bisa saja PJE juaranya, atau Bima sakti.. Eh, atau bisa saja liganya tidak ada! Nyoh, dolanan bal nang kampung a.k.a tarkam. Nyoh..! Untuk sistem pertandingan pasti sudah mereka rencanakan untuk diperbaiki tahun berikutnya, pasti!

Satu hal yang juga tak kalah pasti, Final penuh penonton yang sudah menunggu berjam-jam, atraksi pembukaan game juga ciamik (harus ditekankan bahwa itu benar-benar keren!) dan pertandingan final juga tidak monoton. Drama dan fanatisme tercium menggelitik semua indra malam itu.

Mana si Baboy pake kena ginjal lagi!!! Minggat dari rumah sakit untuk tidak mau melewati final musim perdana NBL Indonesia. Musim perdana yang hebat buat semuanya (CLS, PJE, STAD dll.). Final perdana yang heboh di Surabaya. Kalau di Jakarta pasti Dana nonton nih. Sayang Nana lagi di Jerman. Ok, ini baru terasa perdananya!

Sebelah saya: “Om, tulisannya basi!”

Saya: “Mana baunya, manaa…?”

Iklan

4 responses

  1. dewi

    Tulisan yg lumayan seruu,coach! Sering-sering :D
    Intinyaaaa semoga SM tetep juara diNBL musim kedua ini. Dan SM ABL lebih baik lg,coach! AMIN.
    Eh Baboy it panggilan Coach Ito? :p

    20/06/2011 pukul 19:30

    • Makasih ya Dewi.. Aduh saya baru sadar saya tulis Baboy! Hehe, iya yang dimaksud adalah Coach Ito.

      20/06/2011 pukul 23:17

  2. Zuna

    bener2 menginspirasi…
    ada fakta unik di awal tulisan dan itu memang real adanya. rata2 pelatih (muda) memang lbh suka duduk manis ketika kena bantai. (termasuk saya sendiri) hahahhaha…
    thanks bwt tulisannya coach
    di tunggu yg berikutnya…

    21/06/2011 pukul 10:08

  3. Ping-balik: NBL Indonesia: Musim Berikutnya, Belajar Terbang.. « [[1,5 x 10 pangkat satu]]

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s