What goes around comes around..

Bolabasket Lebih Cepat Lebih Baik..?!?!


“Oke, kita sudah bermain lebih cepat.. Bagus!!!” Pelatih Timnas Basket kita senang dengan pencapaian timnya. Sepintas scrimmage Timnas vs All Star IBL beberapa tahun lalu ini kelihatan cepat. Namun saat itu catatan asistennya berkata lain, jumlah total serangan timnas hanya menyentuh angka 60-an. Lalu saya mikir, apa sih yag menjadi patokan untuk mengatakan cepat atau lambatnya sebuah tim Basket bermain? Kemampuan pemain-pemainnya berlari seperti kudaku lari kencang, masuk ke rumah ujang, Ujang lagi telanjaaang… (???)

Fig.1. Kecepatan Liga kita..

Di samping ini kecepatan tim-tim NBL pada pra-musim 2010 Malang dengan urutannya. Tapi yang menarik disini adalah, tidak semua urutan ini menggambarkan urutan pemenang di Malang lalu, bukan? Finalis berada di urutan paling atas dan tengah. Sedangkan tim papan bawah liga kita malah masuk urutan 4 besar posesi. Aneh? Tidak jugaaaa (logat nyong Ambon). Lalu kenapa Angsapura yang kecepatannya di atas tim-tim besar tapi terpuruk di list paling bawah liga a.k.a kalahan?

Sudah mahfum-lah kalau tim dengan pengalaman dan keterampilan masih dibawah akan banyak melakukan kesalahan. Terburu-buru dalam mengambil keputusan di lapangan berpengaruh pada total turn over. Dan memang biasanya yang masih muda malah kencang larinya masuk ke rumah Ujang, hehe.. Eh, tapi bukannya tidak bisa dikontrol loh! Gagal mengatur tempo ini yang menjadikan tim bawah sulit berkembang malah tertahan di papan kalahan. Kucing kurus mandi di papan.. Hus!

Tapi itu kan ada Tim menangan di list paling atas! Tu ada juga malah tim papan atas tapi di list paling bawah posesi! Betul, makanya ini mau kita bahas, tapi sebelumnya kita lihat dulu formula asal angka-angka posesi itu.

Possession = FGA + TO + (FTA.0,4) – OR

Semua usaha tembakan 2 dan 3 angka ditambah turn over ditambah percobaan free throw dikalikan 0,4 terus kita kurangi dengan offensive rebound. Kenapa FTA harus dikalikan 0,4? Maybe (logat mas Apri) karena FTA ada yang satu kali nembak atau lebih. Kalau saya sih biasanya tinggal membagi 2 saja FTA. Begitunya lebih sederhana dan tidak akan bias hasilnya di liga yang mainnya kurang dari 60 game. Ya begitulah! Bisa panjang kalau kita bahas terus urusan yang mendadak matematika ini.

Balik ke tim atas yang di atas dan tim atas yang di bawah. Dengan pengalaman yang segudang kapal laut, SM dengan mudahnya mempercepat permainannya. Tim dan individu yang sudah lebih terampil justru harus meningkatkan jumlah seranganya. Segitunya pencapaian akan terus melonjak naik di segala departemen. Lebih cepat lebih baik berlaku buat Satria Muda di liga NBL Indonesia. Hal terbalik dengan tim bawah yang mempercepat serangannya, tambah banyak kesalahan = tambah banyak pencapaian negatifnya (kalahan). Lebih cepat lebih baik tidak berlaku untuk tim tengah, apalagi tim bawah anjing. Maaf.. maksud saya tim Under Dog, GUK.. GUK!!!

Garuda dengan efisiensi serangan yang paling baik di turnamen kemarin malah menjadi tim paling lambat. Bayangkan kalau serangan yang paling efektif pada tim ini dipadu dengan kecepatan yang tinggi (diatas 80 poss./game). Jaminan mutu Garuda akan juara di NBL musim 2010 besok. Umur memang gak bisa bo’ong, ya On?

Iklan

9 responses

  1. jefry

    jd coach, solusi terbaik buat tim2 kelas menengah kebawah itu apa??tetap bermain cepat dengan dengann harapan suatu saat pemainnya akan meningkat mutu permainannya, atau memperlambat tempo untuk mengurangi kesalahan yg sering dilakukan pemain yg asal cepat td??
    cheers..

    17/08/2010 pukul 14:33

    • Di latihan mematangkan dasar2 permainan Bolabasket. Di pertandingan bermain tidak terburu-buru. Ini sebabnya mungkin di NCAA waktu serangnnya 35 detik..

      17/08/2010 pukul 14:52

  2. jefry

    hmmm. 35 detik waktu yg sangat lama. tp di indonesia , khususnya untuk tingkat amatir masih banyak pertandingan tanpa menggunakan shot clock, bahkan kemarin waktu di uph sport festival saat satria muda melawan tim dari amrik jg tidak pakai shotclock krn score boardnya konslet, he.. dan ketika saya menyaksikan ibl dulu, terutama untuk tim2 guk guk di atas saat bertanding dengan tim papan atas saya slalu melihat rendahnya akurasi menembak dari pemain2 yg sebenarnya klo bermain di level bawah bisa sangat bagus, apakah ini karena mental bertanding atau penjagaan yg bagus??atau ada faktor lain?

    17/08/2010 pukul 23:34

  3. Halo Jef,
    tidak menggunakan shot clock pada jenjang amatir sangat merugikan pembinaan bolabasket kita. Karena pada pertandingan internasional tidak mungkin ada yg bermain tanpa shotclock. Untuk ini kita jadi tidak terlatih menggunakan shotclock sebijaksana dan secerdik mungkin.

    Pada tiap kompetisi apa saja pasti ada lawan pembandingnya. Bermain dengan pembanding yang lebih buruk pasti akan meningkatkan pencapaian sebuah tim (diatas kertas). Sebaliknya bermain dan berkompetisi dengan pembanding yg lebih superior akan menurunkan rataan pencapaian sebuah regu.

    18/08/2010 pukul 10:04

  4. au

    Jadi inget run n gun nya phoenix suns euy. Butuh play maker yg excelent model steve nash n coach sendiri nech untuk bisa maen cepet.

    Mike d Antoni coba pake pola ini di knicks, yg ada belum bisa karna ga ada steve nash di situ.

    PG pegang peranan penting, karna bisa kasih bola “mateng” ke rekan yg lain yg pada ujungnya gampang dikonversi jadi point. Kalo passingnya jelek, kebayang susahnya bikin point.

    Run n Gun gini kudu dilatih n praktek terus menurus agar “resep” bahasa betawinye hehehe Kalo ga salah dalam 10 detik kudu attempt buat point. Dgn teori, team lawan belum siap jaga dalam rentang waktu tersebut.

    Enjoy banget liat Suns maen euy dgn run n gun nya.

    21/08/2010 pukul 15:25

    • Iya saya juga “resep” banget liat Suns main..
      Tau tuh si Amare pake pindah segala, gak “keder” apa dia main gak ada Nash? Hehe..

      26/08/2010 pukul 12:32

  5. suryo

    wah kayak semboyan SBY coach,LCLB,maaf sebelumnya saya bukan sok pinter,tapi masih belajar coach, tapi bener juga kadang suatu tim harus bermain cepat dalam menyerang untuk memenangkan suatu pertandingan, tetapi dalam arti, kecepatan yang bener2 akurat, Efektif, sesuai strategy, jarang melakukan TO, untuk SM paling tertinggi 79,4,dan mungkin juga bisa dilihat persentase TO SM rendah.., dan bisa di ambil patokan pertandingan final antara SM dan CLS, dimana SM mempunyai percentase kecepatan menyerang 79,4 dan CLS 73,3 , dimana percentase FG SM 40 dengan skor 51 point dan FG CLS 29 percent dengan skor 36 point, dapat dilihat bahwa serangan SM lebih efketif dan mengasilkan POINT LEBIH BANYAK, dapat diambil kesimpulan bahwa menyerang lebih cepat ada baiknya asal tepat, akurat dan efektif dalam mengasilkan poin untuk memenangkan suatu pertandingan

    26/08/2010 pukul 09:17

    • Helo coach,

      SBY klo gak salah ibu kota Jatim ya? Hehe.. Pertama SM rataan TO 16/gm dimana angka itu adalah angka rataan total TO liga kita di turnamen kemarin (harusnya lebih banyak lagi nih! Orang statsnya aja banyak melamun..).
      Artinya SM juga tidak sedikit melakukan TO karena berada di average liga bukannya di bawah liga (TO makin rendah makin baik).

      NBL Indonesia TO pra musim 2010

      Soal SM paling cepat karena TO rendah juga tidak tepat. Karena formulanya ada di artikel atas, dimana TO tinggi juga malah mengangkat jumlah serangan (makin banyak serangan makin cepat). TO rendah pun akan tercatat di formula atas karena posesi yang tidak jadi TO akan menjadi Attemp (2fg,3fg dan FT).

      Menyerang lebih cepat asal tepat, akurat dan efektif dalam mengasilkan poin untuk memenangkan suatu pertandingan adalah impian semua tim..

      (bantu doa supaya tim stat nbl tidak melamun)

      26/08/2010 pukul 10:30

  6. Suryo

    maaf coach TOnya cuma perkiraan aja,saya gak dapet statistiknya di NBL, iya neh, biasanya ada statistik TO nya, tapi di NBL kok gak ada ya, hehehe, disuruh minum kopi aja biar gak ngantuk yang catat statistik, semoga pas liga, catatan statistik bisa akurat dan lengkap kayak di NBA, dan tidak membingungkan bagi tim yang berpatisipasi, terutama buat pelatih, sangat penting sekali, agar bisa mengevaluasi dengan baik, dan bisa menerapkan strategi yang baik buat ke depannya…bener sekali, itu impian semua tim…

    28/08/2010 pukul 08:28

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s