What goes around comes around..

Efisiensi Serangan dan Pertahanan


Fig.1. Efisiensi Penyerangan tim-tim NBL Indonesia di Turnamen Malang 2010

Satu pelatih asing menerangkan dua hal dan menunjukannya dengan jarinya. Jari telunjuknya mewakili serangan dalam Bolabasket, dan jari tengahnya mewakili pertahanan.

“Dua aspek ini tidak bisa lepas dari permainan Bolabasket!” Ujarnya sambil mengacungkan kedua jarinya tadi. Sangat menyenangkan bila serangan demi serangan apik diselesaikan dengan persentasi field goal yang baik. Tapi tiap pertandingan punya jalannya sendiri untuk menguras otak kita. Kalau serangan pada game tertentu tidak maksimal atau malahan jauh di bawah performa sebuah tim, apa yang bisa disiasati? Jari telunjuk si pelatih asing tadi diturunkan dan tinggal jari tengahnya mengacung arti dan segala bias-biasnya. (Wew, jari tengah???)

Dari Fig.1. di atas kita lihat Garuda (0.88 point / possession) merajai jago-jagoan menyerang. Dan kita tahu tim pujaan kota Bandung ini gagal di turnamen NBL Malang. Rating serangan sebuah tim di dapat dari angka yang diciptakan sebuah tim dibagi total jumlah serangannya. Cuma kita semua mungkin kadang lupa bahwa lawan juga punya kesempatan untuk menyerang yang hampir sama banyaknya (Bisa juga lebih banyak atau lebih kurang sedikit).

Rating Serangan = Point / Jumlah serangan

Dari formula sederhana diatas, akan terlihat seberapa efisien serangan sebuah tim. Dan untuk melihat seberapa baik penjagaan kita, tinggal kita cek saja seberapa efisien lawan-lawan kita. Efisiensi serangan lawan = Efisiensi pertahanan kita.

Kalau besok NBL Indonesia akan dimulai, tentu Garuda, Aspac dan CLS punya peluang besar main di final. Hmm.. Nanti dulu!!! Jari tengahnya mana? Yup, pertahanan yang diwakili dengan jari tengah tadi mesti dihitung juga. Di bawah ini urutan tim yang jago bertahan di Turnamen NBL Malang lalu.

Fig.2. Efisiensi Pertahanan

Fig.2. menunjukan semakin rendah angka rating pertahanan, semakin baik pertahanannya. Lagi-lagi ada Aspac dan CLS di departemen ini. Kalau besok NBL Indonesia mulai, 2 tim ini punya peluang besar main di final. Loh, kenapa kalau besok dimulai? Karena sampai detik ini pun semua tim sedang meramu persiapan seapik mungkin. Dan liga mulai bulan Oktober, bukan.. Belum lagi menghitung pemain baru yg gabung dengan tim-tim kuat tertentu. Jadi terbayang efisiensi serangan Citra Satria terpuruk di no.2 paling bawah kemarin. Gimana jadinya tim itu yang sekarang ditinggal bintangnya (Fadlan) ke Garuda. “Sungguh terlalu!” Kata Bang Roma..

Sebaliknya di sisi Garuda yang sudah memimpin di efisiensi serangan malah menambah satu penyerang yang tidak mereka butuhkan (Masih ingat ini?). Di efisiensi pertahanan, pasukan yg erat dengan kota Bandung ini nyusrug di average atau peringkat 5. Mungkin sisi pertahanan yang mereka sangat kurang. Mestinya dari 2 figure diatas akan terjadi pertemuan antara Aspac dan CLS. Tapi hanya CLS yang terus ke final turnamen Malang kemarin.  Tanya Ken-apaaa…?

Iklan

3 responses

  1. coach ocky, pinjam gambarnya yang diatas ya buat tulisan juga di blog..terima kasih

    15/08/2010 pukul 16:25

  2. mainbasket

    Tulisan kayak begini ini nih yang bikin otak semakin tajam :D

    16/08/2010 pukul 10:07

  3. Ping-balik: Bolabasket Lebih Cepat Lebih Baik..?!?! « [[1,5 x 10 pangkat satu]]

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s