What goes around comes around..

Bolabasket Indonesia Dikenal Dengan..???


Mereka sangat serius.. (Foto: NBL Indonesia)

Sebelum World Camp DBL 2010 dimulai pagi tadi (Surabaya, 7.8.10), para pelatih dari negri kangguru  menentukan 2 hal penting. Empat pelatih dari Australia memimpin rapat singkat untuk kordinasi sedikit tentang apa yang akan kita lakukan hari ini. Tapi setelah semua itu dilakukan, kita juga menentukan dulu Bolabasket Indonesia itu maunya dikenal dengan apanya? Kekuatannya kah? Kecepatan, shooting yang akurat atau apa? Baru setelahnya kita di rapat itu menentukan apa yang diharapkan akan dicapai peserta Camp.

Hari pertama berjalan lancar secara umum. Peserta antusias dan berusaha semaksimalnya (sampai terkilir/muntah). Tapi sampai saat ini yang tinggal di isi kepala saya adalah, kita ini Bolabasketnya dikenal dengan apanya? Dan kenyataan orang-orang dari negeri bawah itu yang mikirin membuat ini jadi lamunan bolak balik atas bawah kiri dan kanan. Pertanyaan demi pertanyaan mulai ngantri satu dan persatu bermain masuk keluar di plontosku.

Saya pikir untuk menentukan itu semua kita harus dapat memastikan dahulu kita ini ada dimana sekarang. Asia tenggara kita posisinya di sini dan asia dan sebagainya dsb dst. Bagaimana kita mensiasati kemajuan dan pertumbuhannya? Dan dari sini kita akan dapat menentukan karakter apa yang akan kita kembangkan sebagai negara basket yang mau bersaing.

Misal kita dikarenakan postur yg kurang bersaing tentunya kita akan menyerang dari luar. “Sharp Shooting” menjadi kekuatan kita, misalnya. Dari sini semua pembinaan dari dan di segala level mengacu pada teknik menembak yang baik dan benar. Mekanisme shooting akan sama bentuknya dari KU paling bawah ke level pro kita.

Demikian juga mungkin kalau kita pikir bahwa kita akan bersaing dengan pertahanan yang sangat rajin dan tak kenal lelah. Press satu lapangan pada setiap perempat babaknya, misalnya loh..

Antrian lamunan berikutnya masuk! Siapa yang akan menggagas meja tempat kita “Orang Basket” nongkrong rame2 mikirin hal2 ini? Masih gak bisa terima aja kalau beginian harus pelatih dari negara lain yang mikirin sementara kita semua duduk manis. Dan lamunan berikutnya masuk!!! System over load, TEEEET!!! Lamunan berikutnya lagi mulai mencoba masuk! System over load, TEEEET!!! TEEEEEEEEEETT!!!

Error keknya ni, lanjut kapan-kapan ah..

(System reboot)

Iklan

9 responses

  1. L-Yo

    Wkwkwkwkwkkw….
    Penutupnya boleh deh…

    Dah reboot nih belon coach?
    lol

    Nice article deh…
    Bener juga ya…
    Barusan kepikir juga…
    Pola maen bisa jadi identitas dan identitas bisa jadi pola ato ciri khas tim…

    Humm…
    Jadi berpikir2 juga apa “identitas” pemaen basket kita…
    Juga gemana caranya (ga usah jauh2 sih, di zona Asia Tenggara dulu) menggusur Filipina(yang keliatannya satu-dua step di depan) dari puncak tahta penguasa…

    Tapi semoga pembaruan di kompetisi liga NBL bisa jadi awal yang bagus…

    Hidup Basket Indonesia…
    Maju selalu….

    Cheers….

    08/08/2010 pukul 04:26

  2. jefry

    ikutin terus artikelnya niy…coach okky punya bakat menulis jg rupanya…mantap

    15/08/2010 pukul 09:33

  3. au

    Kalo dulu di dki, masing2 club punya ciri khas. Adion dengan jali, punya pola full press satu lapangan dengan ga ngebiarin lawan narik nafas. Bulls dgn coach Oki, one man show. Yg lain tinggal focus defends n siap terima bola mateng dari sang maestro hehehe Im dari jaman ke jaman, maennya rapih dgn pola yg baku. Sempat ada Victoria dengan 4 jagoannya: Adi beca, Agam, Fani dan Agil yg solid. Cuman emang bener kata coach, pola baku ini ga sama. Beda dgn korsel yg baku dgn pola outside shooternya (Centernya aja jago three hehehe)

    Menurut coach yg pas buat kita pola yg mana nech. Kalo model adion jaman dulu, tiap latian kudu siap “nembak” (“,)

    15/08/2010 pukul 12:39

    • Menembak dari luar juga merupakan serangan yg ampuh buat tim Indonesia..

      17/08/2010 pukul 14:56

  4. au

    Setuju coach, model pola team jatim ya dengan Suyudi n Wahyudi pada jamannya.

    21/08/2010 pukul 08:30

    • Iya, ditambah waktu itu mereka ada press / trap satu lapangan penuh… :thumbup:

      Salut buat Pelatih mereka yg dari amerika saat itu (Mc’Donald namanya klo gak salah). Dan sampai saat terakhir saya lihat Coach Ming & Halim-nya main masih menerapkan sistem itu..

      21/08/2010 pukul 11:27

  5. Ping-balik: Bolabasket, Perubahan dan Usaha.. | [[1,5 x 10 pangkat satu]]

  6. Ping-balik: TES 1 – neednwantblog

  7. Ping-balik: TES 2 – neednwantblog

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s