What goes around comes around..

ABL Finals: 0-3 Kalah atau Langkah..


Kalah lalu hanya melangkah? (ABL)

“Maaf pak, hehe..” Mungkin hanya itu reaksi saya kalau ada bapak-bapak yang bilang bahwa topik ini (ABL) sudah basi. Semua pecinta Bolabasket Indonesia pasti sudah tahu bahkan jangan-jangan sudah lupa? Bahwa tim terbaik Indonesia dihajar 0-3 oleh tetangga sebelah.

“Lalu maksud judul di atas itu apa nak?” (seandainya) Bapak-bapak yang tadi bertanya lagi. Jawabannya sederhana, 0-3 kalah itu mau dan akan terus kita pandang sebagai apa!?!   Beberapa opsi bisa dilihat-lihat dulu. Pertama mungkin ada kelompok yang melihatnya sebagai sukses besar.

Masuk final di gelaran perdana ABL (sementara kita terakhir memang final di Sea Games). Pujian dan bonus menanti Satria-satria bangsa. Ya, memang sampai kapan juga akan sulit melewati tetangga biru merah putih itu, pikir grup ini nelongso.

Atau ada yang mungkin melihatnya sebagai sesuatu yang sangat-sangat memalukan dibabat 0-3 oleh negara yang umumnya tidak lebih dari negara kita. Hingga kelompok ini enggan berkutat saling bantu lagi di cabang olahraga ini.  Pundung..?

Dan.. Pasti ada yang melihat ini adalah langkah pertama dari tendangan berikutnya. Ok, kita sekarang berada di sini. Langkah tendangan jurus menuju maut berikutnya adalah demikian (dengan gaya konfrensi meja bundar) Yeka, yeki dan yeku dibahas oleh grup ini. Hingga berikutnya fenomena 0-3 akan berubah bertahap.

Mungkin 2-3 dulu ya, tidak muluk kan? Lalu pada 3 tahun kedepan kita akan sengkat kaki mereka tepat didepan pendukung mereka. Hraaagh!!! Hari itu akan datang, kami sudah melihatnya (kata mereka yg masih di meja bundar tadi). 

Meja yang disebut beberapa kali diatas tadi sebenarnya hanya benda mati. Dari kayu dan bahkan tidak di cat dengan baik. Tapi dari situ ada evaluasi diatasnya, ada regrouping ditanggung si meja sendirian. Dan masih banyak lagi yang bisa meja itu tanggung.

Meja yang.. “HWOY!!!!!!! ANAK KECIL!!!!!” Terdengar gelegar suara bapak-bapak yang tadi (kalau memang ada..). “Lalu langkah yang harus diambil setelah kita kalah kemarin itu apa???”

 

Iklan

2 responses

  1. Stephen Marak Kusuma

    Mgkn selama ini persamaan visi n misi msh belum terjadi Coach. Problem yg sama jg terjadi di mana2. Kebanyakan motivasinya kepada hal lain… Pemain n pelatih melihat pada segi bonus ato masa depan..pengurus pada nama baik… Sehingga nama Indonesia tertutup oleh nama klub atau nama pemain. Mungkin seperti itu yg terjadi… Yah moga2 komen saya ini salah dan sebenarnya tidak seperti yg saya duga….Semoga…

    08/03/2010 pukul 09:30

    • Saangat mungkin Coach, saya cuma mau lihat musim lalu ABL itu sebagai bahan buat melangkah lagi. Mana2 yang kurang dan mana2 yang lebih..

      08/03/2010 pukul 18:14

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s