What goes around comes around..

ABL Finals: Apalah “Underdog” itu..!!!


Asean Basketball League (ABL)

Menang kalah adalah hal yang biasa dijumpai orang-orang yang berkompetisi. Dan tidak bisa disangkal juga kalau dari awal pun sudah terlihat siapa pemenangnya (di atas kertas..!). Tim favorit dan non-favorit atau favorit vs. underdog, mahfum terdengar di Olahraga. Terus si underdog yang terlihat mungkin kalah buat apa ikut kompetisi? Sebagai peserta saja atau penggembira helatan doang kah?  

Situasi tertinggal 0 – 1 di final ABL 2010 (musim perdana), Satria Muda Britama seolah enggan menjawab tulisan saya sebelum ini. Ehem! Seolah-olah ya, ho’oh seolah-olah. Dan tidak perlu ke sekolah khusus belajar menang dong. Semua kita yang terlahir saja sudah menang balapan renang dengan saudara-saudara kita satu bapak (belum punya ibu saat itu).  

Samar saya ingat 18 tahun lalu berenang sejauh Jakarta – Jogja untuk lebih dulu sampai ke telur calon ibu saya.  Tanpa mengurangi rasa hormat saya pada saudara-saudari saya yang gugur dalam kompetisi itu, sayalah pemenangnya!

Lebih dulu sampai ke telur finish itu yang memberikan saya hak untuk hidup dan terlahir dari ibu tercinta. Ini sebabnya semua bayi baru lahir pasti menangis terharu karena kemenangan itu. Oweeek, Oweeeeek….

Erika Robyn Tamtelahitu menang..

Itu juga sebabnya saat Erika dan juga Kenna nongol dari ibunya, saya mau melihatnya secara langsung. Ingin menjadi saksi lahirnya para pemenang. Lalu ikutan menangis terharulah si bapak penonton, semuanya menang. Tidak ketinggalan si Ibu juga menang besar.

Jadi, semua manusia yang lahir itu pada dasarnya adalah pemenang! Apa iya, apa enggak? IYA!!! Percayalah dengan apa yang saya bilang barusan.

Sampai sini pencitraan data dan observasilah yang membuat tim “2” di bilang favorit atau regu “Pac” tidak diunggulkan untuk menang. Aneh tapi benar.. Lah wong pertandingannya saja belum dimulai ataupun selesai. Iya itu dasarnya data-data deh, tapi tetap aza sotoy! Dari semua absolut, yang paling pasti adalah ketidak-pastian! (kek pernah baca dimana gitu deh..)

Singapore Slingers Coach Frank Arsego
“Initially after seeing what the two teams did against each other in the regular season, I thought that this would be an easy series for the Patriots. But after that series we just had against Satria Muda, I can see that they are very much improved from earlier in the season.
It looks like they have found a way to maximize the local player’s efficiency and get the best out of them. So I’m not so convinced now that the Patriots will have it all their own way.
Obviously the match-up between the imports will play a big role. I think that (Nakiea) Miller and (Jason) Dixon will cancel each other out so the key will be whether Freeman or Hartman can get the upper edge on each other.
But if the imports nullify each other, then it will come down to the locals and while SM have improved tremendously, the Patriots should still have the edge here.”
PREDICTION – Patriots to win 3-1.

Kutipan dari situs ABL diatas sama sekali gak ada salahnya, setidaknya dari sisi hak. Siapa saja boleh melakukan prediksi yang didukung dengan data yahud versi Amirudin Rustan ( dia punya back up data lengkap saat temu pansus kemarin, keren..). Pendeknya Coach Arsego lihat kita underdog, titik! (Pulang lewat mana loe, Coach? Hehe..)

Patriots favorit karena ball possessionnya bla, bla, bla.. (data) Dan perbandingan Imports kedua tim finalis yada, yada, yadi.. (data). Rataan assist / turn over rasionya gini, gini, gitu.. (data)

Endesga-endesgeng..

Sedikit percobaan, kemungkinan performa rataan sulit dicapai.. (Foto: Vitro Tan)

Wew, udah panjang aja nulisnya. Maksudnya naon kamsud sih? Beg, beg.. gini – Semua prediksi kan dari data, data gak mungkin satu-dua game. Artinya itu pasti data rataan yang lebih solid (katanya) kebenarannya untuk prediksi. Rataan itu kan artinya banyak game, nah besok kan main lagi hari rabu. Hari Rabu tanggal 17.2.2010 kan hanya satu seumur hidup kita, bukan..?!?

Lalu gimana rataan dari beberapa game bisa dijadikan tolak ukur untuk satu game semata besok, sok, sok..? Presisi pasti benar gitu, untuk satu game besok, sok, sok? Semuanya kan kemungkinan, toh? Seng ada satu hal yang absolut toh?

 

“Back then, there was no Gabe Freeman for the Philippine Patriots, and no Mario Wuysang for Satria Muda. Brandon Powell is gone for the Patriots and so is Rensy Bajar for Satria Muda. So things will be a little bit different now, which makes it a little bit unpredictable.” 

~Red Hoops reader Louis Richard R. Angeles~

Favorit akan menjadi favorit pada rentang waktu yang lebih panjang. Pada rentang waktu yang lebih pendek, persentase ke-favoritan suatu tim akan menurun. Ingat final yang hanya memainkan satu game di Kobatama (belum ada IBL) tahun 1995? Aspac tidak terkalahkan sepanjang musim itu untuk kalah satu game saja di final dan kehilangan gelar. Favorit runtuh pada seri model final satu game (rentang lebih pendek), Jiakakak.. Seri model final satu game! Madep mane..?

Kalau tempo (rentang waktu) memang bisa betul-betul menetralisir absolute menangnya tim favorit – dan kalau kita memang betul-betul underdog. Sok, dimainken.. Pada akhirnya nanti kita semua akan menangis. Kertas-kertas, apalah itu kertas! Biarkan di atas papan dan di pinggir lapangan Rabu besok..

Iklan

3 responses

  1. Bob

    Afro-America nya ada tiga coach….kita punya 1,5 hahaa

    13/02/2010 pukul 17:21

    • Hah – 0,5 nya siapa?

      14/02/2010 pukul 16:03

      • Anonim

        Hartman,,haahhaa. but he quite play like one of them.

        15/02/2010 pukul 06:28

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s