What goes around comes around..

Satria Muda Juara ABL, Kenapa Enggak???


Satu usaha kolektif.. (Jul Khaerudin)

Setelah buzzer berbunyi tanda game 3 kemarin berakhir, saya hentak mikir (pake rasa dikit). Satria Muda Britama Juara Asean Basketball League musim perdana! Hmm.. Setidaknya itu yang kebanyakan penggemar Bolabasket tanah air harapkan. Selepas menghempas singa yang kental Australianya (Slingers), SMB pantas menantang Patriots (Philippines) di laga final ABL. Lalu kenapa bisa juara besok? Heh.. Pertanyaannya adalah kenapa ENGGAK!

Mapan

Sebagai sebuah tim, SMB jauh lebih matang dari lawannya. Individual yang terlibat di dalam adalah (kecuali Mario Wuysang) orang-orang yang sudah saling mengenal satu sama lainnya. Imports-nya? Dua-duanya pernah bermain bersama dalam satu even besar bersama SMB. Jadi dalam rentang yang lebih panjang (satu musim) mereka sangat baik dalam saling menyesuaikan satu dengan lainnya luar dalam. Patriots?

Management tidak berubah jauh dari tahun saat tim ini juara untuk pertama kalinya tahun 1999 lampau. Pengaturan luar lapangan tuk hadapi partai-partai final sudah menjadi pekerjaan langganan organisasi ini. Patriots? Mereka adalah sebuah tim yang baru saja kemarin dibentuk dengan comot sana-sini. Oke, pelatihnya si itu saja.. Menejernya ya si dia saja.. Pemainnya si anu sama temennya si anu saja. Kira-kira beg, beg-itulah penciptaan Patriots hingga lahir menjadi finalis ABL.

Motivasi

Bolabasket yang menuju pro di Indonesia ini tentunya tidak jauh dari uang yang menjadi pendorongnya. Tengok beberapa pemain senior berbintang lima di tim ini. Sudah ada ekornya a.k.a sudah berkeluarga dan beranak. Monggo, pada ngacir sana, lompat sini dan berlari jumpalitan mengejar bola. Semuanya ini tentunya dengan niat besar mendapatkan sekilo beras buat makan dan sekwintal ……. (isi sendiri).

Pemain andalannya juga sudah cukup termakan umur. Jadi tidak perlu untuk mengganti nama menjadi Satria Tua, tapi cukup dengan memaksimalkan waktu yang ada saja. Buat pemain seniornya ini adalah saat emas buat mereka menorehkan platinum. “Besok-besok aja deh..!” Tidak bisa kawan.. Musim esok masa keemasannmu kan pudar. SEKARANG!

Nakiea & Alex

Jujur saya harus bilang manager SM itu bukan hoki dapet dua pemain asing ini. Dwi  “Iboy” Eriano mengambil waktu yang tidak sedikit untuk memilih dan melihat mana pemain asing yang paling pas untuk SM. Video dia sudah kumpulkan, data-data dia print semua untuk dipelajari. Telpon sana sini tuk nego harga. Wah banyak lagi yang dia lakukan untuk mendapatkan pemain sekelas dua “Londo & Londo Ireng” iki. Konsultasi dikit dengan pelatih kepala, Sreseeet, set, set.. Masuklah dua nama ini di daftar pemain SM.

Mau menang.. (Jul Khaerudin)

Usai game 3 kemarin mereka diwawancarai. Nah sampai sini baru saya harus bilang keberuntungan ada di pak “Iboy” Eriano. Ternyata duo legiun asing ini memang niat menang, GAK MAU KALAH!!! Miller cengar-cengir kegirangan kelar menang dan Heartman matanya berkaca-kaca menahan emosi.

Ampun, hal ini yang paling susah dalam pemilihan pemain asing. SM punya dua pemain yang tidak hanya bermain untuk uang. Tapi mereka memang mau menang dan terlihat di usahanya.

Anti Juaranya

Kemudian apa saja nih yang bisa bikin penulis yang temennya Cang Olis dan tidak menggunakan alat tulis ini SALAH? Please.. Ada, bukan tidak ada faktor-faktor yang bikin positif thinking diatas melenceng semua.

Gagal menjaga kebersihan sehingga terkena diare atau flu. Kurang istirahat alias begadang buka Pesbuk & BBM-an!  Berasa gaji dan kontrak sudah cukup, jadi ngapain juga buat sejarah di kancah Bolabasket Nasional? Parah.. Pastinya tidak ada pemain SM yang punya pikiran seperti ini. Lagian kalau alasannya sudah puas, masak gak mau tambah bonus lagi?

Masih banyak lagi hal-hal yang bisa bikin Juara perdana ABL melayang. Itu sebabnya jajaran pelatih di klub nomer wahid Indonesia ini pasti sedang cek dan cek ulang semua setingan menuju 5 game seru di final besok. (wew, jari-jari saya bergetar) SERU EUY!

Semuanya tidak akan gampang memang, dan.. Maaf bukan congkak dan bukannya sombong, tapi kenapa adi daya Philippina di kancah Bolabasket Asean tidak saya hitung? Budaya mereka yang memang sudah menjamin keterampilan masing-masing individu pemainnya? Bukan, bukan mereka.. Semuanya terserah kita besok, kenapa enggak? Yang ini buat loe Min, Ayoooooooooo..

Iklan

3 responses

  1. Bukan mensampingkan Tuhan, hanya kehendak Dia yang jadi! Kata orang ucapan saja sudah setengah doa, bukan? God speed..

    09/02/2010 pukul 15:01

  2. Anonim

    semua memang mau menang ko coach.. tpi belakangan yg keliatan di sisa game final ini cuma mau nya aja.. !!tapi atitude mao menangnya
    masih klah sma team pesaingnya..!!
    so hasilnya……… (isi sendiri)

    18/02/2010 pukul 17:40

    • Isi sendirinya yg dalam kurung saya isi ya..
      so hasilnya………. (Sejarah Bolabasket Indonesia!)

      23/07/2010 pukul 13:25

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s