What goes around comes around..

Satu Pertandingan – Banyak Pelajaran..


Pertandingan Bermutu.. (Getty Images)

JAZZ VS. CAVS  15.1.10 

Kesel liat gaya si “King” James dari Cavaliers saat timnya menjamu Bulls beberapa waktu lalu, tetap saja saya sempatkan menonton game tandangnya di televisi. Pertandingan berjalan seperti seharusnya tim #1 melawan tim urutan #14 (minggu lalu). Terlepas di awal memang M. Williams lagi bau (FG rendah), masih saja terlihat kalau memang Cavs lebih unggul. Ditambah cidera guards dari Utah dan gak jelasnya bigman andalan (C. Boozer). Mestinya ujungnya happy buat Lebron dan kawan-kawannya. Tapi..

Pertandingan(nya)

Seperti biasa di awal pertandingan, tim yang tidak diunggulkan pasti terlihat melakukan perlawanan. Dan memang kalau masih pagi (setengah babak) energi masih sangat banyak, semua elemen di sisi under dog itu pasti tinggi harapannya. Penonton semangat, pelatih semangat dan pemain apa lagi, semangatnya puoll!!! D. William bermain sampai jatuh bangun. A. Kirilenko lari-larian ngudak James.

Masuk awal perempat terakhir, Belum ada satu menit berjalan D. William jatuh lagi dan terkilir pergelangan tangannya. Duduk dan tidak bisa bermain, masuklah pemain kecil bernomor punggung 15 ini. Eeeng, ing eeeeeeng..

Sundiata bounce pass ke Boozer untuk 2 point dan 1 free throw. Gaines lay up dan dilanggar, 2 pts and one! Dan banyak hal lagi dia bikin buat membantu kepemimpinan 12 angka dari Jazz. M. Williams yang sampe akhir gak keluar juga akurasi tembakannya, mempertajam penjagaan. Menjaga bola seperti magnet, membuat Gaines melakukan beberapa kali turn over.

Tiba-tiba Lebron ngamuk dan membuat 16 angka dalam waktu kurang dari 4 menit. Tembakan tiga angka, drive sangat kuat ke dalam untuk angka plus free throw. Seperti biasa, serangan 1-4 down menjadi andalan banyak pelatih kalau punya pemain seperti James yg mampu bikin apa aja.

Di 40 detik menjelang akhir qtr 4 manusia edan (Lebron) ini nembak 3 angka dari jauh aza!!! Bubar deh harapan si under dog, 89-85 untuk Cavs. Sampai sini game-nya udah sacrifice fouls punya (untuk stop waktu buat tim yg lagi tertinggal angkanya). Pelatih yang satu (Sloan) instruksi untuk sengaja fouling, pelatih yang satunya lagi (Mike) masukin jagoan-jagoan free throw.

Ternyata FT yang meleset di game itu cukup buat Jazz mengejar pelan-pelan. Ditambah  ada tembakan ajaib Kyle Corver dari belakang papan saat  9 detik mau bubar (gokil ni game seru begete!). 95-94 Cavs masih memimpin dan Jazz sengaja foul lagi. Dua FT Cavs disini hanya masuk satu, 96-94 masih Cavs. Sloan time out, gambar-gambar dikit dan mulai inbound di area samping Cavs pada waktu 5 detik di papan waktu.

Bikin double screen buat Corver tapi tidak sesuai rencana. Pemain Cleveland memotong jalurnya. Ribet yang dalam hitungan detik ini tahu-tahu bola ditangan Sundiata Gaines tepatnya sisa 2 detik!!! Keburu dompet ilang 4 di bis kota, BURUAN ANGKAT BUNG! Toeeeeeeet (ceritanya bunyi buzzer) ….JABRUT!!! Nothing but net mlebune! 97-96 untuk Jazz.. Hore Cavs kalah! ;p

 Sundiata Gaines(nya)

 Kalau baca-baca di inet, pemain ini gak tinggi dan bakatnya tidak sekelas NBA super stars. Tapi pemain ini gak ada matinya dalam hal mau belajar dan bersaing. Bertumbuh dan mau maju adalah tekatnya dari awal. Menjadi MVP di sebuah turnamen tidak menjadikannya besar kepala.

Mengejar Cita.. (Getty Images)

Tidak terpilih masuk NBA pertama kalinya juga tidak membuat dia patah arang. Dia main di liga Eropa untuk mempertajam tembakan dan memantapkan skilll di posisi point guard.

Pulang dari Eropa masuk NBA Development League. Pelatih disana juga bilang kalau pemain ini nanya mulu. Dan begitu ada arahan buat dia, langsung dia lakukan dengan tekun. Pemuda 23 tahun ini juga cerdas dalam membaca play book dari pelatihnya. Hingga dia cepat sekali menyerap sistem main tim mana saja.

Kalau tidak salah game jumat itu dia baru sekali latihan resmi. Tapi sistem main udah nampak plek eces dia kuasai. Kalau saya lihat, setiap pemain yang mau bertambah keterampilannya ya harus seperti itu. Dia kemarin dikontrak hanya 10 dari saja. Dengan penampilannya selama 10 hari lalu dia akhirnya pantas untuk dapat 10 hari lagi untuk kontraknya.

Terlepas dia akan main satu musim atau tidak, kita perlu liat niat dan determinasi dia dalam mencapai citanya. Buku dia lalap dan latihan dia garap, keberuntungan seperti game Jumat itu datang menghampiri. Sundiata siapa namanya???

Lebron James(nya)

Total di game ini dia bikin angka 36, 16 di 4 menit terakhir. Ini saja sudah menjadikan dirinya pemain yang paling-paling, kalau gak yang paling jago di dunia! Bakat dan kemauan dia berlatih jangan ditanya. Baca sendiri deh di mana-mana kalau tentang latihannya dan angka-angka yang dia ciptakan.

Super Duper Berbakat Banget.. (Getty Images)

Jujur saya masih kesel (bukan Sam yang botak itu) dengan kelakuan dia yang menari-nari saat membantai Bulls beberapa minggu lalu. Seolah tidak menghormati lawan yang sedang dibantai, dia malah nyamperin J.Noah pas dikomplen soal gayanya itu.

Tapi kalau soal permainan dan gak mau kalah ya dia ini orangnya. Beberapa kali di pertandingan itu dia menjadi penyuplai bola buat teman regunya (7 asst/game). Dan dia juga bisa menjadi pemimpin di lapangan. Berkomunikasi dalam bertahan dan menyerang sudah biasa kita lihat dalam diri bintang yang super ini.

Sampai saat shoot clock salah dan dia yang memberitahu semua orang di lapangan, ini baru jempolan!!! Pantesan dia jago banget dalam olahraga ini. Udah jago, teliti pula! Dia selalu fokus tiap detik dan per detik di pertandingan. Waktu-waktu akhir di game itu dia juga selalu bertanya dan menyesuaikan waktu yang sebenarnya. Sampe beda koma aja dia tanya tuh ke meja officials waktu kemaren, sangat kritis!!! Super full komplit dah bakat ni pemain, salut..

Jerry Sloan(nya)

Puluhan tahun sudah dia pegang Utah Jazz, bosen gak ya dia? Dari dulu saya udah lihat dia ini memang orang yang pas dan tepat di bidangnya. Membangun tim dari bawah dan pelan-pelan maju sampai main di final NBA jaman Malone dan Stockton. Saya yakin dia mencintai pekerjaannya dan gak akan bosen.

Nah di game kemarin ini ada hal yang saya paling salut adalah, dia tetep coaching dan lead timnya sampe detik-detik akhir. Dia hormat betul dengan gamenya. Dia gak mau biarin ini semua berjalan seperti air yang tumpah a.k.a kalah. Dia mau belokin tuh Ari eh, Ria eh.. air!

Ada saat di bawah 1 menit di game Jumat kemarin yang saya pikir dia akan menghabiskan time outnya. Eh.. Dia gak ambil! Ya saya pikir keburu abis kali game-nya, atau momentumnya udah basi kali!

Wakakakak.. Gak taunya emang saya yang melihat game dari umur jagung. Sloan tahu loh, kalau nantinya di game itu ada  sisa 5 detik yang menentukan. Disitu baru dia ambil time out untuk memastikan arah serangan. Walau akhir game tidak persis seperti gambar dia (seperti yang dijabarkan Gaines di akhir gamenya), tapi dari setingan itulah berbuah tembakan tiga angka yang mematikan.

Possession(nya)

Jazz datang ke game ini dengan predikat rangking 14 untuk menjamu rangking satu di NBA. Logikanya kalau kedua tim bermain normal tentu rangking satu akan melumat Jazz.

Kita lihat dari 4 kali pergantian kepemimpinan angka di game ini, 3 di perempat akhir. Masuk qtr 4 Cavs memimpin 60-55. Di pertengahan perempat ini Jazz sudah run dan memimpin perolehan angka. Hingga si “Raja” kemasukan setan baru Cavs memimpin lagi di akhir game.

Artinya kalau gamenya selesai (distop) di perempat 4 pertengahan ya Jazz sudah memenangkan pertandingan dengan margin 12 angka. Bagaimana bisa gamenya dihentikan di tengah qtr 4? Bisa aja sih..

Maksut saya begini, total kepemilikan bola dalam 48 menit di NBA misalnya 90 kali serangan masing-masing tim. Berarti kalau satu qtr (12 mnt) mereka akan rata-rata menyerang 22,5 kali bukan?

Kalau kita kurangi serangan tiap 12 menitnya kan artinya 90 serangan rataan di 48 mnt tadi juga akan berkurang ya. Kurangin serangannya gimana? Ya dari jatah tiap serangan 24 detiknya itu kita maksimalkan saja. Jangan buru-buru atau kurangi serangan cepat tim kita (fast-break).

Rataan 90 serangan tiap game tadi kalau kita kurangi kan sama saja kita menghentikan pertandingan di qtr 4 awal atau tengah. Kalau di game Clev vs. Utah, udah menang deh timnya si Gaines itu. Karena saat itu mereka lagi memimpin 12 angka. He’eh iya aja dah, gak usah terlalu dipikirin…

Iklan

4 responses

  1. Salam kenal mas. Blognya bagus nih isinya.

    26/01/2010 pukul 05:05

  2. Anonim

    one thing yang gw salut dari orang-orang yang lagi nonton pertandingan masih bisa mengamati as per details.
    om, tulisan buat leg exercise dong. ;-)

    27/01/2010 pukul 13:24

  3. gofar

    kemenangan di game yg diatas ada kaitanya sma bgusnya game coacing ga si? apa cuma karna faktor lucky aj!!!
    hmmm gmna tu??

    28/01/2010 pukul 12:44

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s