What goes around comes around..

Bertahan Atau Menyerang?


Saat Latihan Sendiri begini juga?

Mungkin saat latihan sendiri begini juga? http://www.nba.com

Sebuah sore 28 tahun lalu, saya berjalan menuju lapangan basket di depan rumah Omboh di IKPN.  Sambil dribble2 di jalanan berharap tidak akan turun hujan. Begitu sampai di lapangan, belum ada satu orang pun dari teman2 saya yang kelihatan. Yang ada hanya ring basket, lapangan kering tidak becek dan bola basket (Super-K) yang saya bawa dari rumah.

Mulailah aktifitas harian saat itu, dribbling segala macam gaya, passing-passing ke tembok masjid persis di samping lapangan basket (Akhirnya sekarang pak RT tahu siapa yang bikin kotor tembok masjid). Dan yang paling penting buat saya di Bolabasket sampai hari ini, latihan shooting-shooting sampai teman yang lainnya datang.

Naturnya

Memang saya pikir sudah dari sananya kalau orang main basket pasti maunya memegang bola, menggiringnya dan memasukannya ke dalam keranjang. Kalau tidak pegang bola pasti maunya minta bola terus. Berlari kencang dalam serangan cepat untuk meminta bola dan lagi-lagi ingin memasukannya supaya angka tercipta, sangat menyenangkan. Lari sprint untuk balik bertahan? Kapan-kapan deh, Coach..

Saya ingat tidak ada (kalau ada pun pasti tidak kelihatan) pemain basket yang saat berlatih sendirian, mau melakukan latihan (tambahan) untuk bertahan atau defense. Kenyataannya kecil sekali kemungkinannya. Apalagi pemain muda yang baru senang-senangnya bermain basket.

Lalu apa yang akan dia lakukan sendirian dalam hubungannya dengan permainan Bolabasket? Pegang bola, dribbling dan shooting. Passing pun menjadi pilihan alamiah yang akhir-akhir, apalagi melakukan yang berhubungan dengan bertahan dalam Bolabasket. Bontot..

Sudah menjadi naturnya dalam olahraga ini kalau bermain basket itu adalah melesakkan bola ke dalam simpai dan lewat jaring. Menyerang! Betul sekali, naturalnya Bolabasket sangat didominasi oleh keinginan untuk menyerang. Ini berlaku buat si pemain dan juga buat penonton (penggemar).

Pemain Terbaik Dunia

Tiga pemain terbaik yang tidak bisa diperdebatkan siapa yang nomer satu. Michael Jordan, Magic johnson dan Larry Bird. Apa mereka pemain bertahan terbaik juga? Iya! Mungkin? Hmm.. Iya mungkin kali ya?!?!

Hey, siapa yang peduli! Yang sejarah tahu adalah tiga pemain super ini bisa mencetak angka seenak jidad mereka. Shooting, dribbling dan passing tiga pemain  ini jauh di atas  manusia kebanyakan yang jago main basket.

Dari 50 pemain terbaik NBA, hanya tiga pemain yang rataan angkanya

All Star bukan karena kemampuan bertahannya..

All Star bukan karena kemampuan bertahannya.. http://www.lakers.com

dibawah 15 pts/game. Dan mungkin hanya 3 orang juga yang lebih disegani dari kemampuan mereka bertahan (Bill Russel, Dave DeBusschere, dan Nate Thurmond).

Saya juga tidak bisa ingat siapa first pick NBA yang disegani dari kemampuan bertahannya. Semua pemain top pasti disegani dan dibayar mahal karena kemampuan mereka menyerang mencetak angka. Kemampuan mereka membawa kemenangan? Hehe, nanti dulu..

Dijitak Kenyataan

Michael Jordan masuk jajaran puncak peraihan angka di NBA begitu dia terjun di liga itu tahun musim 1984-1985. Jordan urutan 3 dengan 28.2 ppg, di bawah New York’s Bernard King 32.9 ppg  dan Boston’s Larry Bird 28.7 ppg. Timnya juara? Tidak, bos..! Malahan King (NY) tidak masuk final..

Michael dan Bulls-nya baru merasakan juara tahun musim 1990-1991. Setelah dapat dukungan dari pelatih (Jackson) dan pemain bertahan yang cerdik. Ini saya ingat sekali bagaimana Scotty Pippen menghentikan permainan Lakers di final game 5. Penjagaannya membuat point guard Los Angeles kusut ngisup-ngisup.

Gak mungkin saya lupa, nonton bareng rame-rame satu tim (Pelita Jaya) di mess jalan Erlangga Senopati. Tapi tentu tidak ada juga yang ingat apa yang dilakukan Pips saat itu, pasti Jordan dunks dan jumper (Offense) di ingatan orang-orang kebanyakan. 

Kita tunggu apa yang akan terjadi dengan Lebron James, tanpa harus mengingat T.Mac yang menjadi top scorer paling puncak di musim 2002-2003 tapi timnya bonyok di awal play offs. kenyataannya pertahanan selalu menolong tim yang menangan. Bener gak sih nih? Hehe.. Yang ini saya tidak mau cek ulang lagi sejarahnya, saya harap saya salah.   

Jejeg Rem Atau Betot Gas?

c.stoner

Desmosedici dengan sistem pengereman ok.. http://www.motogp.com

 Tidak salah lah pokoknya yang taruhan pegang C. Stoner di Phillip Island kemarin. Betot gas terus  dia (dengan Desmosedici-nya) dari lap awal sampai akhir di seri GP Australia. Sementara V. Rossi beberapa kali mencoba teknik andalan dia (late breaking) untuk menyusul rider Ducati ini kerap gagal. Pengereman dan akselerasi adalah dua hal yang tidak bisa dipisahkan.

Mau secanggih apapun mesinnya (L. James – Desmosedici), tetap  memerlukan pengereman atau deselerasi yang baik. Pakai sistem pengereman yang canggih (D. Mutombo – Brembo) pasti perlu power buat akselerasi lagi. Wew, keterusan nih motornya.. (Eh, geber2 motor di IKPN juga dimarahin pak RT!)

Langsung basket lagi yuks; Salah juga nih saya pikir kalau mau mengalahkan tim papan atas kobatama saat 2007 lalu. Bisa apa tidak ya? Bagaimana bisa dalam waktu satu musim meningkatkan offensive rating supaya dapat melampaui pencapaian PIMNAD dan Stadium?

Setelah hanya mencapai peringkat tiga di turnamen kobatama, seperti ada yang jitak ni kepala. Kaget dan sadar tiba-tiba, ngapain juga kita harus memaksa diri meningkatkan rating penyerangan (angka yang diciptakan tiap satu serangan = poin dibagi jumlah serangan) untuk mengalahkan pesaing kita? 

Coba tingkatkan pertahanan (menekan turun rating serangan lawan), pikir saya. Dengan ini nantinya kita bisa bersaing apa tidak di kompetisi? Dari sini latihan di fokuskan sedikit lebih banyak di pertahanan. Pendeknya Hangtuah juara saat itu bukan karena pemainnya tambah jago dalam waktu tidak lebih dari satu tahun. Tapi karena lawan kita di final tidak mampu menampilkan rataan rating serangannya yang sesungguhnya. Pakem nih remnya..

HT tetap belum bisa (beda mesinnya) menyamai rataan serangan pesaingnya saat itu. Tapi tim yang dipimpin Cungkring dan Mayong sukses menekan rataan rating serangan lawannya. Sederhana sekali. Mana ya yang lebih baik tim bertahan apa tim menyerang di Bolabasket?

Steve, petinggi Bolabasket di Universitas Pelita Harapan, pernah bertanya pada saya saat wawancara calon pelatih di kampusnya.  Bagaimana kamu membagi persentase latihan pertahanan dan menyerang?

Jawab saya, di awal saya akan terapkan 60% latihan defense dan 40% offense. Seiring waktu berjalan dan pengamatan rating pertahanan tim, pada titik yang diharapkan dan ditentukan, latihan menjadi 50%-50% bertahan dan menyerang. Lalu lanjut lagi pada situasi spesifik di musim pertandingan. Mencermati fluktuasi penampilan pertahanan tim dan juga serangannya, sesuaikan dari situ.

Kenapa Bertahan menjadi utamanya latihan di awal? Karena sudah naturnya manusia main basket itu maunya nyerang. Jadi penambahan pasti juga akan terjadi saat pemain berlatih sendiri (Ingat sebuah sore di IKPN?). Hingga akan lebih baik kalau di awal kita tingkatkan dulu kemampuan dan kemauan bertahannya.

Lagi pula saat kita sedang “bau” di serangan (tidak mampu bikin angka pada rentang waktu tertentu di pertandingan), shooting tidak masuk, turn over terus, dsb. Masakan kita mau lawan kita dengan seenaknya mencobloskan bola ke keranjang kita? “Kalau memang offense yang memenangkan pertandingan, pasti diperlukan defense yang baik untuk memulainya..”

 

 

Iklan

16 responses

  1. widi dodo

    di ikpn dulu nungguin gue ya,hehehehe
    di tunggu ky, tulisan selanjut nya

    21/10/2009 pukul 11:10

  2. Olmon

    T.O.P….B.G.T…….Semua orang bisa belajar menjadi pemain bertahan yang baik……tapi hanya sedikit orang yang bisa menjadi pemain menyerang yang baik…….

    21/10/2009 pukul 16:41

  3. gofar

    moga tulisan ini bisa dibaca sama orang yang slalu butuh bwt ngeupgrade defense nya!!!
    ditunggu ya couch latihan defensnya dsini!!!

    24/10/2009 pukul 11:33

  4. dadat

    yang penting bisa nge rem serangan lawan ya.. kalo pun nyerang poin lawan pun poin sama juga bodong hehe ;)

    28/10/2009 pukul 14:30

  5. sinyo

    offense can be the winner
    deffense can be the championship

    03/11/2009 pukul 20:17

  6. widi dodo

    dulu di ikpn nungguin gue ya, hehehehe
    di tunggu om, tulisan berikut nya

    04/11/2009 pukul 13:52

  7. GeeDendeng

    Love this blog..
    Surely we must do the defense..

    Yg jd pertnyaan mana yg lbh hrs didahulukan : Kemampuan bertahan atau Ketahanan fisik??
    Melatih fisik dulu supaya defense bagus? Atau melatih defense dlu untuk mempengaruhi kmmpuan fisik??

    Thx coach Ocky

    10/02/2010 pukul 23:24

    • Thanks,

      Teknik dan fisik sebaiknya berjalan seiring dalam satu periodisasi latihan yang bertahap. Defense (teknik) spesifik yang sulit tentunya kurang pas untuk diberikan pada saat latihan fisik baru memasuki tahap awal..

      12/02/2010 pukul 02:52

  8. agung_ch_8@yahoo.com

    sangat menginspirasi sekali, baik untuk pemain atau pelatih.. terima kasih Coach Ocky.. sukses

    15/08/2010 pukul 09:06

  9. bona

    latih gw defense coach….

    15/08/2010 pukul 10:07

    • Halo Bona,
      Nama ini mengingatkan saya pada salah satu pemain SM yg memang punya potensi menjadi stoper yang luar biasa.. Tinggi, cepat dan bersemangat!

      23/08/2010 pukul 15:18

  10. galih

    good deffend bisa membuat frustasi musuh…. :)
    salam

    15/08/2010 pukul 10:36

  11. “Kita tunggu apa yang akan terjadi dengan Lebron James, tanpa harus mengingat T.Mac yang menjadi top scorer paling puncak di musim 2002-2003 tapi timnya bonyok di awal play offs. kenyataannya pertahanan selalu menolong tim yang menangan. Bener gak sih nih? Hehe.. Yang ini saya tidak mau cek ulang lagi sejarahnya, saya harap saya salah.”

    James dan Cavs-nya di hajar Boston!!! Cek perjalanan serangan tim dan individunya, gak sampe final juga.. :mikir:

    15/08/2010 pukul 10:51

  12. Zulkifly

    Setuju coach..
    Jagoan offense terbaikpun pasti ngalami periode buruk..
    Tapi jagoan defense kecuali lg keseleo seharusnya tetep konsisten..
    Apa kabar si om Steve sekarang coach?

    23/08/2010 pukul 14:11

  13. really inspired coach :)
    sangat memotivasi saya untuk menjadi pemain bertahan yg baik :D

    26/03/2012 pukul 11:28

  14. Ping-balik: Menipu Angka-angka .. | [[1,5 x 10 pangkat satu]]

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s