What goes around comes around..

Streetball Indonesia


Juri2anYo, yo, yo.. Wazz-up Coach! Hehe..  Bukan, ini bukan ada yang mengajak saya main yoyo. Kalau anda berpikir begitu, artinya pembaca gak gaul. Tidak mengikuti perkembangan budaya di seluruh dunia yang memang sudah bercampur aduk. Di mana-mana di seluruh dunia, logat dan gaya orang-orang African-American terlihat jelas pada generasi mudanya. Ada n*gro di hati mu boy!

Yo, yo.. Tahun 2008 lalu di sebuah kota di Jawa Timur, seorang pemain Basket menghampiri dan menyapa saya. Dengan gaya dan bahasa itu, dia terlihat cocok sekali lewat pakaiannya yang serba “Streetball”. Oh iya, lengkap dengan blink-blink (kerlap-kerlip) aksesorisnya. Kinclong cing, Ting!

Yo.. Selanjutnya saat itu kami terlibat dengan percakapan basa dan basi yang sarat “ngingris” (ampuun.. dikit-dikit bahasa Inggris). Tidak lama setelah ini om Remy bakal nulis lagi “Bahasa Menunjukan Bangsa” sampai jilid #1881. 

Saya dengan Streetballer itu  membicarakan Streetball tapi yang ternyata itu Basketball. Membahas Basketball yang kenyataannya mirip Streetball katanya. Bolabasket konvensional? Streetball bukan Bolabasket? Auk ah petang..

Awalnya

Mendengar kata “Streetball” tentunya yang baca ini atau orang sudah terasosiasi dengan Basketball yang dimainkan secara lebih “lebay” (udah mau protes aja? sabar kang mas!). Padahal banyak “ball-ball” lain yang juga dimainkan di “jalanan”.  

Tanya kenapa? Mungkin hanya karena memang awalnya sudah dipopulerkan oleh orang-orang Amerika (kulit hitam umumnya) yang bermain Bolabasket di lapangan basket pinggir jalan, di pantai dan dimana saja yg dekat dengan istilah “street” atau.. ya jalanan. Sedikit lebih tidak formal, hanya itu.

Turnamen atau pertandingan “jalanan” disana juga lebih di atur dengan adanya “Midnight Basketball”. Salah satu ajang “Street” yang paling tenar ini memang merupakan program pemerintah untuk menekan narkoba dan kriminalitas. Jamannya om Clinton nih kalau tidak salah. Daripada keluyuran malam hari tidak jelas,lebih baik main Bolabasket. Banyak lagi ajang yang menyerupai ini di Amerika sana.

Hari ini banyak pemain Bolabasket yang berangkat dari jalanan, sukses menjadikannya sebuah profesi dan mereka hidup cukup lewat “Streetballin”. Malah ada yang bermain di liga nomer wahid dunia.  Semuanya karena mereka sadar bahwa harus menguasai dasar-dasar bermain Bolabasket lebih dulu sebelum belajar mengecoh defender dengan “tricks” ala Streetballer  TITIK!!!

This is Streetball..

Sampai sini saya terpaksa harus “Nginggris” dikit  aiiight! Hey wasaaah, wasaaaaaaah Coach! Di GOR Bulungan Jakarta tahun ini, salah satu seri LA. Light Streetball digelar. Jiaaaaah.. Anak yang dulu lagi nih yang menyapa (pikir saya). “Hey apa kabar?” dengan senyum saya balas sapanya. “long time no see bro!” ujarnya sambil menyandarkan bahu kanannya pada bahu kanan saya, setelah dia melakukan jabat tangan rahasia versi “Streetballers”. Ada ho’oh ada..

Mulailah dia “nyerocos“, “Maaan, you be the judge again man? Dang, ma team will lost again like last year since you never raised ur hand fo us! And on the dunk i made last year, you shoulda gav me a niner, dawg..” 

Belum puas, dia lanjutin.. “Dude, u need 2 lighten up a ‘lil. Don’t be too serious bout all this. This is streetball, not like your conventional basketball!

Setelah beberapa kalimat lagi, dia akhirnya berhenti bicara. “Got to go inside now, the game’s bout to begin.” Sambar saya memotong ceramahnya. “You have a good game, aiiiiiiiiight….! Masuk duluan ya!” Kata saya sambil bergegas ke dalam venue. “Aight bro, peace..” Jawabnya. (Gedubrak!)

MC lapangan sudah sering sekali mengingatkan “Six seconds on the shot clock, five, four, three, two, one..”  Toweeeeeeet! Buzzer berbunyi tanda waktu menyerang sudah habis kerap terjadi. Itu hanya contoh kecil, masih banyak lagi informasi pertandingan  kurang efektif karena “nginggris” itu tadi. MC urat lehernya keluar-keluar tebel banget juga akan lebih banyak yang terlewat informasinya. Nginggris man, nginggris. This is streetball.. (krompyang!) Hakim dan Jaksa

Balik ke pemain Yo-yo barusan. Dalam perjalanan pendek menuju “judges Area” di pinggir lapangan, pikiran terbang sana-sini berusaha menjawab tanya di batok plontos saya. Kenapa dia berharap banyak dari “Point Breaker” (Sistem angka dari triks yang diberikan para juri dengan mengangkat tangannya) dan bukan dari hal sederhana dalam permainan Bolabasket, eh maaf.. dalam permainan Streetball ini? Masukan saja itu bola ke simpai lawan! Susah? Latihan lay-up dulu yuk..

Teringat “endesga-endesgeng” bocah itu (“This is streetball..” katanya..). Dia lupa, Streetball di luar negri tidak ada sistem nilai dari para juri. Jadi alangkah baiknya kalau Streetballer Indonesia  main saja seperti biasa Bolabasket dimainkan.

Nanti kalau  anda (dengan bola) melewati lawan pakai sedikit trik “lebay” yang ok, pasti ketiak para juri bakal keliatan tuh dari jauh. Penonton berdecak kagum, ada yang meneriakan “Ooooo..”, ada juga yang mengelus-elus papan A-Board sponsor dengan kasar (a.k.a dipukulin). Angka  tim anda pun bertambah. Kalau memang triknya yahud. 

Streetball All-Stars 2007

Eh, ternyata anak itu bukan orang yang sama dengan yang menyapa saya di Jawa Timur. Sama modelnya saja ternyata, model gaya Streetball Indonesia. Lihat foto atas ini,  ada yang lagi kedinginan gayanya, ada yang lagi pesen bakso 2 mangkok dan malah ada yang minta dibelikan baju kaos.

Ada yang salah dengan budaya itu? Sama sekali tidak. Tapi saat esensi awal Streetball yang positif  (tetap sekolah, bebas narkoba, kriminal dsb.) hilang, Salah besar! Coba cek silang dengan tamu mancanegara kita besok di Grand Final LA. Lights Streetball penghujung bulan ini. Tanya sama siapapun bintang tamunya nanti.

Masuk tahun ketiga saya sedikit terlibat di LA.Light Streetball, satu-satunya gebyar resmi kompetisi Streetball  Tanah Air. Kelihatannya bertambah banyak pemain-pemain Basket yang merupakan bakat atlit yang hebat. Kelenturan dan kekuatan kaki mereka untuk lompat dan loncat sangat baik. Walau saya yakin mereka kebanyakan belum berlatih pada  latihan yang terarah. Bagaimana kalau sudah diarahkan? Wew..

Tapi kalau dunk kagak masup (kata Warsa) atau gayanya biasa saja, tidak perlu sibuk ngeluh soal penilaian. Ringnya kan lebih pendek ya maaas.. Beberapa atlit memang sangat atletis hingga hingga jujur saya harus bilang -Enak sangat melihat mereka lagi melompat terbang dan melakukan gerakan dunk. Khalayak penonton juga pasti sepakat dalam hal ini. WHOOOOAA.. Indah sekali!

Kembali ke A… waaaal..

Saya pikir Bolabasket itu adalah sebuah olahraga permainan yang sangat luar biasa. Sama seperti kebanyakan  cabang lain yang menekankan sportifitas, karakter, disiplin dan selanjutnya dan seterusnya yang klise-klise. Streetball? Ya sama semestinya.

Di dalam memainkannya tentu lain bakat lain juga hasilnya. Spesifiknya kalau dribbling kita  bermasalah (belum mahir) saat ini, ya tidak usah kusut sana sini mau nge-trik orang segala. Jujur, sakit mata lihatnya..! 

Tentunya kurang bijaksana untuk mencoba melakukan gerakan-gerakan yang belum kita kuasai di pertandingan. Tim juga pasti dirugikan karena ujungnya kalah-kalah lagi juga. Dengan sedikit pengulangan lebih lagi di latihan, pasti triks bisa dikuasai. 

Tahu plesetan IBL? Pernah denger Indonesian Boring League? Tulus kata nih ya, nonton Streetball bosen parah lihat satu serangan waktunya habis buat satu orang dribble tidak menentu, ujungnya TO pula! Lebih baik di share bolanya ke teman satu tim. Bocen ah..

Mungkin kalaupun mau main trik juga tidak perlu lebih dari 5  detik. Selanjutnya serang tuh basket untuk 2 point dari lay up atau break jump. Sederhana tapi bergaya Basketball (Streetball) unik. Tidak perlu juga sampe setylenya di sepin-sepin kan? Sepin yor setyle! Pusyiiing..

Bayangkan semisal kita bisa terus mengembangkan komunitas Streetball Indonesia. Saya tahu banyak orang diuntungkan oleh komunitas ini, termasuk saya. Sebagai pelatih Bolabasket profesional (melatih sebagai profesi) Saya sangat diuntungkan dengan adanya komunitas ini. Lebih banyak orang pegang bola basket lebih baik.

Setidaknya kalau kita bisa mempertahankan positifnya kelompok ini, Erika dan Kenna kedepannya punya satu pilihan komunitas lagi. Semua orang tua pun pasti menginginkan putra-putrinya berada di kelompok anak-anak muda yang positif. Awalnya ya itu. Itu esensinya Streetball Indonesia.. – Ehem!Tiba-tiba spontan terpikir, Gaby lagi teriak:

Point Breakeeeeeeer..

Iklan

13 responses

  1. Arif

    Demam streetball dimane-mane nih coach, jujur ada beberapa yang hilang karena sekarang anak2 yang baru tau basket langsung mo coba trick Spin ya Style yg jlimet tanpa harus belajar fundamental, lagaknya dah jago sampe2 pake trash talk kayak seorang super star baller aja… dan street ball jadi semacam pelarian dari basket konvensional karena mereka gk mo pusing dgn travelling violation dsb…

    03/10/2009 pukul 10:36

    • Ocky Tamtelahitu

      Bagus kan lebih banyak anak muda pegang bola basket daripada pegang-pegang yang gak jelas. Mungkin tinggal ajak mereka mengerti saja akan dasar2 Bolabasket.

      Dan bahwa dasar2 fundamental itulah yang akan bisa membawa mereka lebih menikmati Streetball.

      Thanks Coach,
      Salam buat Sumsel!

      03/10/2009 pukul 11:35

  2. bang..
    “streetballer bling-2” yang dimaksud apakah dari surabaya kah? dari 031ballers kah?
    karena surabaya kan ibukota jawatimur..

    03/10/2009 pukul 10:59

    • Ocky Tamtelahitu

      Alo Tsunami,
      Baca lebih dalam lagi ya, apa pertanyaan diatas itu penting saat ini buat Streetball kita?

      Maju terus 031ballers!

      03/10/2009 pukul 12:38

  3. cia

    hehehe.. baca sambil ngakak… ini yang bikin mantan pelatih srimulat? :p

    03/10/2009 pukul 11:30

    • Ocky Tamtelahitu

      Alo ibu,
      Mohon kabarnya dari pak Nganim, apa ada keluarga yang terkena bencana? Dan apakah ada teman2 Streetballer Padang yang tertindas petaka gempa kemarin. Semoga sih gak ada ya..
      Tolong digalang bantuan dari komunitas Streetballer Indonesia untuk Streetballer Padang yg dalam kesusahan.

      Thanks,

      03/10/2009 pukul 11:46

  4. Ichsan Ruziek

    Semakin banyak anak muda pegang bola basket..
    great… apapun itu streetball or free style, yang penting harus punya skill dan teknik dan tentunya power yang baik…dan untuk itu harus tetap PRACTICE (nginggris jgn banyak-banyak).
    Dan IBL tetap bukan Indonesian Boring League, selama SM juaranya… ;-)
    Maju bola basket Indonesia

    05/10/2009 pukul 11:57

    • Ocky Tamtelahitu

      Alo Coach,
      Saya pikir “nginggris” banyak itu sudah menjadi tuntutan globalisasi. Siapa yg mau bersaing tentunya akan lebih mudah kalau menguasai bahasa Inggris. Jadi gak ada masalah sama sekali soal itu..

      Ayo semuanya olahraga!

      05/10/2009 pukul 15:00

  5. :quote:
    Alo Tsunami,
    Baca lebih dalam lagi ya, apa pertanyaan diatas itu penting saat ini buat Streetball kita?

    Maju terus 031ballers!
    :/quote:

    cuma make sure aja coach.. seandainya ada anak 031 yang coach maksudkan..
    langsung saya proses coach.. karena ngga sesuai didikan kami.. hehehe..

    05/10/2009 pukul 14:59

    • Ocky Tamtelahitu

      Lanjutkan, hehe..

      16/10/2009 pukul 18:37

  6. frezyprimaardi

    streetball emang terkesan lebay…tpi kalo dilihat-lihat emang seru juga,,,
    yang ga enaknya adalah ketika saya maen2 disebuah lapangan basket dan disana ada orang yang mainin streetball bukannya basketball..padahal tujuan saya adalah berolahraga menggerakan badan,namun apa mau dikata,bola ga juga di pass ke saya,gmn badan ini mau gerak…

    30/10/2009 pukul 09:57

  7. kalo bleh tau,,
    bisa ga mesan baju streetball,,
    dri sana,,???

    21/04/2010 pukul 07:11

  8. alfian AKA Gladnes

    Buat saya basket adalah olah raga yang sangat mengasikan dan indah,terutama jika permainan itu dipadu dengan gerakan-geraan yang extrim&susah,,,buat gw basket dimainkan dengan cara Freestyle,,,,tx buat para pecinta bola basket,terutama anak2 Streetball.

    16/05/2010 pukul 17:06

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s