What goes around comes around..

Kenapa SM Kalah di Final Sister City ’06


15.6.2006


Tak masuk..

Bahkan dengan kemewahan 4 bola diatas keranjang sekalipun, tak ada satu pun yang masuk..

Bangun pagi tadi badan masih kurang enak karena flu yang sudah dari hari sabtu lalu terasa. Hidung bocor disana-sini, cairan yang keluar naik turun benar-benar seperti kalau kita lagi skipping atau lompat tali. Ya udah aja akhirnya minta ijin sama Coach Ito tuk gak ikutan latihan pagi ini. Rencananya mau tidur sesiangan, tapi kekalahan kemarin lawan Tsinghua University di Final Sister City (10.6.06) masih mengganggu. Kenapa bisa kalah dan kenapa yang seharusnya menjadi gelar kedua tahun ini terbang melayang jauh. Huh.. 

Buat saya pribadi tidak ada yang rahasia di Olahraga ini. Selalu dari dahulu hingga detik ini hanya empat faktor saja yang paling saya perhatikan dalam tiap musim, tiap seri dan tiap pertandingannya.

Opponent’s Field Goal Attempt (OPP.FGA), Opponent’s Turn Over (OPP.TO), Opponent’s Free Throw Attempt (OPP.FTA) dan Opponent’s Offensive Rebound (OPP.OR). Semua pencapaian lawan di 4 hal ini menjadi tolak ukur yang akurat atas kedisiplinan kita dalam bertahan.

Sebelum berangkat ke Medan untuk mengikuti lanjutan seri IBL, kita sudah menyatakan bahwa Sister City Tourney akan sangat berat buat SM. Karena total dalam 8 hari (termasuk Medan) kita akan memainkan 7 pertandingan. Semua wartawan yang hadir saat jumpa pers siang itu juga mengakuinya.

Namun kita juga saat itu melalui Coach Ito menyatakan akan tetap berusaha maksimal dan tidak mau setengah-setengah dalam pertandingan itu. Jadi saat itu jelas semua orang sepakat untuk mensampingkan masalah fisik dan kelelahan mental tim SM.

Ok fisik tidak akan kita hitung, lalu hanya 4 faktor diatas saja yang akan kita toleh? Ya! Betul sekali, tambah satu hal lagi yaitu disiplin. Persis seperti 4 sehat tambah susu jadi 5 sempurna.

Pada pertemuan di penyisihan grup SM berhasil mengalahkan Beijing dengan angka tipis 59-58. Saat itu OPP.FGA (Usaha tembakan lawan.) 54 sama persis dengan saat di final. Dengan kenyataan tim Tsinghua diatas kertas masih diatas kita (Dari posisi #4 & #5 dan fisik juga mental.), semestinya kita harus lebih lagi menekan jumlah usaha tembakan mereka.

Karena walau hanya dari jumlah tembakan itu saja sudah bisa menyakitkan kita setiap saat. Dari total angka yang mereka ciptakan, 66.6% dari jarak dekat dan bawah keranjang (Ingat posisi mana yang dominan di tim Beijing.). tapi ini bukan berarti mereka tanpa cela, mereka juga banyak melakukan kesalahan.

OPP.TO (Turn over lawan.) di pertemuan pertama 27 TO dan berkurang 7 TO di final menjadi 20 TO saja. Dari sini mereka sudah memperbesar kemungkinan untuk mencetak angka. Lebih baiknya penanganan bola mereka menjadi acuan akan kurangnya disiplin bertahan menekan dari SM (Jangan lupa kita mensampingkan fisik SM yang lelah.).

OPP.FTA (Usaha tembakan bebas lawan) di penyisihan hanya 10 FTA dan meningkat jauh pada saat final menjadi 28 FTA. Dari sini terlihat siapa yang lebih agresif dan siapa yang menurun disiplin bertahannya.

OPP.OR (Offensive rebound lawan) di final yang hanya 10 nampaknya tidak begitu mempengaruhi dibandingkan di penyisihan yang 17. Tapi karena kenyataan di 3 hal diatas (FGA, TO dan FTA) SM gagal mengontrolnya, maka angka 10 OR lawan masih terasa terlalu banyak.

Tsinghua mencetak 58 angka dari 68 kali menyerang (kepemilikan bola) di penyisihan. Dan 59 angka dari 77 kali menyerang di final. Artinya SM bertahan lebih baik di final dengan rating pertahanan (angka / kepemilikan bola x 100) 76 daripada di penyisihan yang rating pertahanannya 85.

Lalu kenapa SM kalah walau pertahanan mereka lebih baik di final? Pertama, sebaiknya dan memang sudah merupakan target SM untuk mencapai rating pertahanan dibawah 60 (Angka rating semakin rendah semakin baik.). jadi memang pertahanan yang membaik di final dengan 76 tetap masih kurang baik dilihat dari target ratingnya.

Berikutnya, dengan kenyataan ini artinya memang Beijing merupakan tim yang lebih difavoritkan menang lawan SM diatas kertas. Jadi dengan kepemilikan bola yang meningkat di tim Tsinghua, memperbesar kemungkinan kemenangan buat mahasiswa dari Beijing.

Bayangkan penurunan angka di tim Tsinghua kalau SM berhasil menekan kepemilikan bola mereka. Dengan penambahan 9 (68 penyisihan dan 77 di final) jumlah serangan di final saja, mereka hanya menambah 1 angka (58 penyisihan dan 59 di final).

Tempo Satria Muda yang terlalu cepat (bukan rencananya) di pertandingan final berbuah pahit. Kurang sabar dan buru-buru di 2 menit akhir membuat kemenangan terbang pelan-pelan menjauh. Kesimpulannya tim SM belum bisa bermain dibawah tekanan. Dua kekalahan tahun berjalan ini terjadi karena gagal mengkontrol saat-saat genting di akhir pertandingan.

Disiplin di dalam dan di luar lapangan, disiplin di dalam dan di luar latihan memang sangat berpengaruh dalam membentuk karakter kuat dibawah tekanan berat saat akhir pertandingan. Mungkin disetiap latihan SM memang kurang ada tekanannya atau tidak jelas penekanan latihannya.

Ada yang suka ditekan dan tentu ada juga yang tidak suka ditekan. Pribadi saya suka sekali ditekan dan sangat juga suka menekan (Hi,hi,hi..). Dari situ akan terjadi sistem kontrol yang sangat berguna dikemudian hari. Disiplin benar-benar menjadi susu yang menyempurnakan bagi 4 hal diatas.

Iklan

2 responses

  1. ocky tamtelahitu

    Lagi dan lagi ini tulisan lama saya. Tapi saya pikir ini perlu di publis di sini untuk semua yang gemar Olahraga Bolabasket Indonesia..

    23/02/2009 pukul 04:28

  2. Ichsan Ruziek

    kembali, disiplin menjadi faktor utama. Boleh sharing tips bagaimana latihan baik di dalam maupun diluar lapangan dalam mengatasi TEKANAN ..
    please share ya Coach.

    07/08/2009 pukul 13:38

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s