What goes around comes around..

Mengembangkan Falsafah Pelatihan Bolabasket


building-something1

2.11.05

Tidak ada pekerjaan yang lebih memuaskan dari bekerja dengan orang muda di lapangan basket, seperti yang sudah saya nikmati di sebentarnya 4 tahun terakhir pada Buls Basketball di Bulungan, Jakarta Selatan. Saya tahu tidak ada uang di dunia ini yang bisa membayar pengalaman yang saya dapat kemarin. Memang ini yang saya inginkan, belajar untuk selalu bertumbuh-kembang. Dibawah ini adalah pandangan yang saya adopsikan dari Morgan Wooten.

Langkah pertama dan mungkin yang paling penting untuk menjadi manusia, suami, ayah, pegawai kantor atau pelatih Bolabasket adalah mengembangkan sebuah sudut pandang. Bagaimana kita melihat dan menilai banyak hal – sangat berhubungan langsung dengan keyakinan kita terhadap Bolabasket, perkawinan, pekerjaan atau lebih lagi terhadap hidup itu sendiri.

Tanpa filosofi kita akan kekurangan peta dan kehilangan arah yang dibutuhkan untuk mencapai target. Ini berlaku pada semua bidang yang kita ambil dalam hidup. Tentu akan lebih mudah lagi kalau kita percaya Tuhan.

Mengartikan Falsafah Anda

Sebuah standar melatih didapatkan pada berbagai hal dan melalui waktu yang bertahun-tahun, dimulai dengan pengalaman pribadi saya sebagai pemain. Kita sudah mulai membentuknya sejak pertama kali memegang bola basket. Dan bertumbuh seraya kita menyaksikan pertandingan secara langsung atau melalui TV.

Dan itu terus berkembang seiring dengan saya belajar mengenal gim ini dan bagaimana caranya bekerjasama dengan pemain-pemain. Untuk meyakinkan falsafah yang kita kembangkan adalah sesuatu yang baik, amati pendekatan yang dilalukan pelatih-pelatih yang lebih senior.

Bicara dengan mereka (Walau hanya melaui internet messenger kalau mereka adalah pelatih-pelatih dari luar negeri.), baca buku mereka dan hadiri klinik mereka (Sampai hari ini menghadiri klinik pelatih-pelatih luar masih menjadi impian saya.). Dan penataran-penataran basket (walau di negara ini sangat minim) sangat penting untuk perkembangan kita sebagai pelatih.

Jadi apakah falsafah itu? Pada saat belajar sebagai pemain, informasi yang kita dapat melalui pengamatan pertandingan, pelajaran yang kamu dapat melalui membaca, dan ide yang anda dapat dari mendengarkan dan juga bertanya pada penataran lalu kita tambahkan dengan kepribadian sendiri, kita sudah dapat semua racikan yang diperlukan bagi falsafah masing-masing kita sendiri.

Tetapi jangan salah, dengan bertambahnya pengalaman bermain, pengamatan, membaca dan mendengar tidak menjamin bahwa kita akan punya satu falsafah yang lebih baik. Kualitas dari pengalaman-pengalaman dan bagaimana kita menerapkannya juga sama pentingnya dalam menentukan keberhasilan kita. Malahan inilah esensi dari semua pekerjaan di dunia ini.

Dasar Yang Berhubungan Dengan Falsafah

Bagian dari falsafah kita akan terus berkembang mengiringi waktu. Yang berubah terutama adalah bagian taktik bersamaan dengan berubahnya orang-orang disekitarmu juga berubahnya gim itu sendiri (Misalnya dengan berubahnya peraturan jump ball.).Tapi ada satu nada yang tidak akan berubah yaitu dasar falsafah. Banyak dasar-dasar Bolabasket yang termasuk dalam dasar falsafah, seperti bagaimana menembak yang benar, posisi bertahan yang baik, cara menjaga kondisi yang seharusnya.

Dan yang paling penting lagi adalah sistem nilai-nilai pelatih. Apa yang kita tekankan—menang dalam bola basket atau menang dalam hidup? Prioritas mana yang anda dahulukan berhubung dengan pemain-pemain anda sebagai masyarakat, dan bukan hanya sebagai pemain Basket.

Jadilah Diri Kita Sendiri

Dalam menentukan falsafah kita, harus selalu ingat bahwa anda harus tetap menjadi dirimu sendiri. Kita tidak bisa menjadi Rastafari Horongbala atau Mr Kim—anda harus menjadi anda sendiri. Kalau anda ingin menjadi seseorang yang bukan anda, anda akan selalu berubah arah dan tidak konsisten dalam berpikir dan berlaku.

Pemain-pemain-mu dan asisten-mu akan mempertanyakan kejujuranmu. Dan anda tidak akan menjadi yang terbaik yang semestinya anda capai. Kita hanya akan menjadi kedua dari yang terbaik.

Mr. Kim (pelatih asal Korea) adalah salah satu dari guru saya yang hebat. Saya bertanya dan belajar padanya, tapi semua info itu saya adaptasikan dengan pendekatan pribadi saya pada hidup dan pada Bolabasket. Karena saya pikir adalah sangat penting bagi saya untuk menjadi pelatih saya sendiri dan menjadi manusia, bukan mencoba untuk menjadi orang lain.

Walau saya akan menerima masukan atau tambahan dari pelatih tertentu, saya selalu berusaha untuk menjadi yang terbaik dari saya dan untuk melakukan apa yang saya pikir baik dan pantas.

Pengaruh Positif

Bertahun sudah saya kembangkan falsafah saya dibawah pengaruh beberapa pelatih yang baik. Perkembangan itu bermula sangat baik dengan pelatih saya di klub Pelita Jaya, Nathaniel Canson (pelatih asal Philippina). Dia pelatih bagus yang menekankan pada fundamental dan komunikasi yang baik dengan pemain-pemainnya.

Membuka dan hampir seperti memperi pencerahan dalam melihat permainan Bolabasket. Sangat mendekati figur ayah. Itu adalah hubungan pertama saya dengan pelatih yang matang, dan dia adalah laki-laki sejati. Tipe orang yang kamu inginkan untuk melatih anak anda.

Saya bertemu dengan beberapa orang yang mempengaruhi saya pada penataran-penataran. Karena rasa hormat saya ke mereka dan kerinduan untuk menjadi pelatih yang terbaik yang saya mampu, saya ambil inisiatif mendekati orang-orang itu untuk mengambil sedikit dari otak mereka dalam rangka meningkatkan kemampuan saya. Saya tidak dikecewakan oleh pengetahuan mereka dan kebaikan mereka.

Mau Belajar

Cari pengetahuan sebanyak mungkin dari pelatih lain. Tapi hanya dengan keinginan untuk belajar saja tidaklah cukup, saya harus lebih ingin lagi untuk belajar.

Ketika saya mengikuti sebuah penataran, pelatih-pelatih datang pada saya dan mereka membagi ilmu mereka, tapi mereka tidak menanyakan apa yang ada di otak saya. Saya sangat menghargai mereka mau berbagi, tapi mereka tidak belajar dari saya dengan menanyakan apa pandangan saya terhadap pemikiran mereka. Ingat, proses belajar terhenti pada saat kita berpikir bahwa kita sudah tahu semua jawabnya.

Dan jangan hanya belajar dari buku dan penataran saja, belajar mendengar apa yang asistenmu lihat di pertandingan juga sangat membantu saya dalam mengembangkan falsafah saya. Untuk itu saya sangat beruntung punya kesempatan bekerjasama dengan asisten pelatih seperti Rahimi di Buls.

Menentukan Tujuan/sasaran

Jika sudah mengembangkan falsafah umum kita, baru kita dapat menentukan tujuan untuk pemain-pemain, tim dan tujuan kita sendiri. Langkah yang paling penting adalah menentukan tujuan untuk pemain-pemain kita. Selalu ingat bahwa gim ini adalah untuk mereka. Dan mereka adalah bagian penting dalam setiap acara.

Betul, adalah pelatih yang memberikan kepemimpinan, tapi adalah pemain yang harus menjadi fokus utama. Bukan pelatih. Disinilah salah satu keuntungan sebuah klub atau organisasi yang mempunyai pelatih mantan pemain.

Tujuan/sasaran Pemain

Pekerjaan dasar seorang pelatih adalah membantu pemain untuk menentukan urutan prioritas dalam hidup. Di Buls saya selalu menekankan empat hal penting secara urut.

1. Tuhan

2. Keluarga

3. Sekolah

4. Bolabasket

Segala sesuatu yang lain harus sesudah yang diatas ini. Prioritas-prioritas ini merupakan bagian dari falsafah melatih saya yang tidak berubah selama ini. Pemain yang punya urutan prioritas seperti yang diatas ini akan lebih maju dibanding dengan pemain yang punya keterampilan sama tapi tidak punya prioritas ini.

Beri saya selusin pemain dengan prioritas ini tanpa mementingkan jenjang keterampilan, saya akan sangat senang karena saya tahu tim ini akan maju. Berikan contoh dalam menentukan prioritas hidup. Pemain akan sangat memerlukan petunjuk dari pelatihnya.

Tujuan/sasaran Tim

Setelah pemain anda sudah menentukan prioritas mereka dan sudah dapat ide kemana arah dan tujuan, dan anda harus menentukan tujuan untuk tim anda. Sasaran dari tim kita sangat sederhana dan tidak pernah berubah.

· Kita akan bermain semangat.

· Kita akan bermain cerdik.

· Menikmati permainan kita.

Pendekatan sebuah tim pada gim akan membawa perbedaan yang sangat mencolok. Sebuah tim dapat masuk ke lapangan dengan tiga cara pandang: Tim A masuk ke lapangan dengan pandangan harus menang dengan cara apapun, yang akan menciptakan tekanan yang sangat berat bagi pemain. Tim seperti ini akan bermain jauh dari kemampuan sesungguhnya. Tim B memasuki pertandingan dengan ketakutan akan kalah. Oleh sebab itu tim ini akan bermain lebih cenderung supaya tidak kalah dari pada menampilkan permainan terbaik mereka.

Ini juga sikap yang tidak sehat yang akan membuat pemain tidak tampil pada atau tidak menampilkan potensi yang sesungguhnya. Tim C masuk lapangan dengan sikap yang saya tekankan: main semangat, main cerdik dan menikmati permainan.

Ini adalah pendekatan yang terbaik karena akan mengangkat usaha maksimal dari semua anggota tim, disamping juga mempersilahkan mereka menikmati tegangnya pertandingan (Dari 11 kemenangan beruntun Buls tahun 2005, 5 gim kita menangkan setelah tertinggal cukup jauh.). Dalam situasi ini pemain tidak terbebani dengan kemenangan dengan segala cara, juga tidak takut akan kalah sebelum bertanding.

Main semangat/keras

Ketika saya katakan pada pemain untuk main semangat, saya katakan untuk memberikan segala yang perlu setiap detik di lapangan. Kalau mereka tidak memberi 100% dari mereka, dan berarti mereka tidak mengeluarkan semua kemampuan mereka. Anda tidak bisa mencapai potensi anda tanpa memberi usaha maksimal pada segala sesuatu yang anda lakukan.

Saya selalu bilang bahwa lebih memuaskan Coca-cola botol 1 liter yang penuh daripada botol Coca-cola 1,5 liter yang hanya setengah.

Main Cerdik

Dengan menekankan permainan cerdik, saya coba supaya setiap pemain bermain dalam serangan tim yang sudah kita latih bersama. Dan juga untuk bermain pada batasan fisik mereka. Untuk saya inilah bagian dari bermain cerdik. Sebagai peraturan dasar, saya tidak mau ada penemu-penemu (pengarang bebas) atau artis di lapangan. Saya katakan pada pemain hanya untuk melakukan permainan dasar saja dan biarkan kesemuanya mengalir.

Saya menggunakan istilah “Kalau”. Kalau situasinya begini, kita akan menyesuaikan dan kalau situasinya begitu juga akan kita sesuaikan. Di Buls main Basket sama dengan main “Kalau”. Jika tim sudah bermain dalam serangan tim dan pada batasan fisiknya, maka anda sudah punya tim yang bermain dengan cerdik.

Menikmatinya

Pada saat saya katakan bahwa mereka harus bisa menikmati gim, saya selalu coba untuk mengingatkan bahwa Bolabasket hanyalah sebuah permainan, dan bahwa alasan utama mereka berpartisipasi dalam pertandingan ini adalah untuk merasakan kegembiraan pada saat memainkannya.

Namun meraka tak akan dapat menikmati permainan kalau mereka takut kalah, atau berperasaan harus menang bagaimanapun juga. Saya mau pemain saya selalu ingat: bolabasket hanyalah permainan, sudah seharusnya menyenangkan, dan kita dapat bersenang-senang disaat kita bermain semangat dan cerdik. Sangat nikmat!

Berlatih Saat Kita Bermain

Salah satu dari hukum-hukum kepelatihan adalah, saat berlatih adalah juga saat bertanding. Karena pemain-pemain saya mengikuti anjuran ini, tim kami selalu siap dalam mengikuti setiap pertandingan. Pemain-pemain secara kosekuen memasuki arena dengan kepercayaan diri yang mantap yang menginspirasikan mereka untuk menyelesaikan tugas didepan mata. Mereka mau belajar dari setiap pertandingan yang dimainkan. Dan kesemuanya itu kita dapatkan dilatihan.

Satu Usaha Untuk Menang

Seorang kolumnis olahraga pernah menulis, “bukan kalah atau menang, tapi bagaimana kamu memainkan pertandingan itu.” Perkataan ini banyak benarnya. Itulah sebabnya saya tidak pernah mengatakan sebelum bertanding, “ Ayo kita ambil gim ini dan memenangkannya.” Pertama kali kita main lawan Halim Kediri dan pemain tengah andalan mereka, Jaya Adi Negara dan pemain terbaik Kobatama Arik Prisdiantoro, kita kalah jauh di Surabaya tahun 2002. Tapi kita sudah bermain sebaik mungkin.

Walau kami kalah tapi kita sudah berusaha dan bermain baik, kita tetap punya usaha untuk menang, satu-satunya aspek kemenangan yang saya tekankan. Usaha untuk menang adalah lebih penting dari pada hasil akhir dari gim. Pada pertemuan berikutnya di seri III tahun 2002 di Jakarta, kita mengalahkan Halim (Sejarah Buls pertama kali mengalahkan Halim Kediri.).

Kalau kita ingat-ingat lagi sebuah pertandingan yang sudah lampau dan sadar bahwa kita sudah melakukan yang terbaik yang kita bisa. Saat itulah kita tahu kita sudah berusaha untuk menang. Hanya itu yang bisa diharapkan seorang pelatih dari pemainnya, asistennya dan dirinya sendiri. Yang harus dihindari dari seorang pelatih adalah, melihat sukses tidaknya sebuah program dari kalah menangnya saja.

Banyak orang tahu saya gagal mengawinkan gelar turnamen dan kompetisi tahun 2005 untuk Buls. Tapi saya tahu pemain-pemain tim Buls kali ini adalah pemenang yang sesungguhnya. Mereka telah memberikan materi, darah, keringat dan tangis mereka di tahun terakhir saya di Buls. Mereka mau berusaha untuk menang.

Tujuan/sasaran Pelatih

Setelah kita bentuk tujuan pemain sebagai individu atau tim, kita juga harus melihat diri kita sendiri. Apa yang kita mau capai melalui kepelatihan? Bagi saya target pribadi saya adalah untuk memberikan yang terbaik bagi tim dan juga untuk mempersiapkan tim sebaik mungkin.

Saya berhutang itu kepada organisasi dan masyarakat sebagai pelatih. Dari sudut pandang profesi kita, kita mau pemain kita bekerja sebaik mungkin untuk menjadi yang terbaik. Kita perlu untuk terus menambahkan pengetahuan kita melalui:

· Membaca sebanyak-banyaknya buku.

· Menghadiri seminar/penataran dsb.

· Secara sukarela bertukar informasi dengan sesama pelatih.

· Bertanya pada orang yang tepat.

Bertahun-tahun saya lihat dan temui, bahwa Bolabasket dipenuhi dengan orang-orang yang ramah, dan pelatih-pelatih pada jenjang apa saja mau dengan senang hati berbagi pengalaman mereka. Entah anda mendengarkan atau anda yang berbicara, kita akan menjadi pelatih yang lebih baik lagi dengan cara mendiskusikan olahraga yang hebat ini dengan lawan bicara yang bijaksana dan berpengalaman. Semua yang diatas inilah landasan kita, atau setidaknya landasan saya.

Iklan

11 responses

  1. ade paryono

    terimakasih bung atas semua kata-katanya, itu membuat kami ingin melatih lebih keras lagi para anak didik kami. sudi kiranya kita bisa bertukar pikiran dan terus terang saja kami masih dibawah anda dimana dilihat dari sudut pandang anda dan sistem yang anda berikan kepada mereka.mungkin kita bisa sharing lewat email………

    01/02/2009 pukul 07:37

  2. ocky tamtelahitu

    Ayo bung Ade Paryono, tiap saat kita bisa berbagi lewat email. Kita semua sama2 belajar, yang di atas ya Bolabasket ini sendiri. Beramai kita tingkatkan komunikasi satu profesi..

    01/02/2009 pukul 16:53

  3. Coach boxi

    Saya punya kenyakinan,semua cabor di negri kta bsa sejajar dgn dunia luar, kalau setiap pengurvs,atlet n pelatih punya wa2san yg sama,dg ide2 yg anda tlis.

    27/05/2009 pukul 12:37

  4. makasih bung buat wacananya..
    yg pasti pelatih hanya membantu dan yg menentukan itu semua adalah pemain..

    25/08/2009 pukul 12:53

  5. Raymond manuhutu

    Bdankt meneer.,You got klasse! klasse 17!

    27/09/2009 pukul 14:51

  6. asep sucahya sp.d

    saluut.. bung tulisan anda merupakan motivasi bwt kami sebagai insan bola basket….mjun trus basket indonesia..skli- skli maen bung ke banten tepatnya di kota rangkasbitung, di sini bolabasket masih butuh pencerahan…..thank

    16/10/2009 pukul 09:35

    • Ocky Tamtelahitu

      Wah, kebetulan domisili saya emang di Banten, hehe..

      16/10/2009 pukul 18:26

  7. yakobus #5

    keren bang, tulisan lo jd masukan juga buat gw bang… ya selama gw di buls gw banyak belajar dari lo coach… semoga gw bisa berikan ke anak2 didik gw di Jawa tengah…

    21/10/2009 pukul 11:13

  8. sinyo

    kecil banget ya gw…hehehe…bung belejar dnk gw ke bung..

    03/11/2009 pukul 20:27

  9. yehezkiel

    syalom……..minta info ttg,komunikasi kepelatihan

    22/01/2010 pukul 18:23

  10. nice tips…

    02/03/2010 pukul 10:11

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s