What goes around comes around..

Ada, Fondasinya Ada!!!


20.10.05

Setelah seorang teman menonton latihan Pelatnas di suatu sore, dia bilang, “Keren banget tuh latihan tim lo!” Salah satu pelaku Bolabasket Indonesia ini mengatakannya dengan nada nyinyir. Saya sama sekali tidak kaget atas sindiran siapapun yang pernah melihat atau menonton Tim Nasional latihan. Standar latihan dan pertandingan sudah pernah kita bahas sejak awal di sebuah pertemuan Staf Pelatih. Tapi kalau sampai hari ini tim terlihat miring ya doain aja hujan turun lagi. Lalu apa sih yang kurang beres hingga sebuah tim terlihat pincang luar dalam? 

Di setiap sebuah pembangunan kita pasti perlu fondasi atau dasar yang sangat kuat. Sekuat apa dasarnya ya tergantung setinggi apa bangunan yang mau kita bangun. Rumah bertingkat, hotel atau gedung pencakar langit? Tim Tarkam, Klub Amatir, Pro atau Tim Nasional?

Falsafah, undang-undang dan adat sebuah timlah yang menjadi fondasinya. Bagaimana kita melihat banyak hal atau kepercayaan kita terhadap beberapa hal seputar Bolabasket menjadi sangat penting di awal pembentukan sebuah tim. Menentukan standar, menyamakan pandangan tentang disiplin, kekeluargaan atau profesionalisme paling diperlukan saat mula-mula. Hingga pada perjalanannya semua bagian dari tim sadar dan menjunjung tinggi kepercayaan bersama. Sambil masing-masing memberi contoh terhadap satu sama yang lainnya, tetap semuanya dimulai dari Pelatih Kepala.

Dalam suatu tim banyak sekali kepala-kepala atau individu-individu yang punya pikirannya sendiri-sendiri. Ini jugalah yang menjadi alasan kenapa Pelatih Kepala harus menjadi kepala yang paling atas. Dia ini hampir tidak punya ruangan untuk berbuat salah, karena semua standar yang dipakai adalah dari Pelatih Kepala. Jadi dalam latihan dan pertandingan semuanya sudah ada hal-hal yang baku.

Latihan tiap harinya seharusnya atau diharapkan bla, bla dan bla.. sudah diatur teratur. Saat menjelang sebuah pertandingan dan saat pertandingan diharapkan yada, yada dan yadi.. sudah ada pakemnya mantap. Alhasil sebuah tim bisa lebih fokus terhadap pertumbuhan teknik bermain dan berlatih saja tanpa terhambat dengan masalah-masalah nonteknis. Jajaran pelatih (Tanpa mengesampingkan standar tehnik.) hanya tinggal bersibuk ria dengan X (Penjagaan) dan O (Penyerangan) saja, nikmat bukan?

Ya, sangat nikmat! Belum lagi melihat Tim kita bertumbuh menjadi lebih dewasa dalam kerangka kebersamaan beregu yang kompak. 4 tahun terakhir saya sangat menikmati ini.

Materi keterampilan pemain no.1 dan keuangan tidak ada masalah tapi tim tidak menjadi yang terbaik juga di sebuah turnamen atau kompetisi. Mungkin perlu ditengok kebelakang, sudah membuat standar atau aturan yang baku sebagai sebuah tim apa belum? Sudahkah pernah menyamakan tujuan dan lain-lain apa belum? Kadang-kadang dengan keterampilan individu bola basket memang lebih sering masuk ke jala lawan. Tapi saat tembakan rendah persentasi masuknya apa lagi yang akan kita andalkan kalau bukan sistem bermain beregu? He’eh.. Ada, fondasinya ada!!!

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s